Pati, www.suarahukum-news.com | Dalam upaya untuk menjaga kelestarian hutan di kawasan pegunungan Kendeng utara, atau lebih tepatnya di wilayah Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Kelompok Tani Hutan Tani Makmur bakal melakukan penanaman pohon jenis kayu keras sebanyak 50 ribu pada Hari Sabtu tanggal 17 Desember 2022 di Blok Blekutuk.(15/12)
“Penanaman pohon jenis kayu keras ini, merupakan bentuk kepedulian kami terhadap kawasan perhutanan. Kegiatan ini, dipelopori dari seluruh anggota KTH Tani Makmur Desa Maitan dan segenap pengurus, untuk menghijaukan hutan di kawasan pegunungan Kendeng,” ujar Padmo, Kamis (15/12), Kepala Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo, Pati.
Disinggung soal anggaran untuk pembelian bibit, Kepala Desa Maitan ini kembali mengatakan, untuk segala operasional terlebih dahulu melalui musyawarah bersama seluruh anggota dan pengurus Kelompok Tani Hutan.

“Jadi, segala sesuatu yang dibutuhkan dalam penanaman ini, telah disiapkan oleh segenap pengurus dan anggota KTH Tani Makmur,” imbuhnya.
Ditempat yang sama, Supriyanto selaku Ketua KTH Tani Makmur saat dikonfirmasi Media ini juga menyampaikan jika penanaman kayu keras ini bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan kehutanan.
Baca juga : >>>>>>> https://suarahukum-news.com/selain-kontriversi-dugaan-pungli-lokasi-khdpk-di-pati-belum-ditetakan-melalui-bidang-planologi-kehutanan/
“Untuk jenis bibitnya, meliputi pohon petai, jengkol, durian, alpukat, kopi dan kedondong. Jadi, selain bertujuan untuk melakukan penghijauan di kawasan perhutanan, suatu saat juga mampu memberikan manfaat bagi para petani kawasan hutan dari hasil buah-buahannya,” kata Supriyanto.
Pada kesempatan itu, Supriyanto juga berharap, dengan dilakukannya penanaman pohon jenis kayu keras ini, diharapkan dapat memulihkan kondisi hutan yang saat ini cukup memprihatinkan akibat kondisional dilapangan.
“Jika target kita dalam menghijaukan kembali dikawasan perhutanan ini berhasil, maka 5 tahun kedepan setidaknya mampu menanggulangi terjadinya rawan kebencanaan. Seperti banjir bandang dan tanah longsor,” papar Supriyanto.
Program menghijaukan hutan di kawasan Pegunungan Kendeng ini juga diperlukan sinergitas bersama dari seluruh elemen masyarakat. Karena, bentangan hutan yang ada dikawasan pegunungan Kendeng ini cukup luas.
“Semoga, penanaman pohon jenis buah-buahan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang berkelanjutan. Dan mampu memberikan manfaat ekonomi dikemudian hari,” tandasnya.
(Red/Tg)






