Misteri Keampuhan “Kembang Pring Kuning” di Percaya Mampu Mengusir Energi Negatif 

Pati,www.suarahukum-news.com-Dari beberapa jenis benda alam, tidak sedikit yang di kaitkan dengan kekuatan mistis, Bahkan di percaya pula sebagai penangkal roh jahat atau makhluk halus tak kasat mata. Salah satunya adalah Kembang Pring (bunga bambu) dari jenis Bambu Kuning. Benda satu ini di percaya oleh beberapa praktisi supranatural, telah memiliki kekuatan alam yang mampu untuk mengusir roh jahat dan sebagai penangkal tolak balak dalam rumah, Serta mampu memberikan rasa kedamaian bagi penghuninya.(21/02).

“Ada beberapa tanaman yang cukup di takuti oleh roh jahat dan makhluk halus. Hal itu berdasarkan cerita turun temurun, khususnya bagi kepercayaan dan penganut ilmu kejawen kuno, salah satunya adalah jenis bambu kuning,” ujar salah seorang praktisi supranatural saat di konfirmasi media ini di kediamannya, Sabtu (20/02) malam.

Pada prinsipnya, Segala benda alam, baik dalam bentuk apapun, yang di ciptakan oleh Sang Pencipta Alam (Allah), tentunya memiliki manfaat. Tergantung pada seseorang itu, untuk dapat meng-ilhami dan mengetahui arti, serta makna dari filosofi benda tersebut.

“Di dalam kepercayaan ilmu kejawen, pastinya nama bambu kuning sudah tidak asing lagi bagi mereka. Lantaran benda satu ini cukup memiliki kekuatan alam. Bahkan tidak sedikit di jumpai pula, bambu kuning sering di tanam pada depan rumah. Hal itu di maksudkan agar selalu mendapatkan keberkahan dari Allah,” imbuhnya sembari mengambil koleksi bunga dari berbagai jenis bambu, seperti bambu kuning, bambu apus, bambu ori dan bambu ulung.

Akan tetapi, Lanjutnya,”Dari beberapa koleksi ini, jenis bambu kuning yang memiliki energi positif cukup tinggi,” ucap sang praktisi yang sering di sapa dengan sebutan Ki Eyang Sukmo.

Adapun nama sebutan (ki eyang sukmo) itu, Mulai ia gunakan dalam dunia praktisi Supranatural semenjak dirinya menyelesaikan puasa lelaku saat masih lajang. Dalam semedi (mengheningkan cipta) sembari meminta petunjuk dari Sang Khaliq (Maha Pencipta), dari meditasi itu dirinya mendapat Ilham (petunjuk) telah di datangi oleh seseorang dengan perawakan sosok orang tua yang penuh wibawa. Dengan memakai baju adat jawa dan mengenakan ikat kepala, serta memiliki postur tubuh tegap, dengan tinggi badan sedang. Semenjak itulah dirinya selalu memegang prinsip bahwa sosok orang tua itu adalah jati diri pada manusia itu sendiri. Yang artinya eyang adalah sebutan dari seseorang yang sudah tua, sedangkan sukmo memiliki makna ruh, dan semua itu berada pada diri manusia itu sendiri.

Adapun dalam meditasi itu, ia ulang sampai tiga malam berturut-turut, Namun sosok orang tua yang ia jumpai saat bermeditasi di hari pertama hingga hari hari ketiga, adalah sosok yang sama, serta dengan situasi dan kondisi yang sama pula.

“Dari jaman jujomajujo (jaman dahulu dalam bahasa jawa dan adat setempat) Pring Kuning memiliki peranan penting dalam kepercayaan supranatural. Baik di gunakan sebagai pengusir roh jahat, tangkal tolak balak maupun di gunakan dalam kepercayaan olah kanuragan,” katanya.

Tidak sedikit pula, di rumah maupun perusahaan yang menanam bambu kuning di sekitar pekaranganya. Terlepas dari sisi magis nya, Bambu Kuning juga bisa di tanam sebagai tananaman hias di halaman rumah dalam pot bunga. Karena bambu kuning di yakini sebagai salah satu tanaman yang tidak di sukai oleh roh jahat dan makhluk halus.

“Biasanya, kalau di gunakan sebagai tangkal tolak balak dalam rumah, Bunga bambu kuning ini di selingi dengan potongan bambunya, lalu di taruh pada atas pintu utama, dengan mengambil beberapa ruas saja (hitungan ganjil). Kemudian di bacakan doa keselamatan dan beberapa bacaan surat Al-Qur’an lalu di tambah dengan wirid ayat-ayat suci khusus, serta selalu berdoa kepada Allah agar senantiasa di berikan keselamatan dan kedamaian, bagi penghuninya,” tandasnya.

 

(Red/Tg)

Author: suarahukum