Kurangi Resiko Banjir, Kepala DPUTR Pati; Kami Sedang Berfokus Pada Normalisasi Sungai 

Daerah342 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com |  Jelang musim penghujan, Pemerintah Daerah Kabupaten Pati terus berupaya mengurangi dampak resiko banjir, terutama dengan melakukan normalisasi sungai akibat pendangkalan. Dari beberapa sumber yang ada, banjir ini disebabkan aliran sungai yang mengalami sendimentasi. (08/11)

Dalam kesempatannya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Pati Riyoso ,S.Sos,M.M mengatakan bahwa salah satu faktor penyebab terjadinya banjir adalah adanya pendangkalan sungai. Untuk itu, penanganan banjir ini merupakan hal yang serius dan menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Beberapa waktu lalu kami melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi sungai dan jembatan di wilayah Kecamatan Sukolilo. Peninjauan ini difokuskan pada Sungai JU II yang merupakan hulu dari Sungai Juwana atau Silugonggo, serta jembatan Kalironggo di Desa Baturejo yang menjadi salah satu titik penyebab banjir di wilayah tersebut,” ujar Riyoso diruang kerjanya, Jumat (07/11).

Riyoso menjelaskan, bahwa Sungai JU II meliputi beberapa desa seperti Baleadi, Baturejo, Wotan, Srikaton, hingga Talun. Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir di kawasan tersebut adalah pendangkalan dan penyempitan sungai.

“Sekarang ini alat berat sudah kami turunkan, itu sedang kami lebarkan dan kami keruk endapannya. Kalau tidak dikeruk memang menjadi penyebab banjir. Sudah berjalan, tapi belum tuntas. Masih banjir, tapi berkurang dari tahun sebelumnya,”  jelasnya.

Lebih lanjut,. Riyoso juga menegaskan bahwa pengerjaan normalisasi sungai ini akan terus dilanjutkan hingga benar-benar tuntas. Ia menargetkan pada awal tahun depan, wilayah tersebut tidak lagi mengalami banjir besar seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kita lanjutkan pengerukan ini sampai selesai, Insya Allah mulai bulan Januari nanti tidak akan terjadi banjir yang begitu besar,” pungkasnya.

Riyoso berharap proses penanganan banjir, baik melalui normalisasi sungai maupun perbaikan infrastruktur jembatan, dapat berjalan lancar dengan dukungan dari semua pihak, serta perlunya kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembalakan liar di sekitar pegunungan Kendeng.

 

 

 

 

(Red/Tg)