oleh

Miris ….,Kelakuan Bejat Seorang Kakek Diduga Tega Hamili Wanita Penyandang Disabilitas

-Opini-434 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com- Sungguh ironis, Seorang perempuan penyandang disabilitas tuna wicara diduga menjadi korban pemerkosaan, sebut saja Melati (bukan nama sebenarnya) warga Desa Tayu Kulon, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kini harus mengandung beban hidup yang cukup berat akibat ulah sang kakek cabul. Selain itu, sesuai dengan hasil pemeriksaan medis, usia kandungan Melati sudah berusia 6 bulan. (13/01).

Hal itu membuat Eyang Tanti, Ketua Yayasan Sahabat Perempuan dan Anak  Women and Child Crisis Center (WCC) Kabupaten Pati mengambil langkah tegas, dengan mendatangi kediaman rumah korban, dan memberikan bantuan hukum kepada keluarga korban.

“Korban merupakan penyandang tuna wicara, sehingga sedikit kesulitan ketika diminta untuk menceritakan kronologi kejadian,” ujar Izzudin Arsalan,S.H,M.H, yang merupakan kuasa hukum yang ditunjuk dari Yayasan Sahabat Perempuan dan Anak Kabupaten Pati, Rabu (12/01).

Namun, lanjut Arsalan, Dari keterangan ibu kandung korban awalnya curiga kepada anak kandungnya yang tidak lagi menstruasi beberapa bulan terakhir.

“Awalnya, orang tua korban mengira anaknya memiliki penyakit tumor. Namun setelah sang ibu menceritakan pada kerabatnya, kemudian dibawa ke bidan desa untuk diperiksa. Namun dari hasil pemeriksaan ternyata Melati (bukan nama sebenarnya) tengah hamil dengan usia kandungan sekitar 6 bulan,” imbuhnya sore itu.

Lantaran ada kejanggalan dalam hamilnya Melati yang di ketahui berstatus lajang, kemudian pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pati. Sedangkan untuk mengetahui siapa yang telah berbuat kelakuan keji terhadap penyandang Disabilitas itu. Oleh pihak keluarga, kemudian korban di suruh menunjukkan kerumah yang diduga sebagai pelaku.

Hasil pemeriksaan, Melati (bukan nama sebenarnya) telah hamil 6 bulan.

“Dari petunjuk beberapa gambar dan rumah yang diduga sebagai pelaku, kemudian korban menunjuk pada salah satu foto dan sontak membuat korban menangis histeris. Seolah memiliki riwayat suatu peristiwa yang memukul hati korban,” terangnya menambahkan.

Ditambahkan Arsalan, dugaan pemerkosaan itu dilakukan pada tahun 2021 mengingat usia kandungan sudah 6 bulan. Bahkan Pelaku diperkirakan melakukan perbuatan bejatnya itu lebih dari 3 kali. Dari keterangan beberapa kerabat korban, pemerkosaan itu dilakukan saat pagi hari, ketika korban mau berangkat bekerja sebagai penjaga kebersihan di salah satu sekolah taman kanak-kanak dan pelaku sengaja memperkosa di dalam rumahnya.

“Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Pati. Kami berharap Polisi segera menangani perkara ini, mengingat korban pemerkosaan merupakan penyandang disabilitas. Dan semoga hukum dapat ditegakkan seadil-adilnya sehingga pelaku segera dapat mempertanggungjawabkan atas perbuatannya dengan hukum yang berlaku di negeri ini,” pungkasnya.

 

 

 

(Red/Tg)

News Feed