Pati, www.suarahukum-news.com | Desa Tlogoayu Kecamatan Gabus Kabupaten Pati pada Rabu (21/05) siang telah menggelar serangkaian acara bersih desa atau dalam bahasa setempat menyebutnya sebagai acara sedekah bumi. Acara ini, diadakan dalam setiap tahunya untuk mengenang dan menghormati jasa-jasa para leluhur dan pamong desa yang telah berjuang dimasa lampau. (21/05)
Acara yang diikuti oleh berbagai kalangan ini cukup menyedot sejumlah pengguna ruas Jalan Pati-Gabus. Sejumlah gunungan hasil bumi sebagai simbol kesejahteraan dan kemakmuran juga tampak meramaikan acara yang dibawa oleh masing-masing perwakilan RT setempat.
Dalam kesempatannya, Kepala Desa Tlogoayu menuturkan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang biasa diadakan setiap tahunya. Namun, tahun ini sedikit berbeda, karena dapat berlangsung dengan cukup meriah. Selain melaksanakan kirab budaya, kita juga melaksanakan karnavalan untuk mengenalkan budaya adat kita kepada generasi penerus (anak-anak muda).
“Jadi, hari ini adalah kali pertama kami melaksanakan peryaaan sedekah bumi dengan menggelar kirab budaya dan karnaval dalam acara sedekah bumi,” ujar Darsono Kepala Desa Tlogoayu, Rabu (21/05) disela kegiatan siang itu.
Setelah kirab budaya, lanjut Darsono, Nantinya pada Rabu malam akan dilanjut dengan mengaji bersama masyarakat desa di masjid. Kemudian pada Kamis (22/5/2025) dilanjut dengan menggelar doa bersama di punden desa, serta pentas seni ketoprak di lapangan desa.
“Siang ini adalah dalam rangkaian acara yang pertama. Karena, nanti malam, besok pagi, sampai malamnya masih ada kegiatan dan hiburan masyarakat lainnya,” tambah Darsono.
Dalam kesempatannya, Darsono juga berharap bahwa dengan adanya kirab semacam ini, masyarakat bisa semakin mempererat tali silaturahmi antar sesama. Dan semoga hasil bumi tahun depan lebih melimpah dan masyarakat lebih sejahtera.
Ditempat terpisah, Winarso, salah satu warga yang menyaksikan kirab budaya siang itu mengaku cukup terhibur dengan adanya berbagai tampilan para peserta karnaval. Terlebih juga ada beberapa sound horeg yang juga ikut tampil dalam acara karnaval.
“Kirabnya bagus, tetap mempertahankan kearifan budaya lokal. Meskipun juga ada budaya kekinian, yaitu adanya sound horeg, dan kami sebagai masyarakat cukup bangga,” tandasnya.
(Red/Gibas)






