Pati, www.suarahukum-news.com | Dandim 0718/Pati pada hari ini, Jumat (27/05) telah menghadiri acara pencanangan Kampung Pancasila yang dipusatkan di Balaidesa Margorejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dalam acara tersebut, juga turut dimeriahkan oleh tari Gambyong sebagai penyambutan, serta Marching Band dari siswa-siswi SMPN 1 Margorejo, (27/05).
Dalam sambutanya, Dandim 0718/Pati mengatakan bahwa selama dua tahun dilanda pandemi, semua sektor terdampak. Namun, di sektor ekonomilah yang paling dirasakan oleh masyarakat, khususnya bagi kalangan menengah kebawah.
“Dampak Pandemi juga turut dirasakan pada sektor sosial budaya. Terus terang, tadi menyaksikan tari gambyong saat penyambutan, saya merasa terkesima. Karena, di Kecamatan Margorejo ternyata masih ada,” ujar Dandim.
Lebih lanjut, Dandim 0718 Pati juga mengatakan, Ini adalah kekayaan budaya serta adat istiadat yang dimiliki bangsa Indonesia. Wajib kita jaga dan rawat, agar tidak diambil oleh bangsa lain.
“Hari ini, kita mengingatkan kembali bahwa Garuda Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika ini merupakan salah satu fundamen dasar kenapa bangsa Indonesia berdiri,” sambung Dandim menambahkan.
Negara Indonesia beraneka ragam, tapi bisa menjadi satu kesatuan yang utuh. Inilah yang sedang dicari oleh bangsa lain.
“Pembentukan kampung Pancasila ini dilaksanakan disetiap kecamatan. Untuk Kecamatan Margorejo, dipercayakan kepada Desa Margorejo,” tandasnya.
Diakhir kegiatan Pencanangan Kampung Pancasila, juga turut dilaksanakan peninjauan Mural (lukisan dinding) oleh Forkopincam Margorejo bersama Kepala Desa, Perangkat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Desa Margorejo.
(Red/Sh)






