Pati, www.suarahukum-news.com | Semarak Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 semakin terasa melalui gelaran Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Kabupaten Pati, Sabtu (08/08/2026) malam. (09/08)
Ribuan masyarakat turut menyaksikan kemeriahan karnaval yang menampilkan beragam potensi seni, tradisi dan kekayaan budaya dari berbagai wilayah di Kabupaten Pati. Tidak sekadar menjadi hiburan rakyat, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meneguhkan kembali identitas budaya sekaligus mendorong kebudayaan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
Saat membuka kegiatan, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga, melestarikan, mengembangkan dan memajukan kebudayaan.
“Pembangunan di Kabupaten Pati harus berjalan selaras antara pembangunan fisik dan pembangunan kebudayaan, di mana kebudayaan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan pembangunan menuju Kabupaten Pati yang maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Chandra.
Ia menilai kebudayaan merupakan salah satu kekuatan sekaligus identitas daerah yang memiliki nilai strategis untuk membangun karakter masyarakat. Karena itu, pelestarian budaya tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab pelaku seni maupun budayawan, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Chandra juga menyoroti capaian Kabupaten Pati yang telah memiliki enam karya budaya yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia. Dua di antaranya, yakni Gongcik dan Kethoprak, ditetapkan pada 2025.
Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa Kabupaten Pati memiliki kekayaan budaya yang luar biasa sekaligus tanggung jawab besar untuk menjaga keberlangsungannya.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Pati memiliki kekayaan budaya yang harus terus dirawat, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Budaya Harus Dekat dengan Generasi Muda
Lebih lanjut, Chandra berharap Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Ia ingin kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Pati kepada generasi muda.
“Jadikan karnaval ini sebagai ruang untuk mengenalkan kekayaan budaya Pati kepada generasi muda. Budaya harus terus hidup, tumbuh, dan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Chandra, keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan kebudayaan. Tradisi yang tidak dikenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya berpotensi kehilangan eksistensinya di tengah perubahan zaman.
Karena itu, berbagai pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan dalam Karnaval Budaya Festival Adhi Loka diharapkan tidak hanya menghadirkan tontonan yang menarik, tetapi juga membawa pesan edukasi, nilai sejarah serta filosofi yang terkandung di dalamnya.
Dorong Budaya Jadi Penggerak Ekonomi
Pemkab Pati juga melihat kebudayaan memiliki keterkaitan erat dengan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat. Berbagai kegiatan budaya dinilai mampu menciptakan ruang bagi pelaku UMKM, seniman, pelaku ekonomi kreatif serta sektor pariwisata untuk berkembang secara bersama-sama.
Chandra menyebut penguatan kebudayaan, pariwisata dan UMKM merupakan bagian dari ekosistem pembangunan ekonomi daerah.
“Ketika kebudayaan kita hidup, pariwisata akan tumbuh, ekonomi kreatif bergerak, UMKM mendapatkan ruang, dan pada akhirnya masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Ia berharap momentum Hari Jadi Pati ke-703 dapat menjadi titik penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku seni, budayawan, pelaku UMKM dan generasi muda dalam mengembangkan potensi daerah.
Semangat tersebut dinilai sejalan dengan tema Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati, “Sumunar Terang Mbangun Kamajengan”, yang dimaknai sebagai semangat untuk menghadirkan kemajuan melalui pembangunan yang berkelanjutan dan berpijak pada potensi serta jati diri daerah.
Merawat Jati Diri Pati
Karnaval Budaya Festival Adhi Loka Pati 2026 diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pati pada Sabtu (8/8/2026), mulai pukul 18.00 WIB di Alun-Alun Kabupaten Pati.
Berbagai potensi seni dan budaya dari sejumlah wilayah di Kabupaten Pati ditampilkan dalam kemasan yang atraktif dan kreatif. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kebudayaan masih memiliki tempat yang kuat di tengah kehidupan masyarakat Pati.
Bagi Pemerintah Kabupaten Pati, kegiatan tersebut bukan semata-mata bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi. Lebih dari itu, karnaval menjadi ruang bersama untuk merawat memori kolektif, memperkuat identitas daerah dan memastikan kekayaan budaya tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, jajaran Forkopimda beserta istri, Pj Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda, para kepala perangkat daerah, para camat, serta para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Pati.
Dengan semangat “Sumunar Terang Mbangun Kamajengan”, perayaan Hari Jadi Pati ke-703 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan atas perjalanan panjang Kabupaten Pati, tetapi juga menjadi momentum untuk menatap masa depan dengan pembangunan yang tetap berakar pada kebudayaan dan jati diri masyarakat.
Sebab, kemajuan sebuah daerah bukan hanya tentang seberapa banyak bangunan yang berdiri, tetapi juga tentang seberapa kuat daerah tersebut mampu menjaga identitas, budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulunya.
(Red/Tg)






