Jual Beli Jabatan Pada Pengisian Perangkat Desa Menjadi Perhatian Khusus Bagi Sejumlah Aktivis 

Jual Beli Jabatan Pada Pengisian Perangkat Desa Menjadi Perhatian Khusus Bagi Sejumlah Aktivis 

Pati, www.suarahukum-news.com – Maraknya Jual Beli Jabatan Pengisian Perangkat Desa di Kabupaten Pati Rawan Manipulatif menjadi perhatian khusus bagi sejumlah lembaga dan masyarakat, salah satunya daei Lembaga PIN-RI saat ini. ( 09/11 )

Perangkat Desa merupakan pelayan masyarakat yang berfungsi di dalam pemerintahan desa untuk membantu pelayanan Kades yang menjabat sebagai pemangku pemerintah desa saat ini.

Dan selama memangku jabatan mendapatkan penghasilan tetap (siltap) yang diperoleh dari APBD dengan tambahan penghasilan bengkok sesuai dengan jabatan yang diembannya baik sebagai kaur maupun sebagai kasi.

Hal inilah yang akhirnya menjadi pemicu jual beli jabatan oleh Kades yang bertindak sebagai pemangku kebijakan desa setempat dengan besaran uang yang cukup fantastis.

” Tidak bisa dipungkiri dengan berbagai formasi lowongan di setiap desa berbeda, format lowongan carik atau sekdes, kamituo atau kadus, kaur pemerintahan, kaur keuangan, kaur perencanaan dan staf pembantu maupun yang lainnya menjadi ladang sumber keuangan atau pundi pundi uang yang mengalir untuk mendapatkan jabatan tersebut  “, kata Sugiarto Ketua PIN – RI Eks Krasidenan Pati saat menggelar audensi bersama dengan sejumlah organisasi dan lembaga serta anggota DPRD Kabupaten Pati , Sabtu ( 07/11)

Sebagai penyelenggara, baik panitia penjaringan perangkat desa hanyalah satu dari tahapan awal untuk menjaring salah satu lowongan jabatan yang disediakan oleh panitia di setiap masing-masing desa.

” Tahapan ini adalah mutlak untuk diketahui oleh calon perangkat desa agar semuanya transparan dan akuntabel dan terpercaya oleh semua pihak baik panitia penyelenggara maupun para peserta calon perangkat desa yang telah mendaftar dengan tahapan yang telah ditetapkan oleh panitia setempat agar memiliki nilai plus karena pengabdian kepada masyarakat selama ini, akan menjadi nilai tambah tersendiri  “, imbuhnya

Sebuah rasa dengan kepedulian selaku aktifis serta tokoh masyarakat, juga demi memperoleh perangkat desa yang kredibel, integritasnya dapat dijamin secara profesional dan akuntabilitasnya terjaga agar tidak menciderai rasa keadilan masyarakat harus terhindar dari praktek jual beli jabatan dalam pengisian perangkat tersebut.

Dengan hal tersebut PIN-RI bersama jaringan kerja LSM kabupaten Pati dalam audensi di DPRD bersama wakil ketua DPRD PATI H. Hardi dan Komisi A Ir. Bambang Susilo juga dihadiri oleh Asisten 1 serta Tata Pemerintahan pada hari Sabtu 7 Nopember 2020 di gedung DPRD Pati.

Selain itu, PIN-RI Eks Krasidenan Pati juga mendesak kepada Dewan perwakilan rakyat kabupaten Pati untuk terlibat langsung melakukan pengawasan melekat, menghindari dari pengawasan sepihak, serta untuk meminimalisir penyimpangan serta permainan dalam uji tertulis agar transparansi berbuah manis.

” Baik secara akuntabilitas dan kredibilitas hasilnya dapat dijamin oleh semua pihak yang terkait, dengan menggunakan metoda Computer Assisted Test (CAT) dan kami meminta agar ujian selesai, hari itu juga hasil ujiannya diumumkan “, imbuhnya

” Hasilnya dihari itu juga disampaikan agar tidak terjadi manipulasi data hasil ujian tersebut yang rawan akan manipulasi data dari hasil tes ujian tersebut  “, pungkasnya

Adapun dilakukan audensi hari ini, belum ada keputusan atau kebijakan dari Bupati Pati untuk ujian tertulis dalam pengisian perangkat tersebut belum diterbitkan atau diputuskan penggunaan metode CAT (Computer Assited Test) yang digunakan agar semua pihak bisa legowo dan puas dan tidak ada kecurangan atau dirugikan yang dilakukan oleh panitia penjaringan baik ditingkat desa maupun ditingkat kabupaten.

( Red / Sh )

COMMENTS