Tinjau Lokasi, Kabid Pengelolaan Pasar Temukan Beberapa Titik Lokasi Pekerjaan Yang Belum Maksimal 

Kabid pengelolaan pasar Kabupaten Pati ,Rony tinjau pelaksanaan pekerjaan revitalisasi pasar Wedarijaksa, serta menemukan beberapa titik lokasi yang memang belum terselesaikan secara maksimal . Jumat  ( 27/12 )

Pati , www.suarahukum-news.com – Kepala Dinas Perdangan dan Perindustrian Kabupaten Pati Riyoso melalui Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Rony, siang tadi ( Jumat, 27/12 ) bersama tim, yang di dampingi langsung oleh beberapa perwakilan dari pihak PT pelaksana proyek telah meninjau langsung pada  lokasi pekerjaan revitalisasi pasar rakyat Wedarijaksa, guna memastikan beberapa pekerjaan yang masih belum terselesaikan secara maksimal. hal itu akibat buntut dari pemberitaan di media Suarahukum-News dengan edisi terbitan beberapa waktu lalu yang menemukan bahwa adanya di beberapa titik lokasi yang hingga saat ini belum secara maksimal terselesaikan dengan baik.  ( 27/12 )

Dalam tinjauan nya, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Kabupaten Pati Rony, telah  menemukan beberapa titik lokasi yang hingga saat ini memang belum rampung di kerjakan oleh pihak pelaksana  selaku pihak pemenang lelang dari proyek bernilai milyaran rupiah tersebut, diantaranya belum terselesaikan nya selokan air di dalam los pasar, belum terpasang nya beberapa lokasi pasangan keramik yang lepas,adanya pasangan talang air yang bocor dari atap sehingga dapat mengganggu aktivitas para pedagang yang sedang berjualan di sebelah bangunan yang baru ketika turun hujan, seperti yang terjadi pada  hari ini  ( Jumat, 27/12 ) siang  tadi , serta di saksikan langsung oleh Kabid Pengelolaan Pasar Kabupaten Rony ketika melakukan tinjauan di dalam pasar .

Di ketahui bahwa, Untuk Revitalisasi Pasar Rakyat Wedarijaksa di menangkan oleh pihak pemenang lelang atas nama PT. Bintang Rama Perdana, Konsultan Pengawas CV Adya Polan, Satuan Kerja dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati , untuk biaya sendiri telah menelan anggaran lebih kurang sebesar, Rp 3, 297 Milyar, sebuah angka yang cukup fantastis dalam proyek yang dikerjakan tersebut ,hal itu di maksud kan agar kedepan dapat membantu meningkatkan pertumbuhan roda perekonomian bagi masyarakat setempat maupun sekitarnya.

Terlihat di beberapa titik lokasi , bahwa ketika turun hujan air dari atap tidak seluruhnya masuk kedalam pralon di karenakan ketidak pas an pada sambungan, sehingga air melimpas keluar .

Kepada awak media Suarahukum-News, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Kabupaten Pati Rony mengatakan bahwa, memang setelah kita melakukan kroscek pekerjaan nya belum seluruhnya terselesaikan ;

” Kami terimakasih sekali atas partisipasi dari masyarakat tentang keikutsertaan nya dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan revitalisasi pasar Wedarijaksa ini, sehingga ketika terjadi kekurangan dari pekerjaan, kami bisa langsung memerintahkan dari pihak pelaksana supaya cepat di selesaikan, mengingat sudah mendekati akhir tahun, menyiasati hal itu tentunya kita akan berlakukan masa perpanjangan waktu pelaksanaan “, ujarnya saat di lokasi penijauan pasar Wedarijaksa siang tadi

Lebih lanjut, Rony juga mengatakan bahwa,” Untuk selanjutnya kami akan panggil pihak pelaksana supaya bertanggung jawab dan menyelesaikan pekerjaan nya ini “, tegas Rony

Sementara itu, salah seorang perwakilan dari pihak PT pelaksana proyek siang tadi, pihaknya juga mengatakan bahwa ;

” Untuk pembuatan saluran air yang berada di sebelah barat, kramiknya akan kami bongkar / potong untuk membuat selokan ( saluran air ) , memang ini kesalahan tukang nya mas, nanti kita akan benahi secepatnya”, katanya

Sementara itu, Ketua Pengurus Sekber IPJT ( Sekretariat Bersama Insan Pers Jawa Tengah ) Kabupaten Pati, Tugiyono siang tadi, yang juga turut berada di lokasi bersama beberapa awak media lainnya , pihaknya mengatakan bahwa ;

” Saya berharap, agar dengan adanya revitalisasi pasar Wedarijaksa ini dapat berfungsi secara maksimal, serta dapat di manfaatkan oleh para pedagang dengan sebaik-baiknya, serta kekuatan bangunan bukan hanya di ukur dalam masa selesai pertanggungjawaban ( 10 tahun ) saja, namun setidaknya dapat digunakan dalam waktu jangka panjang “, ucapnya

Lebih lanjut, Tugiyono juga mengatakan ,” Sebenarnya kalau mau melihat secara seksama dan mau mendengarkan beberapa keluhan para pedagang di pasar Wedarijaksa ini, maka akan ada banyak hal yang perlu dibenahi baik dari bangunan yang baru maupun dari proyek yang lama, serta dari tata kelolanya ,salah satu kendala tersebut adalah tentang saluran air, hingga beberapa atap baru yang belum secara maksimal berfungsi , hal itu dapat terlihat ketika turun hujan lebat seperti pada siang hari  ini “, Lanjutnya  sambil menunjukkan beberapa kucuran air yang cukup deras dari atas atap pasar

” Sangat di sayangkan ketika sebuah pekerjaan yang  belum secara selesai dikerjakan namun di duga sudah ada penandatanganan penyelesaian 100 % , kalau kategori perawatan / pemeliharaan tentunya bukan ini yang dimaksud , Karena perawatan itu adalah masa pemeliharaan setelah di tanda tangani nya pekerjaan yang 100 % namun telah terjadi  kerusakan di bagian tertentu . Lah  kalau ini  kan sudah jelas belum rampung seutuhnya , jadi harus bisa membedakan antara pertanggungjawaban pelaksanaan pekerjaan dengan pertanggungjawaban masa pemeliharaan . Kalaupun sudah ada penanda tanganan pekerjaan 100 %  ,  ya berarti pihak terkait  ada dugaan unsur dalam tanda kutip “, pungkasnya  dengan nada tegas

 

( Red / Tg )

COMMENTS