Puncak Kemeriahan Karnaval Dalam Tradisi Meron Di Sukolilo 

 

Puncak kemeriahan acara karnaval meron yang di gelar di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati . Senin ( 11/11 )

Pati ,www.suarahukum-news.com – Dalam rangka memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam ,dan merupakan puncak acara kemeriahan tahunan yang digelar oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati . pada hari ini Senin ( 11/11 ) telah berlangsung serangkaian kegiatan acara ” Meronan ” yang hadiri oleh Bupati Haryanto . ( 11 / 11 )

Serangkaian kegiatan Karnaval Gebyar Sultan Agung 2019 yang dibuka langsung oleh Bupati Haryanto dialaman Yayasan Pengembangan Pendidikan Islam (YAPPI) Sultan Agung, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati dan ikuti tak kurang dari 1.500 peserta karnaval , dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus memeriahkan Tradisi Meron.

Tradisi Meron merupakan ritual adat masyarakat Sukolilo yang juga digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi.

Bupati Haryanto membuka acara karnaval meronan dengan melepas balon ke udara .

Bupati Haryanto menyebut, karnaval dan tradisi Meron ini merupakan agenda tahunan yang senantiasa menarik perhatian masyarakat. Sekalipun setiap tahun diselenggarakan animo masyarakat tidak semakin berkurang, justru semakin meningkat.

Bagi Bupati Pati Haryanto, kegiatan ini dapat mengingatkan masyarakat terhadap perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam menegakkan agama. Selain itu, peringatan maulid nabi juga merupakan bentuk penghormatan umat Islam kepada Rasulullah.

“Di seluruh penjuru dunia, umat Muslim mengagungkan nama Rasulullah. Karena kita tahu, dulu di zaman Jahiliyah, orang beriman kesulitan dalam beribadah dan menjalankan keimanan pada Allah. Setelah kehadiran Rasulullah, sampai saat ini, kita mendapat pencerahan. Keimanan dan ketakwaan kita semakin meningkat,” ujar Bupati.

Haryanto berharap pelaksanaan karnaval dan tradisi Meron ini bukan sebatas seremoni dan tontonan belaka, melainkan dapat menjadi tuntunan dalam rangka menggugah masyarakat untuk meningkatkan kepedulian, melestarikan budaya, dan meningkatkan ketakwaan.

Ketua YAPPI Sukolilo Haris Rahmat mengatakan pihaknya senantiasa turut memeriahkan tradisi meron karena menganggap di dalam pelaksanaan tradisi ini terdapat nilai-nilai positif yang dapat mengembangkan kualitas kehidupan masyarakat.

Hal ini, menurutnya, sesuai dengan kaidah fiqhiyah yang dimiliki warga NU dalam menyikapi perubahan sosial yang ada. Yakni tetap mempertahankan budaya lama yang baik, namun juga mengapresiasi dan mengambil budaya baru yang lebih baik.

“Jadi kita melihat nilai-nilai yang terkandung di dalam kebudayaan,” jelas Haris.

Haris mengatakan disamping 1.500 orang yang terdiri atas siswa-siswi, tenaga pendidik, dan karyawan YAPPI, Karnaval Gebyar Sultan Agung 2019 ini juga dimeriahkan Marching Band MA Salafiyah Kajen dan Paguyuban Tosan Aji Kanigoro Pati.

( Red / Khoironi )

COMMENTS