Buktikan Cinta, Seorang Gadis Nekat Terjun ke Sungai

Buktikan Cinta, Seorang Gadis Nekat Terjun ke Sungai

Nganjuk,www.suarahukum-news.com – Seorang wanita asal Blora nekat ceburkan diri ke sungai DAM Ngudikan Desa Ngudikan Kecamatan Wilangan Kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Korban nekat melakukan aksi nekatnya lantaran untuk membuktikan keseriusan cintanya ke orang tua pasangannya.( 31/12 )

Plt Kepala Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk, Nafhan Tohawi mengungkapkan, korban berinisial NGT (24).Warga Desa Blungun RT 04 RW 01 ,Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora.

“Peristiwa tersebut terjadi pada hari Rabu (30/12) sekitar pukul 20.30 Wib. Saat itu, Korban menghubungi pacarnya yang berinisial AG (26), warga Dusun Awar-awar Desa Mancon Kecamatan Wilangan, Nganjuk. Yang hendak meminjam jaket lantaran merasa kedinginan,” ujarnya,Kamis ( 31/12 ).

Ditambahkan oleh Nafhan.Dari situ AG selanjutnya menjemput korban di terminal Nganjuk menuju rumah saudaranya yang berinisial DYS yang berada di daerah Mbatu Desa Ngudikan. Di sini korban dan dua orang tersebut menenggak minuman keras sejenis arak jowo satu botol kecil.

Karena sudah larut malam yakni pukul 00.30 WIB, DY yang merasa tidak enak dengan tetangga, mengajak mereka berdua pindah tempat,dekat sungai DAM Ngudikan untuk melanjutkan meminum minuman keras tersebut.

Di tengah percakapan korban dan kekasihnya membahas tentang hubungan mereka yang tak direstui orang tua. Untuk membuktikan keseriusan cintanya, korban hendak membuktikan dengan melompat ke sungai DAM.

“AG dan DY bergerak reflek menghalangi korban untuk tidak melakukan aksinya. Namun korban terus berupaya menceburkan diri hingga kekasihnya tak kuasa menghalangi,”tuturnya

Mengetahui hal tersebut, Lanjutnya, Kemudian AG berupaya menolong dengan menuruni tangga DAM dan mencari korban dengan mencebur ke sungai, karena aliran Sungai Dam sangat deras korban tak berhasil ditemukan.

“Atas kejadian tersebut, Sudah dilaporkan ke Polsek Wilangan guna penanganan lebih lanjut dan pencarian korban,” pungkasnya.

 

( Red/Sh )

COMMENTS