oleh

Kunker Sekjen LSM GMBI & Wilter Jateng di Pati, Bambie: Kita Berjuang Untuk Kaum Lemah 

Pati, www.suarahukum-news.com – Sekretaris Jenderal LSM GMBI Bembie Yuliansah, Senin (21/11) telah melakukan kunjungan kerja ke Distrik Pati, dalam rangka konsolidasi organisasi dan pemberian dorongan motivasi. Bertempat di Pemancingan Talun, Kecamatan Kayen.(22/11).

Acara yang dihadiri langsung oleh Sekjen LSM GMBI, Ketua Wilter Jawa Tengah Dan Ketua Distrik LSM GMBI Pati, Ketua Distrik Rembang, Ketua Distrik Jepara, Ketua Distrik Demak serta seluruh anggota dan pengurus Distrik Kabupaten Pati.

Pada kesempatan itu, Ketua LSM GMBI Distrik Pati Muhammad Zaenuri  mengungkapkan,”Kami akan melakukan gerakan-gerakan dan aksi di Kabupaten Pati, sesuai dengan tupoksi kami sebagai lembaga kontrol sosial,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Wilter LSM GMBI Jawa Tengah Tony, S.H telah menyampaikan ucapan terima kasih kepada Distrik Pati, Distrik Rembang dan Distrik Demak yang sudah mempersiapkan segala kebutuhan, sehingga hari ini acara dapat berlangsung dengan baik.

“Terima kasih telah membantu segala persiapan, sehingga pelaksanaan acara dapat berjalan dengan baik,” ucapnya.

Lebih lanjut Ketua Wilter Jateng juga menyampaikan, Alhmdlulillah siang ini (21/11) bisa bertatap muka dan bisa mendampingi Sekjen dihadapan teman-teman di Kota Pati, sehingga dapat memberikan berbagai pemahamaan kepada seluruh anggota LSM GMBI Distrik Pati.

“Semoga kedepanya bisa berjalan dengan baik dan bisa bersinergi dengan jajaran pemerintah daerah,” imbuhnya.

Adapun untuk seluruh program dari Distrik Pati, kami selalu mendukung dan mensupoort.

Seperti halnya diwilayah Kabupaten Banjarnegara, awal pertama kita disana dipandang sebelah mata, khususnya bupati.

“Alhmdulillah dengan kesetiaan dan selalu semangat, serta Ormas disana sudah saling kenal, selanjutnya kita kawal (perkara) bersama, sehingga status Bupati Banjarnegara ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi, sebagai pelopor pertama adalah dari kami LSM GMBI,” paparnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Sekjen LSM GMBI Bembie Yuliansah juga menyampaikan terima kasih atas antusiasme dari seluruh pengurus dan anggota Distrik Pati dalam acara tersebut.

“Tak lupa salam hormat kepada Distrik Pati, Distrik Rembang, Distrik Demak,” kata Sekretaris Jenderal LSM GMBI Bambie Yuliansah.

Selain itu Bambie juga mengatakan, LSM GMBI ini diajarkan menembus ruang dan waktu, jadi kita itu harus memahami menembus ruang dan waktu, seperti apa yang saya lakukan dari Bandung sampai Pati itu juga sebagian menembus ruang dan waktu, itu yang selalu diajarkan pimpinan kita dan pendiri kita yang luar biasa visi dan motivasinya, beliau sangat kuat hebat menembus ruang dan waktu.

“Sebelum melangkah di LSM GMBI, ada beberapa poin yang harus dipahami yaitu mengenai lambang yang ada di baju GMBI. Sebelah kanan tersematkan lambang bela begara. Dan mengulas sedikit tentang GMBI, mungkin yang sudah lama mengetahui LSM GMBI ini yaitu dilahirkan di Gunung Tuntang tanggal 18 maret 2002, namun sempat terjadi perdebatan karena pendirian GMBI ini sangat sakral. Ada tiga tanggal yaitu 8, 18, 21. Tapi diambil yang ditengah yaitu  tanggal 18 Maret 2002,” terangnya.

LSM GMBI didirikan dengan tujuan yang mulia, yaitu untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat yang terdindas dan terdholimi, peduli kepada kaum yang lemah.

“Ada tiga tanggal untuk pelantikan GMBI, saat didikkan pendiri kita melakukan tirakat tanpa tahu waku, saking khususnya tirakat mengenai lahir tanggal, kita ambil tengahnya yaitu tanggal 18 Maret 2002,” imbuhnya.

Pendiri GMBI ada 2, dan pada tanggal 18 maret 2002 disepakati sebagai hari dilahirkan (LSM GMBI). Adapun yang membidangi yaitu almarhum guru H. Amanudin, beliau adalah imam besar Masjid Banjarnegara Curuk Siliwangi. Sementara lambang yang ada di sebelah dada kiri, asal mulanya dituliskan di atas air Curuk Siliwangi.

“Alhamdulillah LSM GMBI dibawah ketua umum, sudah ada 11 provinsi dan itu satu komando, di kota itu ada 1,2 juta, dan kita harus menteladani atas usaha yang dilakukan oleh ketua umum dalam mengembangkan sayap, dengan merangkul, merekrut dan berjuang untuk membela kaum lemah,”tandasnya.

 

 

 

 

 

(Red/Khoeroni)

News Feed