Dara Cantik Kelahiran Asal Geritan Ikut Ramaikan Semarak Karnaval & Kirab Budaya Sedekah Bumi

Daerah1201 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Pemerintah Desa Geritan, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, pada Senin (12/05) saing telah melaksanakan serangkaian acara tahunan bersih desa atau masyarakat setempat menyebutnya sebagai acara sedekah bumi. (12/05)

Acara yang berlangsung cukup meriah tersebut telah diikuti dari perwakilan RT, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh elemen dari berbagai kalangan. Berbagai hasil bumi telah dirangkai sedemikian rupa hingga membentuk gunungan dari masing-masing lingkungan adalah simbol keberkahan dan kesejahteraan serta sebagai ucap syukur kepada Tuhan Sang Pencipta alam semesta atas hasil bumi dalam masa satu tahun terakhir.

Pada kesempatannya, dara cantik Nesya Wintia Septiyani yang merupakan kelahiran desa setempat telah mengatakan kalau kehadirannya dalam ikut berpartisipasi semarak karnaval didesa kelahirannya adalah sebagai bentuk dukungannya terhadap kultur budaya lokal yang harus tetap dijaga dan diirawat agar tidak tergerus oleh arus zaman.

Kirab budaya dan karnaval dalam acara bersih desa (sedekah bumi, red) Senin (12/05)

“Acaranya sangat meriah, saya sebagai warga setempat merasa bangga atas terselenggaranya kegiatan ini (sedekah bumi). Semoga, kedepan, acara seperti ini agar tetap terus dilestarikan dan jaga sebagai warisan budaya dan kearifan lokal,” ujar Nesya Wintia Septiyani, yang diketahui sebagai Sekertaris Desa Dengkek, Kecamatan Pati.

Nesya menyebut, meskipun dirinya sudah berkeluarga dan bertempat tinggal di desa lain, namun dirinya tidak akan pernah melupakan desa asal kelahiran, dimana dirinya dilahirkan dan dibesarkan oleh kedua orang tuanya, yaitu di Desa Geritan, Kecamatan Pati.

“Arak-arakan yang menampilkan hasil bumi, tarian tradisional, dan atribut budaya lainnya adalah menggambarkan kehidupan sehari-hari dan kultur masyarakat setempat yang harus tetap terus dijaga, dirawat dan dilestarikan oleh kita semua,” imbuh Nesya, istri dari seorang pria yang akrab di sapa dengan Bos JL, Desa Dengkek.

Terpisah, sementara itu Agus Suntoro Kepala Desa Geritan saat diwawancarai oleh awal media pihaknya mengatakan kalau kirab budaya sedekah bumi tersebut bertujuan untuk tetep melestarikan budaya dan tradisi masyarakat setempat yang sudah ada sejak zaman dahulu.

“Dalam acara kirab ini telah menampilkan beragam kekayaan budaya lokal dan tradisi masyarakat setempat, seperti kerajinan tangan, pakaian adat dan lain-lain. Selain itu, hal ini juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya dan tradisi,” ujar Agus Suntoro disela kegiatan siang ini, Senin (12/05).

Lebih lanjut Agus Suntoro juga menyebut kalau dalam kegiatan seperti ini juga dapat dijadikan sebagai sarana silaturahmi antar sesama, mengenang dan menghormati jasa leluhur desa, serta untuk mempromosikan potensi keunggulan produk lokal yang ada.

“Semoga, dengan adanya tradisi kirab budaya ini, masyarakat setempat makin mencintai kebudayaan lokal dan tidak mudah terpengaruh oleh budaya luar,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

(Red/Tg)

News Feed