Pati, www.suarahukum-news.com-Pengisian perangkat desa (Parades) tahun 2022 yang rencananya akan mengisi berbagai formasi sesuai dengan kekosongan desa masing-masing (melaksanakannya) tampaknya tidak berjalan dengan baik-baik saja, Pasalnya hal itu justru menuai kontroversi dan ketegangan antara Pimpinan Legislatif dan Pemangku Kebijakan (Executive) di Bumi Mina Tani beberapa hari terakhir.(17/04).
Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin pada hari Kamis (14/04/2022) telah mengelar Audiensi bersama Pihak-pihak terkait guna menyampaikan beberapa hal yang dianggap bertentangan dengan mekanisme birokrasi (Undang-Undang Desa) serta beberapa hal yang perlu dianggap adanya evaluasi. Selaku pimpinan rapat pihaknya juga menanyakan terkait penunjukan Unisbank sebagai pihak yang akan menggelar ujian dengan sistem CAT.
“Kenapa ndak universitas lain. Unisbank pernah dipakai Pemkab Pati pada pengisian perangkat tahun 2020 lalu dan ada beberapa persoalan, dimana saat itu pengumuman mundur 8 jam dan diduga ada kepentingan terkait mundurnya pengumuman tersebut,” ujarnya dalam rapat Audensi sore itu.
Selain itu, dirinya juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah menyetujui anggaran terkait pengisian perangkat desa, akan tetapi pihaknya sudah merekomendasikan untuk tidak menggunakan Unisbank lagi. Rekomendasi ini muncul lantaran pada pengisian perangkat desa pada tahun 2020 lalu dinilai terdapat beberapa persoalan.
“Pada saat pembahasan pengisian perangkat itu, ada anggota dari badan anggaran DPRD Kabupaten Pati yang menyampaikan pihak ketiga jangan Unisbank lagi. Dan saat itu juga dijawab oleh Pak Sekda Jumani, bahwa pihaknya tidak menggunakan Unisbank lagi,” jelas Ketua DPRD Kabupaten Pati menambahkan.
Lebih lanjut pihaknya juga mempertanyakan terkait tempat pelaksanaan ujian perangkat desa yang berada di Hotel UTC, Semarang. Ia menilai pelaksanaan ujian ini seharusnya bisa digelar di Kabupaten Pati.
“Kenapa tidak di Kabupaten Pati saja. Di hotel Safin kan bisa, atau di gedung Korpri. Malah bisa menghemat waktu serta biaya”, ucapnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Pati Jumani sekaligus Ketua Panitia pengawas pengisian perangkat desa mengungkapkan jika pihaknya kembali menunjuk Unisbank karena memang perguruan tinggi ini yang paling baik jika dibandingkan dengan 12 perguruan tinggi lainnya (sesuai usulan).
“Semua Perguruan tinggi yang mengajukan sanggupnya di Semarang, itu dengan sistem CAT. Dan dari berbagai perguruan tinggi tersebut, Unisbank yang terbaik”. Jelasnya.
Kemudian, terkait pelaksanaan rekomendasinya pihaknya akan berkoordinasi lagi dengan Bupati Pati serta menunggu instruksi Bupati terkait hal ini.
“Karena penundaan bukan ranah kami, akan tetapi itu adalah ranahnya Pak Bupati. Kami hanya Panitia Pengawas Pengisian Perangkat Desa,” jawabnya.
Menanggapi jawaban tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin menyampaikan jika pihaknya sudah bertemu dengan Bupati namun dari Pak Bupati mengatakan jika itu bukan wewenangnya melainkan wewenang dari Ketua panitia pengawas pengisian perangkat desa.
“Nah, Ini kan yang membuat kami jadi menduga-duga adanya unsur kepentingan disini,” sesalnya.
Hal ini, masih kata Ali Badrudin, sudah menyalahi komitmen dari Sekda Pati Jumani yang saat rapat gelar pendapat tentang pengisian perangkat desa, beberapa bulan lalu tidak akan menunjuk Unisbank, dan beberapa alasan lainnya terkait Unisbank yang tidak punya studi ilmu pemerintahan.
“Untuk itu, kami dari pihak DPRD Kabupaten Pati sepakat merekomendasikan agar pengisian perangkat desa ini untuk ditunda sementara waktu. Dan harus ada evaluasi. Jangan kesannya asal-asalan begini,” tandasnya.
# Pengisian Perangkat Desa 2022, Puluhan Kepala Desa Datangi Unisbank Semarang dan Menyatakan Sikap.
Disisi lain, Puluhan kepala desa penyelenggara pengisian perangkat di Kabupaten Pati juatru mendatangi Universitas Stikubank Semarang pada hari Jumat (15/04/2022). Adapun maksud dan tujuan 95 kepala desa ini ialah menyatakan sikap agar proses tahapan pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati tidak ada penundaan dan tetap terus berlanjut sesuai mekanisme yang telah ditentukan.
Bertempat di salah satu kampus Universitas Stikubank Semarang (Unisbank), puluhan kepala desa tersebut dengan tegas menyatakan bahwa tahapan seleksi isian perangkat desa jangan sampai ada penundaan.

Rektor Universitas Stikubank Semarang, Edy Winarno yang secara langsung menemui puluhan kepala desa tersebut menyampaikan bahwa pihak Unisbank telah melalui proses yang ditentukan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Pati untuk memfasilitasi ujian tertulis pengisian perangkat desa.
“Setelah melalui beberapa tahapan seleksi, kami dinyatakan pemenang dan berhak untuk memfasilitasi seleksi ini. Dan hari ini puluhan kepala desa yang menyelenggarakan pengisian perangkat desa meminta agar proses tetap berjalan,” ujarnya saat diwawancarai.
Sesuai mekanisme yang telah ditentukan, ujian tertulis pengisian perangkat desa akan dilaksanakan pada hari Sabtu (16/4/2022) di Hotel UTC di Semarang. Dalam prosesnya agar berjalan dengan lancar, telah disepakati melalui MoU antara Rektor Unisbank dengan para kepala desa yang dilaksanakan di Ruang Penjawi Setda Pati pada 5 April 2022 lalu.
“Sejauh persiapan sudah 100% mulai Sabtu jam 6 pagi. Dan tim pun telah diterjunkan untuk menangani IT, komputer, perlengkapan protokol kesehatan dan lainnya. Intinya kami sudah siap memfasilitasi kegiatan seleksi ini”, jelasnya.
Sementara Kepala Desa Sidoarjo, Bogi Yuli menyampaikan bahwa ia bersama rekan – rekan kepala desa sengaja datang ke Semarang guna mempertanyakan terkait wacana bahwa ujian seleksi perangkat desa akan ditunda.
“Alhamdulillah hari ini sudah terjawab bahwa proses tetap berjalan sebagaimana mestinya sesuai dengan jadwal yang ditentukan”, tegasnya.
Ia bersama rekan – rekan kepala desa yang lain berharap pada stakeholder dari unsur eksekutif maupun legislatif untuk dapat mendukung kegiatan maupun tahapan seleksi pengisian perangkat desa tahun 2022 di Kabupaten Pati.
# Pantau Tes CAT Seleksi Parades, Bupati Pati Pastikan Ujian Lebih Transparansi dan Berkualitas.
Ratusan peserta seleksi pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati mengikuti tes CAT yang bertempat di Auditorium Hotel UTC Semarang, Sabtu (16/4/2022). Dari 706 peserta seleksi, terbagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pagi jam 07.30 dan sesi kedua jam 12.00 WIB. Adapun pada tes kali ini, Universitas Stikubank (Unisbank) merupakan pihak pemenang selaku fasilitator dalam pelaksanaan tes CAT.

Adapun pada sesi kedua tersebut, turut hadir Bupati Pati Haryanto untuk memantau langsung proses pelaksaan tes CAT yang baru pertama kali diselenggarakan bagi pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati.
“Alhamdulillah, berdasarkan apa yang saya ikuti tadi, ujian ini sangat bisa dipertanggung jawabkan. Secara transparan, akuntabel serta para peserta pun terlihat nyaman saat mengerjakan soalnya masing – masing,” ujar Bupati Pati Haryanto saat sambutan.
Kepada seluruh peserta ujian di sesi kedua tersebut, Bupati menegaskan bahwa pihaknya tidak sedikit pun mengambil alih kewenangan yang dimiliki oleh kepala desa penyelenggara isian seleksi. Namun, pemerintah daerah hanya mengatur regulasi yang ada. Serta memfasilitasi maupun menjembatani upaya untuk transparani di dalam penyelenggaraan. Sekaligus tidak memberatkan bagi para peserta. Sebab, ujiannya telah ditanggung pemerintah daerah.
“Setiap 1 formasi, anggaran yang dikeluarkan sebanyak 5 juta rupiah. Sehingga calon tidak dipungut biaya apapun. Kalau perjalanan dari Pati ke Semarang membutuhkan biaya transport, tidaklah seberapa dan merupakan hal yang wajar. Ujian ini tidaklah jauh berbeda dengan tes CPNS, sehingga hasilnya dapat langsung dilihat,” jelasnya.
Sehingga Bupati menilai bahwa pada ujian CAT perangkat desa ini, terdapat transparansi, kejelasan serta kualitas. Terlebih, CAT langsung bersinggungan dengan teknologi.
Sementara, Ketua Pelaksana Tes CAT dari Unisbank, Elen Puspitasari menyampaikan, menyampaikan bahwa hasil dari tes ini bisa langsung dilihat. Yaitu, usai pelaksanaan ujian selama 90 menit, hasilnya dapat langsung dicetak dan diberikan pada kepala desa maupun panitia desa sesuai dengan formasi.
“Baik di sesi satu maupun sesi dua masing – masing durasinya 90 menit. Namun di sesi dua terdapat tambahan untuk formasi kasi pelayanan dan formasi ini ada tes praktiknya melalui CAT juga selama 30 menit. Jadi di sesi dua ini memang sedikit lebih lama,” jelas perempuan yang juga menjabat Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Unisbank.
Sesuai mekanisme yang telah ditentukan bahwa, ujian tertulis pengisian perangkat desa dilaksanakan pada hari Sabtu (16/4/2022) di Hotel UTC di Semarang. Dalam prosesnya agar berjalan dengan lancar, telah disepakati melalui MoU antara Rektor Unisbank dengan para kepala desa yang dilaksanakan di Ruang Penjawi Setda Pati pada 5 April 2022 lalu.
(Red/Sh)






