Pati, www.suarahukum-news.com-Manager Persipa Pati Dwi Budianto saat dikonfirmasi Media ini, Senin (08/11/2021) membeberkan suka dukanya saat jelang mengikuti pertandingan di Pekalongan. “Iya betul mas, saat mendekati jadwal pertandingan untuk mengikuti Kompetisi kami kebingungan. Bagaimana tidak, uang dari APBD sebesar Rp 750 juta, pada pertengahan Bulan September sudah habis. Karena tidak tentunya jadwal, kita persiapan dari Bulan Mei meliputi gaji pelatih, official pemain full dan mess dari awal serta makan sehari-hari, ” ujar Manager Persipa Pati Dwi Budianto saat dikonfirmasi Media melalui sambungan telepon selulernya.(08/11).
Selain itu, Dwi Budianto juga mengatakan, Sedangkan untuk kebutuhan team setiap minggunya (minimal satu kali), meliputi dana uji tanding.
“Untuk kebutuhan saya sehari-hari, mengunanakan dana dari sponsor dan dari kantong pribadi, serta Asisten Manager Agung prasetyo,” imbuhnya.
Dengan habisnya uang tersebut, kami berkomunikasi dengan Pengurus Harian Persipa untuk mencari solusi bersama, dan selanjutnya kami (pengurus) menghadap ke Pembina Persipa Pati H.Joni Kurnianto,S.T,M.T, yang juga merupakan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati.
Selanjutnya, masih kata Dwi Budianto, Beliau kemudian mengadakan rapat bersama Koni, Pegurus Persipa dan Manajemen persipa.
Dalam rapat tersebut dihasilkan solusi tambahan anggaran, yaitu mengeser anggaran kejuaran PELTI yang terdapat di KONI, karena kegiatan tersebut tidak dapat di selenggarakan tahun ini, lantaran masih Massa Pandemi dan PPKM level 3.
“Anggaran tersebut yaitu POKIR dari bapak Joni kurnianto di berikan ke PELTI senilai Rp 2,75 juta. Bukan hanya itu, pada sebelumnya pada awal-awal Persipa sedang persiapan, beliau juga mengalihkan anggaran yang ada di KONI senilai Rp 100 juta ke Persipa. Serta penggeseran anggaran Rp 100 juta dari Pengurus Persipa yang sebelumnya akan digunakan untuk Persipa Junior,” beber Manager Persipa Pati Dwi Budianto.
Dari bantuan tersebut, Alhamdulilah kami bisa membayar tunggakan gaji pemain di Bulan Oktober dan juga menjadi modal kita untuk berangkat ke Pekalongan, walaupun anggaran itu sangat mepet.
“Selain itu, kami (Persipa Pati) juga mendapat support dari beberapa tokoh di Pati, seperti bantuan dari Ibu Kartina Sukawati Anggota DPR Provinsi Jawa Tengah, Ali Badrudin,S.E, Ketua DPRD Kabupaten Pati, Firman Subagyo Anggota DPR RI, Puskom Pati, Mas Danu, Sponsor Perusahaan yang beberapa baru masuk, dan support penuh dari Resimen Patifosi dengan sumbangan sembako dan sejumlah uang dari dana sumbangan #DiurusCahCah. Dari itu semua Persipa bisa menyambung nafas,” ujar Manager siang itu.
Tapi, masih kata Manager Persipa Pati, Kebutuhan team sangat banyak sekali dan akhirnya dengan Doa Masyarakat Pati, Restu dari Bapak Bupati Pati dan Wakil Bupati serta Ketua DPRD, serta tak henti-hentinya suport dari Suporter Persipa Pati Resimen Patifosi yang didukung dengan ketulusan para pemain yang bisa menerima keadaan, rasa kebersamaan yang sudah terjalin hampir 5 (lima) bulan kita bisa lolos di 10 besar tahun ini.
“Pecah telor yang selama 2 musim terakhir Persipa pati tidak permah lolos 10 besar , Target awal saya sudah terpenuhi semoga ke depan saya bisa memenuhi target2 selanjutny, Amin,” harapnya.
Kami (Persipa) juga selalu berharap atas doa dari seluruh warga Pati, Semoga kita lolos untuk babak berikutnya untuk mengikuti pertandingan 10 Besar.
“Perjalanan kita masih panjang dan itu perlu suport dari semua pihak, Bismillah kita siap berjuang di 10 besar,” tandasnya.
Untuk menyikapi Persipa Pati di babak 10 Besar, Managemen bersama Pengurus Persipa akan segera mengadakan rapat kordinasi guna mencari solusi terbaik, agar tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Pati dapat terus melaju sampai lolos Semi Final dan Nasional.
(Red/Tg)






