BPK Wilayah X Dorong Pati untuk Menuju Kawasan Cagar Budaya Nasional 

Daerah766 Dilihat

Kudus, www.suarahukum-news.com | Pecinta Sejarah dan Cagar Budaya Muria-Kendeng kunjungi stan Museum Jawa Tengah Ranggawarsita di acara Pemeran Temporer Cagar Budaya yang dilaksanakan di halaman Museum Situas Purbakala Patiayam, Sabtu (26/07).

Dalam kesempatannya, Tugiyono menyampaikan perlunya perhatian khusus terhadap situs dan benda-benda cagar budaya lokal yang ada di Kabupaten Pati. Pasalnya, dengan letak geografis yang strategis yaitu berada pada pesisir pantai Jawa serta masuk dalam kawasan Gunung Muria bagian Timur, Pegunungan Kendeng dan juga masuk dalam kawasan Situs Manusia Purba Patiayam.

“Dengan demikian, terdapat banyak jejak peradaban dan benda cagar budaya yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun provinsi. Terlebih untuk pelestarian benda cagar budaya yang berada di kawasan Situs Patiayam, yang masuk dalam peta administrasi Kabupaten Pati,” ungkap Tugiyono, Pecinta Sejarah dan Cagar Budaya Muria-Kendeng, Sabtu (27/07)

Pada tahun 2022 lalu, kami juga menyerahkan beberapa temuan fosil dan fragmen tulang yang di temuan para petani pada permukaan tanah (lahan garapan pertanian). Hal ini sebagai wujud kecintaan kami terhadap jejak-jejak peradaban di kota tercinta.

“Kami juga mendorong pemerintah daerah agar segera memiliki museum guna menyimpan benda-benda purbakala, khususnya untuk menyimpan hasil temuan dari Patiayam. Tentunya harus menjadi kebanggaan tersendiri karena wilayah kita memiliki kawasan Situs Manusia Purba dan tidak semua wilayah di Indonesia memilikinya,” imbuhnya.

Sementara itu, Bagus Ujianto, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X yang berkantor di Bogem, Sleman, DI Yogyakarta dalam kesempatannya di stan Museum Jawa Tengah Ranggawarsita, Santu (26/07) telah menyampaikan bahwa pihaknya sudah mendorong Kabupaten Pati untuk mengejar ketertinggalannya dalam upaya peningkatan pelestarian cagar budaya Situs Purbakala Patiayam.

“Pekan lalu, Balai Pelestsrian Kebudayaan Wilayah X sudah bertemu dengan pak Bupati Pati berkaitan dengan pelestarian cagar budaya dan objek pemajuan kebudayaan khususnya untuk pelestarian benda budaya dari Situs Patiayam. Dan sudah dilakukan pemetaan pada kawasan untuk menuju kawasan cagar budaya nasional,” ungkap Bagus Ujianto kepada Media ini, Sabtu (26/07).

Keistimewaan dari Situs Patiayam ini, lanjutnya, telah memiliki kesamaan dengan Situs Manusia Purba Sangiran, Pacitan maupun situs manusia purba lainya di Indonesia. Karena telah ditemukan jejak-jejak manusia dan budaya (Homo Erectus). Selain itu, juga ditemukan Fosil Vertebrata, Gading Gajah, Fosil Hewan laut serta alat kebudayaan pada zaman batu.

“Semoga Kabupaten Pati segera memiliki moseum untuk menyimpan benda-benda purbakala guna mengejar ketertinggalannya dalam pelestarian kebudayaan di wilayah situs Patiayam, untuk selanjutnya agar bisa menuju wilayah cagar budaya Nasional,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

(Red/Tg)