Pati, www.suarahukum-news.com | Dukungan terhadap Pengadilan Negeri (PN) Pati dalam menegakkan keadilan dan supremasi hukum terus disuarakan masyarakat. Salah satunya datang dari warga Kabupaten Pati, Slamet Widodo, yang menyatakan dukungan penuh terhadap langkah PN Pati dalam menjalankan tugas dan kewenangannya sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (13/10)
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul insiden penyiraman air yang dilakukan oleh perwakilan kelompok masyarakat terhadap Juru Bicara PN Pati, Retno Lastiani. Peristiwa itu menjadi perhatian publik, terlebih tindakan tersebut dilakukan terhadap seorang perempuan yang menjalankan tugasnya di lingkungan lembaga peradilan.
Slamet Widodo menilai, perbedaan pendapat dan penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, penyampaian kritik hendaknya tetap mengedepankan etika, kesantunan, serta penghormatan terhadap martabat sesama manusia.
“Silakan menyampaikan aspirasi, kritik, maupun tuntutan. Itu merupakan hak masyarakat dalam negara demokrasi. Namun, jangan sampai kebebasan tersebut dilakukan dengan tindakan yang merendahkan martabat orang lain, apalagi sampai melakukan tindakan fisik yang tidak pantas terhadap seorang perempuan,” tegas Slamet Widodo.
Ia mengaku prihatin atas insiden tersebut. Menurutnya, perempuan harus dihormati dan diperlakukan secara bermartabat, tanpa memandang jabatan maupun kedudukannya.
“Apakah kita lupa bahwa sosok yang kita hadapi itu seorang perempuan? Bahkan, kita semua terlahir dari rahim seorang perempuan, yakni ibu kita. Karena itu, sudah semestinya kita menjunjung tinggi rasa hormat, kemanusiaan, dan kesantunan dalam menyampaikan pendapat,” ujarnya.
Dukung Mahkamah Agung Selesaikan Persoalan Secara Profesional
Lebih lanjut, Slamet Widodo menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Mahkamah Agung (MA) dalam menyikapi dan menyelesaikan persoalan yang menjadi perhatian publik di PN Pati.
Ia berharap setiap persoalan ditangani melalui mekanisme yang berlaku, secara objektif, profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
Menurutnya, apabila terdapat dugaan pelanggaran atau persoalan yang membutuhkan klarifikasi, penyelesaiannya harus diserahkan kepada lembaga yang berwenang melalui prosedur hukum yang tepat, bukan dengan tindakan yang berpotensi memperkeruh suasana.
“Saya mendukung penuh langkah Mahkamah Agung untuk menyelesaikan persoalan di PN Pati secara profesional dan sesuai aturan. Jika memang ada hal yang perlu diperiksa atau diklarifikasi, silakan diproses melalui mekanisme yang berlaku. Kita harus menghormati hukum dan memberikan kesempatan kepada lembaga yang berwenang untuk bekerja,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa dukungan terhadap penegakan hukum tidak berarti menutup ruang kritik. Masyarakat tetap memiliki hak untuk mengawasi lembaga peradilan, tetapi pengawasan tersebut harus dilakukan secara bertanggung jawab, berdasarkan fakta, serta tidak mengabaikan etika dan ketertiban umum.
Ajak Masyarakat Jaga Pati Tetap Kondusif
Dalam kesempatan tersebut, Slamet Widodo mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pati untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah. Ia berharap dinamika persoalan yang sedang berkembang tidak memicu konflik berkepanjangan maupun aksi demonstrasi yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurutnya, Kabupaten Pati membutuhkan suasana yang aman, nyaman, dan stabil agar pembangunan daerah dapat berjalan dengan baik. Kondisi yang kondusif juga penting untuk menjaga kepercayaan pelaku usaha dan investor dalam mengembangkan kegiatan ekonomi di daerah.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Pati untuk tetap menjaga persatuan, keamanan, dan kondusivitas wilayah. Jangan sampai perbedaan pandangan membuat kita terpecah belah. Pati ingin maju, pembangunannya berjalan, perekonomiannya berkembang, dan masyarakatnya bisa hidup dengan aman serta nyaman,” katanya.
Ia menambahkan, penyampaian aspirasi sebaiknya dilakukan secara damai, tertib, dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat luas. Dialog dan komunikasi dinilai menjadi jalan yang lebih baik untuk mencari solusi atas persoalan yang muncul.
“Pati membutuhkan suasana yang sejuk dan kondusif. Kita ingin pembangunan terus berjalan, lapangan usaha berkembang, dan para investor merasa aman serta nyaman untuk menanamkan modalnya. Jangan sampai persoalan yang belum selesai justru menimbulkan ketidakpastian dan merugikan masyarakat sendiri,” tambahnya.
Supremasi Hukum dan Kondusivitas Harus Berjalan Bersama
Slamet Widodo berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan penyelesaian persoalan melalui jalur hukum. Ia menilai, penegakan hukum yang berkeadilan harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi.
Menurutnya, menjaga marwah lembaga peradilan bukan berarti menghalangi kritik, melainkan memastikan bahwa setiap kritik disampaikan secara bertanggung jawab dan setiap dugaan pelanggaran diperiksa secara objektif.
Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjaga persaudaraan di tengah perbedaan pandangan.
“Jangan sampai kita kehilangan rasa hormat dan persaudaraan hanya karena perbedaan pendapat. Mari kita percayakan penyelesaian persoalan kepada mekanisme hukum, tetap kritis, tetapi juga santun dan bertanggung jawab. Yang kita harapkan bersama adalah keadilan, kepastian hukum, serta Kabupaten Pati yang aman, damai, dan semakin maju,” pungkas Slamet Widodo.
(Red/Tg)






