RESMIKAN BENDUNGAN RETIKLOT , PRESIDEN : AIR ADALAH KUNCI KEMAKMURAN DI NTT

Resmikan Bendungan Rotiklot turut Desa Fatuketi , Kecamatan Kakuluk Mesak , Kabupaten Belu Nusa Tenggara Timur , Senin ( 20 / 5 ) , Presiden Jokowi :  air merupakan kunci kemakamuran di NTT .

NTT , www.suarahukum-news.com – Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) pada hari Senin ( 20 / 5 ) telah meresmikan Bendungan Rotiklot yang terletak di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Bendungan Rotiklot merupakan salah satu dari 49 bendungan baru yang dibangun oleh pemerintah pada periode 2015-2019 . ( 21 / 5 )

Turut mendampingi Presiden dalam acara peresmian Bendungan Rotiklot, yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki, dan Staf Khusus Presiden Gregorius Mere

Dalam sambutannya , Presiden Jokowi kembali menekankan bahwa air merupakan kunci untuk meraih kemakmuran dan kesejahteraan di NTT. Oleh karena itu, jika di provinsi lain hanya dibangun satu bendungan, maka di NTT pemerintah membangun tujuh bendungan.

Ketujuh bendungan itu adalah Bendungan Raknamo , Rotiklot , Napun Gete , Temef , Manikin , Mbay dan Bendungan Welekis .

Bendungan Rotiklot memiliki Daya tampung total lebih kurang  sebesar 3,30 juta meter kubik dengan luas genangan 29,91 hektare dan tampungan efektif 2,33 juta meter kubik.

” Yang sudah selesai Raknamo . Sekarang Rotiklot airnya sudah naik seperti ini , sangat bagus sekali airnya . Nanti ada lagi Napun Gete . Ada lagi yang lain, ada tujuh semuanya . Itu pun kalau Pak Gubernur dan Pak Wagub masih mau minta tambah lagi . Ketemu bupati tambahnya sekarang waduk dan bendungan semuanya . Karena memang rumusnya di situ , jurusnya memang harus dimulai dari air ,” ujar Presiden.

Lebih lanjut Presiden Jokowi juga mengatakan , ” Setelah air tersedia , masyarakat bisa menanam beragam komoditas , baik itu padi , jagung , bawang merah , pepaya , pisang , hingga semangka atau melon di musim kemarau . Dengan tersedianya air ,  maka petani bisa panen lebih dari sekali dalam setahun ” imbuhnya

” Baru untuk berikutnya kalau airnya ada kita berfikir apa yang akan kita tanam. Step by step memang kita harus mencari jalan keluar agar kesejahteraan, kemakmuran betul-betul bisa kita raih bersama-sama ,” ungkapnya.

Bendungan Rotiklot sendiri bisa mengairi 139 hektare lahan . Selain itu , bendungan ini juga bisa dipakai untuk pembangkit listrik tenaga air , tempat wisata , dan untuk air baku seluruh penduduk di Kabupaten Belu ;

” Kita harapkan nanti bendungan-bendungan yang lain juga segera diselesaikan oleh Menteri PU kemudian yang permintaan bendungan yang baru-baru masih dalam pembahasan dan perhitungan ,” lanjutnya.

Daya tampung total bendungan ini sebesar 3,30 juta meter kubik dengan luas genangan 29,91 hektare dan tampungan efektif 2,33 juta meter kubik. Bendungan ini bertipe pelimpahan samping dengan lebar pelimpahan 12 meter, panjang saluran 255,59 meter, tinggi bendungan 42,50 meter, lebar puncak 10 meter, dan panjang puncak 415,82 meter.

Bendungan ini sebelumnya dikerjakan sejak akhir tahun 2015 silam dengan target waktu selama 1.110 hari kelender dengan sumber dana APBN tahun anggaran 2015-2018 dengan nilai kontrak konstruksi Rp497 miliar. Ia berharap masyarakat Kabupaten Belu bisa merasakan manfaat kehadiran Bendungan Rotiklot ini ;

” Hati-hati, setiap bendungan ini karena menggunakan anggaran cukup besar lebih kurang sekitar Rp 497 miliar untuk membangun Bendungan ini , jangan dipikir kecil . Kalau 7 Bendungan ,ya kalikan sendiri. Gede banget . Tapi memang ini sangat diperlukan oleh masyarakat di Nusa Tenggara Timur dan untuk jangka yang sangat panjang , dan semoga  ini dapat  bermanfaat bagi seluruh warga dan masyarakat disini  ,” tutur Kepala Negara.

( Red / Tg )

COMMENTS