Datangi Kantor DPRD Pati, PMII Tolak  Kenaikan Harga BBM Bersubsidi 

Advertorial754 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tampak pada Rabu (07/09) pagi telah mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Pati. Hal itu sebagai bentuk pernyataan sikap atas penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi.(07/09)

Pada kesempatan itu, Agus Ulin Nuha selaku Ketua dari PMII Kabupaten Pati menjelaskan jika pengumuman tentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrit pada tanggal 3 September 2022, pukul 14.30 WIB dianggap belum tepat. Bahkan menuai sejumlah polemik di tengah situasi ekonomi negara yang belum pulih dari massa Pandemi Covid-19.

“Dengan kenaikan harga BBM ini akan berdampak buruk bagi masyarakat menengah ke bawah. Terutama akan merambat ke seluruh sektor, termasuk harga-harga komoditas kebutuhan dasar bagi masyarakat,” ujar Agus siang itu.

Menaikkan harga BBM juga akan mengganggu perputaran roda ekonomi dalam sektor sektor strategis negara. Karena, sebagian besar aktivitas perekonomian nasional terletak pada sektor transportasi, industri pertanian, kelautan & perikanan, pariwisata dan  lain sebagainya, yang akan sangat terdampak nantinya.

“Kami dari PMII Kabupaten Pati Menolak kenaikan harga BBM bersubsidi. Kemudian, mendesak pemerintah untuk serius dan sungguh-sungguh memberantas mafia bahan bakar minyak. Mendesak pemerintah untuk segera menerapkan kebijakan dan mekanisme penyaluran subsidi tepat sasaran. Serta mendorong pemerintah daerah untuk mengalokasikan 2% dana transfer umum pada bulan Oktober, November dan Desember 2022 yang ditujukan untuk memberikan bantuan sosial kepada tukang ojek, nelayan, UMKM, serta menciptakan lapangan kerja baru dan subsidi sektor transportasi angkutan umum.” tegas Ketua PMII Kabupaten Pati tersebut.

Sementara itu, DPRD Kabupaten Pati yang diwakili oleh Sekretaris DPRD Bambang Santosa bersama Kabag Umum dan Perlengkapan Sunartopo, menyampaikan jika apa yang telah disampaikan oleh teman-teman mahasiswa akan diteruskan untuk disampaikan kepada Pimpinan DPRD Kabupaten Pati.

“Hari ini pimpinan DPRD belum bisa menemui teman-teman mahasiswa, lantaran masih  berada diluar kota dalam kunjungan kerja,” tandasnya.

 

 

(Red/Sh)