Anggota DPRD Pati: Perlu Memaksimalkan Program Binaan Terhadap Rintisan Desa Wisata

Advertorial808 Dilihat

 

Pati, www.suarahukum-news.com | Kabupaten memiliki banyak potensi di sektor pariwisata. Baik wisata alam, wisata pantai maupun wisata religi. Karena, kota yang memiliki slogan Bumi Mina Tani ini merupakan wilayah yang diapit antara Pegunungan Kendeng Utara dengan lereng Muria, serta memiliki garis bibir pantai yang membentang mulai dari perbatasan Kabupaten Jepara-Rembang. (23/11)

Namun, untuk mendorong terbentuknya desa wisata yang menarik dapat menarik pengunjung, maka diperlukan sebuah sarana dan prasarana yang memadai. Menanggapi adanya hal ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati meminta adanya turun tangan dari Pemerintah Daerah.

Pada kesempatanya, Narso, selaku Ketua Fraksi Nurani Keadilan Rakyat Indonesia (NKRI) DPRD Kabupaten Pati bahwa perlu untuk memaksimalkan program binaan terhadap rintisan desa wisata.

“Perkembangan desa wisata sangat bergantung pada jumlah kunjungan wisatawan. Oleh karenanya, perlu peran Pemkab dalam mem-branding desa wisata berkembang. Selama ini memang sudah ada program untuk pembinaan desa wisata. Jadi Harus disinkronkan baik program dan maupun infrastrukturnya dari desa atau Pemkab,” kata Narso.

Seperti halnya desa wisata Bakaran Wetan, di mana dulunya termasuk dalam rintisan desa wisata. Namun kini berkat pembinaan yang baik, serta berbagai event menarik, maka mampu menambah kunjungan wisata hingga menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Pati.

“Di Bakaran Wetan sudah sering ada festival batik dan event lain, ini hal yang bagus. Kalau untuk konsistensi mulai dari perilisan awal hinga bagaimana desain wisatanya harus selalu didampingi oleh dinas terkait agar semakin efektif dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Daerah Kabupaten Pati juga memberikan kewenangan masing-masing desa dalam mengatur dan mengelola potensi wilayah. (*)

 

 

(Red/Sh)