Gebrak Perkebunan Berkelanjutan, Kementan Gandeng Multipihak, Dorong Ekonomi Hijau & Agroforestri

Nasional13 Dilihat

Jakarta, www.suarahukum-news.com | Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan memperkuat transformasi sub sektor perkebunan dengan menjalin kerja sama strategis bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) serta Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) pengembangan kawasan perkebunan berbasis agroforestri, Senin (13/4/2026).

Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto, Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pupuk Indonesia (Persero) Jamsaton Nababan, serta Ketua Umum Duta Petani Milenial dan Duta Petani Andalan Rayndra Syahdan Mahmudin.

“Pengembangan perkebunan ke depan harus mampu mengintegrasikan aspek ekonomi dan lingkungan secara seimbang,” ujar Dirjen Perkebunan, Senin (13/04)

Selain itu, Ditjen Perkebunan mendorong transformasi sub sektor perkebunan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Agroforestri menjadi pendekatan strategis untuk mencapai keseimbangan tersebut.

“Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi hijau, termasuk melalui proyek karbon berbasis solusi alam (Nature Based Solutions/NBS),” imbuhnya.

Nota Kesepahaman ini, lanjutnya, sebagai langkah konkret dalam mendorong hilirisasi perkebunan yang berkelanjutan.

“Kerja sama ini menjadi landasan sinergi antarpihak dalam mengembangkan sistem agroforestri yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga berkontribusi pada penurunan emisi gas rumah kaca,” harapnya.

Implementasi kerja sama juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengelolaan lahan yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat tata kelola kolaborasi lintas sektor.

“Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan dan proyek karbon berbasis NBS, pertukaran data lahan, pengembangan serta pemantauan proyek karbon, penyediaan sarana produksi, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia pekebun,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

(Red/Sh)