Pati, www.suarahukum-news.com | Dalam rangka acara Sedekah Bumi Desa Dengkek, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Bolone JL dan lingkungan RT 01/01 serta seluruh elemen masyarakat desa setempat tampak antusias untuk mengikuti serangkaian acara yang sudah dipersiapkan oleh tim panitia pelaksana acara. (25/05).
Sedikitnya ada perwakilan dari 10 RT (1-10) serta puluhan gunungan dari hasil bumi yang dihias sedemikian rupa oleh masing-masing perwakilan lingkungan. Hal ini semakin menambah semarak dalam acara tersebut. Selain itu, beberapa pakaian adat, dan ragam budaya tradisional lainnya juga tampak dalam acara tersebut, sehingga pelaksanaan kegiatan itu benar-benar memiliki nuansa yang berbeda, karena telah mengangkat tema budaya tradisional.
“Untuk konsep yang kita ambil hari ini adalah membuat gunungan berbentuk naga dengan bahan-bahan palawija dan hasil pertanian. Naga melambangkan kekuatan, sementara dari berbagai jenis sayuran (hasil bumi) dan padi adalah melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan untuk masyarakat setempat. Hal ini, juga agar selaras dengan program pemerintah dalam penguatan swasembada pangan,” ujar Luluk Adi (Bolone JL).

Selain itu, Luluk Adi (Bolone JL) juga mengatakan bahwa pihaknya siap untuk mendukung seluruh program pemerintah yang pro dengan rakyat. Terlebih progam yang berkaitan dengan swasembada pangan. Hal ini sangat dipandang perlu untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.
“Masyarakat desa kami boleh dikatakan hampir lima puluh persenya adalah kaum petani dan sebagian lagi didominasi oleh pengusaha dan UMKM. Apabila potensi lokal yang cukup memadai ini kemudian didukung dengan program pemerintah yang ada, insyaallah masyarakat desa kami dapat lebih sejahtera untuk kedepannya,” ungkap Luluk Adi (Bolone JL).

Untuk diketahui, Bolone JL adalah sekumpulan pemuda dan tokoh masyarakat dari berbagai kalangan. Nama JL diambil dari salah satu nama tokoh masyarakat setempat bernama Nova Mahendra yang tak lain adalah suami dari Nesya Wininta Septiyani (Sekdes Dengkek), namun dilingkungan sekitar tempat tinggalnya, pria ini (Nova Mahendra) lebih dikenal dengan nama sapaannya Bos JL. Hal ini lantaran dari sikapnya yang produktif dan selalu membantu antar sesama. Selain itu, Bos JL juga cukup dikenal luas oleh kalangan pemuda dan lintas komunitas di Kabupaten Pati.
Disela kegiatan dalam acara kirab budaya, Nesya Winita Septiyani juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk wujud syukur kita bersama kepada alam dan Tuhan semesta dalam menjaga tradisi budaya lokal.

“Selain sebagai bentuk wujud syukur kita terhadap Tuhan pencipta alam semesta, acara seperti ini juga dapat kita jadikan sebagai sarana silaturahmi antar sesama. Terlebih nilai-nilai budaya yang terkandung didalamnya, untuk itu, kita harus bisa menjaga, merawat dan melestarikan budaya lokal tersebut agar tidak tergerus oleh arus zaman,” kata Nesya Winita Septiyani yang diketahui juga seorang perangkat desa (Sekertaris Desa Dengkek).
Meski demikian, lanjutnya, Acara bersih desa ini merupakan kegiatan yang sudah ada sejak zaman dahulu (nenek moyang) dengan tujuan untuk menghormati arwah leluhur desa, serta untuk mengingat jasa-jasanya dimasa lampau dalam memperjuangkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat dimasa itu.
“Semoga, dengan terlaksananya kegiatan bersih desa ini, masyarakat Desa Dengkek semakin damai, guyup rukun, gemah ripah loh jinawi dan sejahtera. Dan semoga hasil bumi (panen) untuk tahun berikutnya semakin melimpah, serta dijauhkan dari segala marabahaya,” tandas Nesya atau yang akrab disapa dengan nama panggilannya Mbak Icha.
(Red/Tg)






