Stadion Joyokusumo Tak Lolos Verifikasi PSSI, Ketua Umum Persipa Pati Angkat Bicara

Advertorial1190 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Setelah melewati proses dan perjuangan yang cukup panjang, Persipa Pati akhirnya lolos di Liga 2 Indonesia. Namun, dalam perjuangan yang sudah dilalui tersebut tampaknya tidak membuatnya lepas cobaan. Pasalnya, digadang-gadang bisa bermain di kandang sendiri dengan lapangan kebanggaan, namun harus terkendala dengan rekomendasi dari PSSI. Hal itu menyusul keterangan resmi yang di tujukan kepada Ketua Umum Persipa Pati Joni Kurnianto, bahwa Stadion Joyokusumo belum memenuhi persyaratan sebagai tuan rumah Liga 2 Indonesia, karena beberapa faktor yang ada,(30/04).

“Berdasarkan verifikasi faktual, Tim Tehnis PSSI menyatakan bahwa Stadion Joyo Kusumo Pati belum memenuhi syarat untuk masuk dalam kategori Stadion sesuai yang tercantum dalam Regulasi Stadion PSSI,” bunyi Surat PSSI Nomor: 1559/UDN/1051/IV-2022, Selasa (26/04/2022).

Keterangan dalam Surat PSSI Nomor: 1559/UDN/1051/IV-2022.(foto:Tg)

Adapun dalam rekomendasi akhir, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) juga menyampaikan;

1. Untuk mendapatkan salah satu tanda kualitas FIFA, sistem rumput sintetis harus berhasil diuji di laboratorium dan di lapangan. Langkah 1; menguji produk di laboratorium, Langkah 2; menguji instalasi akhir.

2. Agar Stadion dapat digunakan untuk Liga 2, maka Pengelola Stadion Joyokusumo Pati wajib melampirkan bukti Sertifikat FIFA Quality atau FIFA Quality Pro yang dikeluarkan oleh Lembaga uji telah terakreditasi oleh FIFA.

3. Penataan ruangan agar dapat mengikuti kebutuhan kompetisi Liga 2.

4. Kapasitas penonton disarankan mengikuti jumlah Luasan area yang tersedia dengan penghitungan 1 meter dapat dk maksimalkan 2 penonton.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Persipa Pati Joni Kurnianto angkat bicara dan cukup menyayangkan adanya hasil akhir oleh tim verifikasi PSSI. Pasalnya, renovasi Lapangan Stadion Joyokusumo yang menelan anggaran puluhan milyar beberapa tahun lalu tersebut sempat diungkapkan memiliki sertifikat berstandar FIFA, namun setelah di uji lapangan justru hasilnya sangat mengecewakan.

“Ya cukup kecewa, dulu kok bisa lolos dari tim auditor sebelum adanya penyerahan dari pihak rekanan kepada pemerintahan daerah (DPUTR Pati) itu bagaimana prosesnya,” ujar Ketua Umum Persipa Pati Joni Kurnianto dalam keterangannya di Kantor Official Persipa, Blok Ruko depan SPBU Joyo, Jl. Pratomo 1D Pati, Jumat (29/04) sore.

Lebih lanjut pihaknya juga menyampaikan, mau tidak mau kita tetap harus berjuang agar Persipa Pati tetap melanjutkan perjuangannya, dan insyaallah atas semangat dan ikhtiar kita mampu lolos untuk di Liga 1.

“Kalaupun kita harus memakai stadion daerah lain ya bagaimana lagi, hal itu tetap kami tempuh. Tapi, setidaknya masih ada waktu, kalaupun nanti hasil evaluasi dapat dilakukan sebelum musim Liga 2 rampung, dan dinyatakan Stadion Joyokusumo memenuhi standardisasi dari PSSI, itu lebih baik lagi,” imbuh Ketua Umum Persipa Pati dalam keterangannya.

Sementara di tempat yang sama, Manager Persipa Pati Dian Dwi Budianto kepada awak media pihaknya juga menambahkan, sesuai dengan slogan kami #waningeyel, maka apapun yang terjadi kita sudah menyiapkan beberapa opsi agar di musim Liga 2 dapat berjalan dengan lancar.

“Mamun, sebuah kebanggaan tersendiri bagi kami (warga pati) di saat musim Liga 2 kita bisa memakai Stadion milik sendiri. Secara lokasi dan wilayah kita memiliki potensi itu. Hanya saja, saat dilakukan cek lapangan dari PSSI ditemukan belum memenuhi standar,” ucap Dian Dwi Budianto yang diketahui memiliki semangat luar biasa dalam memajukan Persipa Pati.

Kalau kita bisa main di daerah sendiri, Lanjut Dian, setidaknya dapat menumbuhkan potensi ekonomi, serta menjadikan kebanggaan tersendiri bagi suporter Persipa Pati.

“Semoga saja segera dilakukan evaluasi, sehingga kita bisa bermain di kandang sendiri agar dapat mendongkrak potensi ekonomi di saat musim Liga 2 nanti,” pungkasnya.

 

 

 

(Red/Tg)