Melewati Tahun Anggaran 2020, Pekerjaan Bronjong di Dukuh Gadu Desa Sambirejo Belum di Kerjakan

Pati,www.suarahukum-news.com-Pelaksanaan pekerjaan yang bersumber dari Dana Desa dengan jenis pekerjaan pembuatan Bronjong di Dukuh Gadu RT 02 RW 01 turut Desa Sambirejo Kecamatan Tlogowungu Kabupten Pati hingga memasuki tahun anggaran 2021 belum di kerjakan. Hal itu sesuai dengan hasil investigasi di lapangan hari ini, Rabu (03/03) siang, di lokasi yang rencananya akan di laksanakan pekerjaan pembuatan Bronjong tersebut, hingga berita ini terbitkan belum kerjakan oleh pihak pelaksana pekerjaan.(03/03).

Bangunan Bronjong tersebut, sesuai dengan APBDes tahun 2020 akan di kerjakan dengan menggunakan anggaran dari Dana Desa sekitar Rp 186 Juta, dengan panjang 40 meter, tinggi 6,5 meter, untuk nilai anggaran sekitar Rp 186 Juta, yang seharusnya sudah rampung di laksanakan pekerjaannya pada akhir tahun 2020 kemarin.

“Ya seperti itu pak, pekerjaan nya entah kapan di selesaikan, hanya di gali saja, namun pekerjaan hingga saat ini belum ada lanjutannya,” ujar salah seorang warga setempat, berinisial GT yang rumahnya tak jauh dari lokasi, Rabu (03/03) siang.

Sementara itu, Salah seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya, saat di konfirmasi media ini tentang seputar polemik administrasi dan sejumlah paket pekerjaan yang belum rampung terselesaikan, pihaknya juga mengatakan, Mengenai beberapa paket pekerjaan dan beberapa program kegiatan pemerintah desa yang belum rampung di kerjakan, sebagian uangya sudah di masukan ke rekening desa, sebagai dana Silpa.

“Sesuai dengan surat kesepakatan, pihak kepala desa akan mengembalikan keseluruhan nya pada tanggal 20 Februari 2021 kemarin, tapi pada tanggal tersebut sesuai data yang masuk ke rekening desa hanya sekitar Rp 37 Juta, di tambah dana pengembalian pada beberapa waktu lalu, ada sekitar Rp 40 Juta, jadi jika di jumlah keseluruhannya ada dana pengembalian sekitar Rp 77 Juta,” tuturnya, Rabu (03/03).

Kemudian, Lanjutnya, Untuk insentif honor guru selama delapan bulan juga belum di berikan, serta para kader PKK juga belum di berikan.

“Untuk intensif guru nilainya sekitar Rp 250 ribu per-satu orang, sedangkan untuk kader PKK nilainya sekitar Rp 50 ribu, per-satu orang, ya tinggal di kalikan saja dengan jumlah guru dan kader PKK pasti ketemu,” imbuhnya.

Terpisah, Sementara itu Kepala Bidang Pembangunan Desa, Indah saat di konfirmasi Media ini beberapa waktu lalu, terkait seputar polemik administrasi Desa Sambirejo Kecamatan Tlogowungu, pihaknya juga membenarkan jika sejumlah nilai Silpa yang mencapai ratusan juta rupiah tersebut belum semuanya di kembalikan oleh pihak penanggung jawab pengguna anggaran.

“Per hari ini, Sabtu (27/02/2021) pihak kepala desa baru mengembalikan dana tersebut sekitar, Rp 77 Juta, kemudian pihak kepala desa membuat surat pernyataan lagi akan menyetor kekurangan itu pada tanggal 04 Maret 2021,” kata Indah saat di konfirmasi di ruang kerjanya,siang itu di Kantor Dispermades Kabupten Pati, Sabtu (27/03/2021).

Sementara itu, Kepala Dispermades Kabupten Pati Sudiyono, saat di konfirmasi mengenai polemik di Desa Sambirejo Kecamatan Tlogowungu pihaknya juga menyampaikan, ada beberapa konsekuensi yang harus di tanggung oleh desa setempat jika sistem pengelolaan keuangan desa nya kurang bagus.

“Misalnya tentang keterlambatan dalam pengelolaan dana desa di tahun berikutnya, kemudian jika terbukti adanya temuan dan penyimpangan, maka itu masuknya ke ranah inspektorat,” tandasnya.

 

(Red/Sh)

Author: suarahukum