Bangunan SDN Mencon Ambruk, Kegiatan Belajar Siswa di Rumah Warga 

Daerah20 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mencon, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati mengalami kerusakan parah. Hampir 90 persen bangunan sudah tidak layak untuk ditempati guna Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). (14/04)

Ada empat bangunan ruang kelas yang telah tidak ditempati untuk KBM. Bahkan siswa-siswinya kini melangsungkan pembelajaran di rumah warga.

Menurut Kepala SDN Mencon, Muhammad Yasin Amin, situasi semakin parah ketika pada Sabtu, 11 April 2026 malam, hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Pati, hingga membuat beberapa bangunan atapnya ambrol. Kegiatan pembelajaran semakin terganggu.

Kegiatan belajar mengajar siswa SDN Mencon, pasca ambruknya bangunan sekolah, Selasa (14/04)

“Kondisi sekolah ini sudah lapuk, begitu malam Minggu jam 7 malam ada hujan, sehingga kondisi kelas ini tertimpa musibah, atap roboh, tapi alhamdulilah terjadi malam hari. Kelas ini sudah saya kosonan sekitar dua tahun lalu, mengingat khawatir keselamatan pembelajaran anak-anak,” ucapnya kepada awak media, Selasa, 14 April 2026.

Ia menuturkan bahwa hanya kelas V dan VI saja yang masih melangsungkan KBM di sekolahan, sedangkan keempat kelas lainnya harus mengungsi. Siswa kelas I melangsungkan pembelajaran di balai desa, siswa kelas II melangsungkan pembelajaran di rumah salah satu perangkat desa (perades), siswa kelas III melangsungkan pembelajaran di rumah wali kelasnya, dan siswa kelas IV melangsungkan pembelajaran di Kantor Pemerintah Desa (Pemdes) Mencon.

“Hampir 90 persen bangunan kelas tidak layak ditempati. Kelas yang lain, empat kelas pembelajaran tidak di sekolah lagi, ada yang rumah penduduk, di rumah kepala desa, dan lain sebagainya,” lanjutnya.

Di samping itu, kondisi tanah yang ditempat sekolah tersebut rawan geser. Apabila pembangunan berlangsung, warga sekolah selalu khawatir jika hanya sia-sia.

Menurutnya pembangunan sekolah harus dilakukan 100 persen. Pasalnya, kondisi bangunan SDN Mencon ini sudah perlu direvitalisasi secara total.

“Kondisi tanah di sini agak lapuk. Apabila ada pembangunan cuma atapnya saja, kami khawatir akan terjadi musibah yang tidak kita inginkan karena tembok kelas yang lain sudah mulai retak,” ujarnya.

Pihaknya sudah mengajukan bantuan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) hingga pemerintah pusat, walaupun alur pengajuan bantuan agak rumit. Pengajuan bantuan pengadaan sarana dan prasaran sekolah harus melalui sistem data pokok pendidikan (dapodik).

“Kalau di dunia pendidikan kita ada sistem dapodik, mengajukan bantuan lewat dapodik kerusakan update persentasenya sampai saat ini. Tidak bisa langsung ajukan proposal langsung dapat. Empat tahun yang lalu kita update kerusakan bangunan di dapodik,” papar Yasin

Dari prose pengajuan bantuan, SDN Mencon masuk list rehabilitasi. SD satu-satunya di Desa Mencon itu mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada tahun 2026.

“Alhamdulillah info dari Disdik (Dinas Pendidikan), di tahun 2026 SD kami masuk nominasi DAK umum dan reguler. Ada musibah seperti ini mudah-mudahan cepat ditangani dan mendapat DAK sesuai kondisi sekolah ini,” urainya.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati juga telah meninjau situasi di sekolah tersebut. Bahkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra telah membentuk tim survei sekolah.

“Kita tahu bersama banyak kondisi sekolah di Pati gedungnya masih pakai bangunan Inpres, maka Senin kita evaluasi semua sekolah, dimana gedung layak atau tidak. Seperti di Mencon, tadi pagi gedungnya rubuh, syukur tak ada korban jiwa karena Minggu. Disebabkan karena hujan lebat penopang sekolah lapuk sehingga rubuh,” jelasnya pada Minggu, 12 April 2026 kemarin.

Ikhsan sedih lantaran sekolahnya roboh sehingga memaksa ia dan teman-teman belajar di rumah gurunya.

Siswa kelas III itu menyebut robohnya sekolah membuat luka di hati. Pasalnya, bangunan sekolah tercinta harusnya menjadi naungan nyaman untuk belajar, bukan malah menjadi lokasi terjadinya insiden.

“Ruang kelasnya ambruk karena sekolahnya lapuk. Belajarnya nggak nyaman, lesehan, nggak nyaman karena panas dan sempit-sempitan,” ungkapnya.

Ia berharap SDN Mencon dapat berbenah untuk bangunan sarana dan prasarananya. Ia merasa rindu dengan sekolah dan kurang nyaman belajar di tempat lain.

“Harapan semoga sekolahnya diperbaiki, bisa belajar lagi,” harapnya.

 

 

 

 

(Red/Singgih)