Palu, www.suarahukum-news.com | Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan melalui Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa melaksanakan rangkaian kunjungan kerja dan Rapat Koordinasi Analisis Kegiatan Prioritas Penguatan Konsep dan Praktik Wawasan Nusantara bagi Seluruh Rakyat Indonesia dalam Memperkuat Komponen Cadangan di Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. (16/04)
Agenda ini merupakan bagian dari implementasi RPJMN 2025–2029 yang menempatkan penguatan Komcad dan Komduk sebagai agenda prioritas pembangunan pertahanan nasional melalui integrasi kemampuan militer dan nonmiliter.
Posisi Kota Palu, Sulawesi Tengah, sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas strategis, memiliki nilai strategis pertahanan yang signifikan karena berada di kawasan tengah indonesia yang menghubungkan wilayah barat dan timur nusantara.
Letak geografisnya yang berhadapan langsung dengan teluk palu. Selain itu, karakteristik wilayah yang rawan bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami juga menuntut kesiapan pertahanan yang tidak hanya berorientasi militer, tetapi juga pada aspek nonmiliter.
Dalam Rakor yang digelar di Palu, Asisten Deputi Koordinasi Doktrin dan Strategi Pertahanan, Brigjen TNI Parwito menyampaikan bahwa penguatan Komcad merupakan kebutuhan strategis nasional di tengah dinamika ancaman yang semakin kompleks dan multidimensional.
“Komponen Cadangan harus dibangun secara terencana, terstruktur, dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh elemen bangsa. Sinergi pusat dan daerah, serta dukungan masyarakat, menjadi kunci utama dalam mewujudkan sistem pertahanan semesta yang tangguh dan adaptif,” tegasnya.
Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi, sinkronisasi, serta sinergi antar pemangku kepentingan pusat dan daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya nasional untuk pertahanan negara, dan bertujuan menyamakan persepsi terkait penguatan Wawasan Nusantara sekaligus mengidentifikasi potensi sumber daya yang dapat diberdayakan dalam mendukung sistem pertahanan semesta.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber, yaitu Dr. H. Rudi Dewanto, S.E., M.M. (Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Tengah), Kolonel Kav Luluk Setyanto (Aster Kasdam XXIII/Palaka Wira), dan Djayani Nurdin (Ketua Senat Universitas Tadulako), serta dihadiri oleh Forkopimda Sulawesi Tengah, Pimpinan Pemerintah Kabupaten/Kota di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah, perwakilan dari Kementerian/Lembaga, dan akademisi.
Para narasumber menegaskan bahwa Pemerintah Daerah memiliki peran strategis dalam penguatan Komcad melalui dukungan sumber daya manusia, infrastruktur, dan kelembagaan. Dari perspektif TNI, Komcad dipandang sebagai force multiplier yang memperkuat daya tangkal wilayah melalui pembinaan dan pelatihan berkelanjutan. Sementara itu, kalangan akademisi menekankan pentingnya penguatan Wawasan Nusantara melalui pendidikan dan pembinaan generasi muda sebagai bagian dari upaya bela negara.
Sebagai bagian dari kunjungan kerja, Tim Kemenko Polkam juga melakukan kunjungan kerja ke Kodam XXIII/Palaka Wira dalam rangka koordinasi dan sinkronisasi penguatan konsep dan praktik Wawasan Nusantara guna mendukung optimalisasi Komcad.
Pertemuan bersama Pangdam dan jajaran menegaskan bahwa Komcad merupakan bagian strategis dari sistem pertahanan negara yang tidak hanya berfungsi sebagai kekuatan pendukung TNI, tetapi juga sebagai instrumen peningkatan kesadaran bela negara dan ketahanan nasional.
Namun, implementasinya masih memerlukan penguatan pada aspek regulasi turunan, kelembagaan, penganggaran, sistem operasional, serta pembinaan berkelanjutan dan perlindungan sosial ekonomi anggota agar pengelolaan Komcad dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Selanjutnya, kunjungan kerja di Lanal Palu menekankan pentingnya implementasi Wawasan Nusantara yang adaptif terhadap karakteristik geografis Sulawesi Tengah sebagai wilayah pesisir dan kepulauan yang strategis. Selain perlunya penguatan pengawasan terhadap aktivitas maritim seperti pembangunan dermaga tanpa izin, pertemuan ini juga menegaskan peran Lanal Palu sebagai garda terdepan dalam membina potensi maritim dan menanamkan nilai kebangsaan kepada masyarakat.
Diperlukan peningkatan sinergi antara TNI AL, pemerintah daerah, dan masyarakat guna mengoptimalkan potensi wilayah menjadi kekuatan pertahanan yang siap dimobilisasi sebagai Komcad, sekaligus memperkuat ketahanan wilayah dan keutuhan NKRI.
Serangkaian Rakor dan Kunjungan Kerja ini menyimpulkan bahwa penguatan Komponen Cadangan harus dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan.
“Ke depan, diharapkan sinergi lintas sektor semakin konkret melalui penguatan regulasi, peningkatan kapasitas SDM, dan sosialisasi yang masif, sehingga Komcad mampu menjadi kekuatan pendukung yang siap, profesional, dan efektif dalam menjaga kedaulatan NKRI,” pungkasnya.
(Red/Sh)












