SELAIN DIDUGA TERLIBAT ADANYA CINTA SEGITIGA , OKNUM KEPALA DESA KINI DI POLISIKAN

Saudari ” AL ” saat di konfirmasi oleh awak media www.suarahukum-news di kediamannya pada hari Senin ( 17 / 12 ) sekitar pukul 12 . 45 wib . sambil menceritakan kronologi awal kejadian yang di alami nya .

Pati , www.suarahukum-news.com – Di duga terlibat cinta segitiga dengan salah seorang perempuan bestatus sudah bersuami , salah satu oknum kepala desa yang berada di wilayah kecamatan Pucakwangi yang berada di perbatasan Kecamatan Winong yang berinisial ” ZA ” kini harus berurusan dengan pihak Kepolisian Resosrt Pati di bagian unit penanganan Perlindungan Anak dan Perempuan ( PPA ) yang di adukan langsung oleh pihak yang di duga korban akibat pengancaman dan tindak kekerasan yang di lakukan oleh si oknum kepala desa tersebut . ( 18 / 12 )

 

Kejadian bermula yang di latar belakangi akibat hubungan cinta terlarang yang di lakukan oleh oknum kepala desa yang berinisial ” ZA ” dengan saudari ” AL ” ( 22 tahun ) pada beberapa bulan waktu lalu yang tanpa di ketahui oleh pria yang berinisial ” DP ” yang di ketahui sbagai suami sah dari saudari ” AL ” . Setelah hubungan mereka mulai di ketahui oleh pihak suami akhirnya saudari ” AL ” lebih memilih keluarga serta anak dan berusaha memperbaiki hubungan keluarga mereka .

 

Namun ketika pada hari senin ( 10 / 12 ) sekitar pukul 03.30 wib saudari ” AL ” menerima panggilan masuk melalui hanphone seluler yang di ketahui adalah beliau saudara ” ZA ” ( oknum kepala desa ) keduanya bermaksud untuk agar urusan atau polemik cinta terlarang yang di ketahui sudah tidak ada kecocokan di antara keduanya agar di selesaikan secara baik – baik dan selanjutya mereka berjanjian di depan salah satu hotel yang berada di Jl.P.Sudirman malam itu .

 

Setelah antara dari saudari ” AL ” dan saudara ” ZA ” bertemu , lalau mereka bukanya berembuk untuk penyelesaian dengan baik namun dari oknum kepala desa yang berinisial ” ZA ” justru malah berbuat yang kurang baik mengingat bahwa dirinya adalah sosok kepala desa , selanjutnya dari saduara ” ZA ” merampas satu buah handphone milik dari saudari ” AL ” yang sudah pernah ” ZA ” berikan kepada ” AL ” ketika mereka masih berstastus menjalani cinta terlarang kala itu .

 

Selain merampas satu buah handphone , oknum kepala desa yang berinisial ” ZA ” tersebut juga di duga melakukan tindak penganiayaan kepada saudara “AL ” yang menyebabkan lebam pada tangan , bahu . Bahkan jari kelingking saudari ” AL ” hingga mengalami terkilir akibat terjatuh yang di sebabkan akibat kerasnya dorongan dan cengkraman tangan dari saudara ” ZA ” . Bahkan saudara ” ZA ” juga mengancam akan menembak dan membunuh saudara ” AL ” ( ” macem – macem tak pateni kue , tak tembak po pie ? ” ancaman kades kepada saudara ” AL ”  dengan logat Jawa sambil tangan kades tersebut memegangi tas yang di sandangnya , ucap saudara ” AL ” saat menirukan ancaman oknum kades malam itu ) setelah kejadian tersebut saudara ” ZA ” pergi meninggalkan saudari ” AL ” di depan hotel pada dini hari itu sekitar pukul 03 . 30 wib pada hari senin ( 10 / 12 ) .

 

Selanjutnya saudara ” AL ” di dampingi oleh suaminya yang berinisial ” DP ” untuk berobat dan melakukan visum ke Rumah Sakit Umum Daerah Suwondo Pati dengan Nomor RM : 219666 karena dari pihak suami takut terjadi sesuatu yang menggangu kesehatan istrinya . Setelah melakukan visum selanjutnya mereka mengadukan hal tersebut ke unit PPA polres Pati malalui aduan tertulis bermatrai , sekitar pada hari senin ( 10 / 10 ) .

 

Saat awak media www.suarahukum-news.com wawancara dengan saudari ” AL ” yang di dampingi suaminya yang berinisial ” DP ” di rumahnya pada hari senin ( 17 / 12 ) sekitar pukul 12 . 48 wib mengatakan ;

Dokumentasi gambar yang di ambil melalui foto handphone milik saudara ” DP ” suami dari saudari ” AL ” pasca kejadian . warna biru memar yang ada pada pergelangan tangan , lengan dan bahu dari saudara ” AL ” yang di sebabkan akibat kerasnya dorongan yang mengakibatkan terjatuh , dan di duga akibat kerasnya cengkraman tangan yang di lakukan oleh pihak ” ZA ” oknum kades

 

” saya mengaku bersalah pada suami saya , namun saya sudah berusaha memperbaiki semuanya , mamun si oknum kades tersebut malah justru seperti ini , dia melakukan hal seperti ini , lihat mas lengan , bahu dan jari kelingkingku hingga sperti ini , bahkan saya sering di ancam lewat lisan akan di bunuh atau di tembak ” tuturnya sambil menunjukan lengan dan jari kelingkingnya yang masih terlihat biru memar pada hari Senin ( 17 / 12 ) sekitar pukul 12 . 48 Wib di kediamannya .

 

Saduara ” DP ” juga menambahkan , ” urusan ini sudah saya serahkan kepada pihak berwenang mas , untuk selanjutnya berharap ada keadilan dari Allah dan dari bapak polisi yang sedang menerima aduan dari istri saya , yang sudah di serahkan ke unit ppa melalui aduan tertulis bermatrai ” imbunya dengan penuh harap akan keadilan

 

Pihak keluarga berharap agar permasalahan ini dapat di tindak lanjuti oleh pihak berwajib karena akibat pengancaman dan tekanan yang di lakukan oleh saudara ” ZA ” kini saudara ” AL ” mengalami trauma dan tekanan mental bahkan tidak berani beraktifitas sehari hari padahal saudari ” AL ” adalah sosok tulang punggung keluarga dan harus mencukupi kebutuhan sehari hari .

( Red / Tg / bersambung …………)

COMMENTS