Minta Insentif Parades Naik, Ketua DPRD Pati: Lihat Kemampuan Keuangan APBD 

Advertorial1086 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com-Audensi yang dilaksanakan oleh ratusan Kepala Desa di Kantor DPRD Kabupaten Pati beberapa waktu lalu selain meminta di remajakanya mobilitas (kendaraan) bagi Kepala Desa, pihaknya juga mendesak pemerintah Kabupaten Pati agar tunjangan atau pun intensif bagi kades dan Perangkat Desa agar dinaikkan.(26/02)

Adapun permintaan Kepala Desa dengan mengusulkan agar dinaikkan insentif bagi perangkat desa, mulai dari RT dan RW intensifnya agar dinaikkan. Dari yang semula hanya Rp 500 ribu, agar bisa ditambahi. Begitu juga dengan BPD agar bisa untuk ditambahi supaya dapat mencukupi kebutuhan dan operasional kinerjanya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin menyatakan, terkait usulan penambahan nominal intensif yang diterima bagi Kades dan Perangkatnya melihat kemampuan keuangan APBD.

“Sebab, eksekutif dalam hal ini perlu juga mengkaji dan menganalisis seberapa besar anggaran yang dimiliki,” ujar Ali Badrudin usai menerima audiensi dengan para Kades.

Sementara terkait dengan permintaan kades yang mengusulkan penambahan insentif, Ali mengaku hanya sekedar bisa untuk memfasilitasi aspirasi desa untuk diusulkan ke pihak eksekutif.

“Kita tidak bisa menyebutkan bisa untuk menambahi dari sekian menjadi sekian. Karena itu bukan domain kami. Namun kami akan menyampaikan dan memfasilitasi teman-teman kades kepada jajaran eksekutif,” jelasnya.

Sementara itu, dalam permohonannya Ketua Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa (Pasopati), Pandoyo mengatakan intensif yang diterima oleh kades beserta perangkatnya sangat kecil. Apalagi mengingat keberadaan kades hingga RT dan RW mempunyai peran yang signifikan untuk menyampaikan kebijakan pemerintahan di atasnya.

“Tunjangan kinerja bagi kades dan Perangkat Desa di Kabupaten Pati tertinggal dari daerah lain. Misalnya seperti di Kabupaten tetangga (Rembang) yang sudah layak,” ujar Pandoyo.

Lebih lanjut Pandoyo juga menyampaikan kalau tunjangan BPD, RT dan RW di Kabupaten Pati terlalu minim.

“Maka, perlu diperjuangkan agar ada penambahan tunjangan yang diterima bagi mereka, untuk dapat meningkatkan tarap kesejahteraan,” kata Pandoyo.

 

 

(Red/Sh)