Kabaharkam Polri: Mari Saling Mendukung Penanganan Covid-19, Jangan Saling Menyalahkan

Jakarta , www.suarahukum-news.com – Kabaharkam Polri meminta semua pihak untuk saling mendukung dalam penanganan virus corona yang terjadi di Tanah Air. Termasuk larangan mudik yang sudah dimulai diberlakukn pada hari ini Jumat (24/04) ,diminta untuk dipatuhi semua kalangan masyarakat . ( 24 / 04 )

Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, masalah virus corona terjadi di 213 negara, sehingga dibutuhkan kerjasama semua stakeholder. Ia juga mengajak masyarakat gotong royong ;

” Masalah Covid-19 ini kan masalahnya bukan hanya Indonesia. Terjadi di 213 negara lebih lho. Artinya bahwa semua kita ini harus saling bergandengan tangan menyelesaikan masalah Covid-19 ini. Tanpa terjadi kekurangan semua negara “,  kata Komjen Agus dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Komjen Agus, dalam penanganan virus corona tidak semua negara siap menghadapinya di awal. Sehingga Komjen Agus menyayangkan sikap sejumlah pihak yang mengkritik kebijakan pemerintah pusat terkait penanganan virus tersebut. Komjen Agus mencontohkan, penanganan virus corona di sejumlah negara sampai terjadi keributan dan kericuhan. Bahkan untuk mencegah banyaknya korban jiwa berjatuhan, beberapa negara memberlakukan lockdown ;

” Jadi semua negara juga (bahkan) Amerika aja enggak siap, artinya bahwa jangan mencari salah lah. Negara yang memiliki standar kualitas keadaan baik pun melakukan, bahkan sampai lockdown ” ,  ujar Komjen Agus.

Lebih lanjut , Kabaharkam Polri juga menyampaikan bahwa , semua negara begitu bahwa di Inggris sudah ;

” Di India juga, Prancis ribut. Amerika juga mulai komplain. Artinya masalah-masalah yang kita hadapi sekarang ini kalau bisa jangan sampai terjadilah di kita. Karena masalahnya bukan hanya di kita, tapi semua “, tambah Agus.

Agus menuturkan, bahkan dalam Operasi Ketupat saat ramadhan, Polri harus mengubah konsepnya. Hal ini baru pertama kali dilakukan Polri untuk mencegah larangan mudik. Namun, ia memastikan pihaknya telah siap secara matang ;

” Bahkan operasi ketupat yang dilaksanakan kali ini karena ada larangan mudik. Beda cara bertindak dengan penanganan operasi ketupat yang selama kita laksanakan. Karena ini betul-betul berubah karena ada kaitan dengan larangan mudik. Jadi karena baru sekali ini terjadi “, tandasnya

 

( Red / Sh, Tg )

Author: suarahukum