Batal Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, CEO Persipa Pati: Turut Prihatin, Dampaknya Cukup Luas

Daerah1352 Dilihat

 

Pati, www.suarahukum-news.com | Pembatalan Indonesia menjadi tuan rumah di ajang Piala Dunia U-20 tampaknya mendapatkan respon dari berbagai kalangan pecinta dunia olahraga sepak bola di tanah air. Pasalnya, momen (pelaksanaan piala dunia di Indonesia) yang di gadang-gadang mampu memberikan kontribusi terhadap berbagai pelaku usaha (UMKM) akhirnya pupus sudah. (01/04)

Diketahui bahwa, FIFA secara resmi telah membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Informasi ini diumumkan pada Rabu malam WIB, 30 Maret, melalui situs resmi mereka.

Pengumuman ini disampaikan setelah pertemuan ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di Doha, Qatar. Namun, FIFA tidak memberikan alasan jelas terkait pembatalan tersebut dalam pengumuman resminya.

Joni Kurnianto, saat dikonfirmasi Media ini, Jumat (31/03/2023) pasca penyerahan bantuan keuangan kepada 40 klub sepak bola di bawah Persipa Pati. 

Tetapi, dari situasi yang sedang terjadi, penolakan terhadap keikutsertaan dan kehadiran timnas Israel ke Indonesia diduga sebagai salah satu penyebabnya. Pembatalan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tentu telah melewati berbagai macam rintangan.

Menanggapi hal itu, CEO Persipa Pati Joni Kurnianto, merasa prihatin dan syok lantaran Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-20 tidak jadi berlaga untuk mengikuti Piala Dunia U-20, yang bakal digelar tahun 2023 ini.

“Saya selaku Owner atau CEO Persipa Pati, terus terang saya prihatin serta sangat terpukul atas adanya informasi resmi tentang pembatalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Karena, secara tidak langsung kita telah kehilangan momen penting sepanjang sejarah dunia sepak bola yang akan dilaksanakan di negera kita,” ujar Joni Kurnianto saat di Ruang Pragola Setda Pati kepada Media ini, Jumat (31/03) usai menyerahkan bantuan keuangan kepada 40 klub sepak bola dibawah Persipa Pati.

Dengan batalnya menjadi tuan rumah, lanjut Joni, Tentu saja Indonesia tidak akan ikut main didalam pertandingan itu. Karena, salah satu alasan Indonesia masuk dalam Piala Dunia U-20, adalah karena pelaksanaannya berada di negara kita ini (Indonesia).

“Gagalnya Tim Garuda mengikuti Piala Dunia U-20, juga memberikan imbas yang sangat besar bagi para punggawa timnas. Karena, dengan ikut bertenggernya Indonesia dalam piala Dunia akan memberikan semangat, spirit, serta impian dan harapan dari kebangkitan sepak bola di tanah air,” imbuhnya.

Bahkan, batalnya Indonesia menjadi tuan rumah di ajang Piala Dunia U-20 juga memberikan dampak besar bagi para pelaku usaha UMKM yang bergerak di bidang percetakan, transportasi (travel), perhotelan, makanan (chatering) serta para pedagang kecil yang ada disekitar lokasi pelaksanaan di ajang paling bergengsi tersebut.

“Bahkan, persiapan pembangunan infrastruktur maupun persiapan tehnis yang dibiayai oleh APBN seolah sia-sia, lantaran tidak jadi pergunakan. Selain itu, para pecinta sepak bola mania juga akan kehilangan momentum emasnya,” tandas Joni Kurnianto.

 

 

 

(Red/Tg)