Disdikbud Pati Terima Baik Kunjungan PSCB Muria-Kendeng

Daerah1646 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Berada diwilayah Cagar Budaya, tidak menutup kemungkinan kalau dikawasan tersebut kaya akan potensi benda purbakala dan berbagai jenis barang/benda yang memiliki nilai sejarah budaya di era Peradaban. Seperti di Kabupaten Pati misalnya, beberapa desa yang ada di Kecamatan Margorejo juga masuk dalam Peta kawasan wilayah Cagar Budaya Situs Purbakala Patiayam, atau biasa dikenal sebagai Situs Manusia Purba. Dikawasan ini (Situs Purbakala Patiayam), telah ditemukan berbagai jenis bukti dan pentunjuk tentang adanya jejak kehidupan manusia purba (Homo erectus), maupun fosil hewan yang hidup pada zaman Pra-aksara, atau dimasa Pleistosen.(25/08).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komunitas Pecinta Sejarah dan Cagar Budaya Muria-Kendeng Tugiyono dalam kunjungannya,  Kamis (25/08) siang, diruang kerja Pamong Cagar Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati.

“Kabupaten Pati memiliki potensi dan kaya akan situs Purbakala. Misalnya, Pegunungan Kendeng yang dikenal sebagai Pantai Purba di zaman Pra-sejarah (Selat Muria). Selanjutnya, dilereng Gunung Muria bagian Selatan dan Timur, juga kaya akan tempat-tempat peninggalan warisan leluhur (Semenanjung Muria). Misalnya, ada Puncak Trumulus dan Pomahan Ajar turut Desa Gunungsari, Kecamatan Tlogowungu. Ada juga Watu Tumpuk turut Desa Jeruk, Kecamatan Cluak. Kemudian beberapa desa di Kecamatan Margorejo, secara peta masuk dalam kawasan Cagar Budaya Patiayam (Zaman Pra-sejarah),” kata Tugiyono, yang berencana akan menyerahkan puluhan fosil, dan fragmen tulang, yang diduga bagian dari hewan purba di zaman Pra-sejarah.

Kunjungan Ketua Pencinta Sejarah dan Cagar Budaya Muria-Kendeng di Ruang Kerja Pamong Budaya Muda, Disdikbud Kabupaten Pati, Kamis (25/08).

Ditempat yang sama, Andi Widodo juga menambahkan jika kepedulian terhadap segala bentuk cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama. Bahkan, peran serta masyarakat sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran dan kecintaannya terhadap nilai-nilai dan sejarah leluhur.

“Kalau tidak kita, lalu siapa lagi yang akan peduli terhadap kondisi cagar budaya di sekitar lingkungan tempat tinggal kita ini,” ujar Andi Widodo siang itu.

Menanggapi hal itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati melalui Pamong Budaya Mudaya, Trevita Puspita Hadi menyambut baik atas rencana penyerahan fosil temuan, fragmen dan beberapa alat kebudayaan manusia di zaman Pra-aksara tersebut.

“Terimakasih banyak atas bentuk kepeduliannya terhadap benda-benda yang memiliki nilai sejarah di Kabupaten Pati ini. Sehingga, sudah bersedia untuk meluangkan waktunya, serta berusaha menyelamatkan, dan menyimpannya dengan baik,” kata Trevita diruang kerjanya, Kamis (25/08) siang, yang di dampingi oleh Teguh Waluyo selaku Staf di Kantor tersebut.

Menyambut akan diserahkannya temuan dari Komunitas Pecinta Sejarah dan Cagar Budaya Muria-Kendeng ini, pihaknya juga akan menyediakan tempat khusus, seperti almari atau rak, guna menyimpan benda-benda yang memiliki nilai sejarah tinggi tersebut.

Daftar temuan fosil dari Kabupaten Pati yang dititipkan di Museum Patiayam, Kudus.

“Semoga, sinergitas antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan merawat, serta melestarikan segala bentuk cagar budaya di Kabupaten Pati, dapat terjalin dengan baik, sehingga mampu mewujudkan jati diri Pati dibidang Cagar Budaya,” imbuh Trevita.

Sesuai dengan bukti/data tertulis yang miliki oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati melalui Kabid Kebudayaan, sedikitnya ada sekitar 480 jenis fosil yang dititipkan di Museum Patiayam, Kudus.

“Data temuan fosil dari Kabupaten Pati ini, kami minta dari Pak Jamin selaku Juru Pelihara di Museum Patiayam Kudus, kemarin (Selasa-Rabu, tanggal 23-24 Agustus 2022 di Hotel @HOM). Saat menghadiri acara Fokus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, dengan pembahasan tentang Kajian Zonasi Cagar Budaya (Kawasan Patiayam),” tandas Trevita sembari menunjukkan data temuan fosil dari Kabupaten Pati yang di titipkan di Museum Patiayam, Kudus.

Pada kesempatan tersebut, Komunitas Pecinta Sejarah dan Cagar Budaya Muria-Kendeng juga menunjukkan satu batu, yang diduga sebagai hasil kebudayaan pada zaman Pra-sejarah, serta satu fragmen tulang. Adapun barang tersebut, rencananya akan diserahkan bersama dengan penyerahan temuan fosil lainnya, beberapa hari kedepan.

 

 

 

(Red/Tg)