Mengenal Legenda Batu Meteoroid Milik Warga Pati, Dipercaya Memiliki Kekuatan Magis

Daerah5163 Dilihat

 

Pati, www.suarahukum-news.com | Siapa yang tidak mengenal tentang legenda batu Meteoroid yang sudah ada sejak era peradaban (prasejarah). Bahkan, saat itu (zaman prasejarah) batu (meteoroid) ini juga digunakan oleh nenek moyang kita sebagai salah satu bahan piranti alat ritual. Lantaran, batu yang turun dari langit tersebut dipercaya memiliki energi positif tak kasat mata, sehingga apabila dirangkai dengan doa tertentu, maka dipercaya dapat menghubungkan kekuatan batiniah antara makhluk yang ada di bumi dengan sang pencipta alam semesta,(13/05).

Selain itu, di zaman sejarah (era kebudayaan), batu Meteoroid ini juga sangat diburu. Khususnya bagi para empu pembuat keris (senjata tradisional). Lantaran, sangat yakini kalau keris yang terbuat dari bahan Meteoroid, dapat menghasilkan kekuatan magis yang luar biasa dan pilih tanding pada masa itu.

Dan ternyata, batu Meteoroid ini juga sangat dicari oleh para kolektor perhiasan batu permata yang akan digunakan sebagai bahan batu cincin atau sekedar untuk disimpan sebagai koleksi batu langka. Batu Meteoroid memiliki tingkat kekerasan hingga mencapai skala 7 Mohs. Batu Meteoroid dianggap langka karena tidak dapat ditemukan dalam perut bumi, namun hanya ada dalam ruang angkasa. Sebagian besar manfaat dan efektivitas Batu Meteoroid sering dikaitkan dengan dunia metafisika, karena dapat menetralisir energi negatif dalam aura atau pengguna.

Dilansir dari berbagai sumber yang ada, Ciri Batu Meteoroid adalah berwarna kehitaman, dengan memiliki massa jenis lebih besar (lebih rapat) dari batuan bumi. Kebanyakan terbuat dari silikon dan oksigen (mineral yang disebut silikat) dan logam-logam yang lebih berat seperti nikel, magneisum, dan besi. Batu Meteoroid berasal dari Batu Meteor yang jatuh ke Bumi dari luar angakasa.

Meteor adalah benda luar angkasa yang berukuran kecil, lebih kecil dari planet kerdil dan asteroid, dengan jari-jari hingga 10 meter. Meteor merupakan salah satu benda langit di Tata Surya.

Meteor dapat jatuh ke Bumi (atau planet lain) dalam fenomena meteor. Batuan Meteor yang jatuh hingga permukaan Bumi disebut dengan Meteoroid. Meteor nampak menyala ketika memasuki atmosfer karena bahan penyusunnya terbakar akibat gaya gesek dengan partikel udara, dan menyebabkan pijaran dan cahaya terang.

Sebagian besar meteoroid tersusun dari batuan silikat, yaitu batuan yang terdiri dari unsur silikon (S) dan oksigen (O), setra mengandung berbagai jenis logam. Logam terbanyak yang terdapat di meteoroid adalah besi (Fe) dan nikel (Ni). Kandungan logam membuat meteor lebih rapat dan padat dari batuan bumi.

Warna pijaran meteor tergantung pada kandungan logam meteoroid seperti: Oranye-kuning (natrium), Kuning (besi), Biru-hijau (magnesium), Violet (kalsium). Ketika meteoroid, komet, atau asteroid memasuki atmosfer Bumi kecepatan biasanya dapat mencapai lebih dari 20 km/s. Kecepatan besar ini menghasilkan gaya gesek besar dan suhu mencapai 1000 derajat Celsius.

Sambil menikmati suguhan secangkir kopi dan singkong rebus, bapak tiga anak yang tinggal di kawasan Lereng Gunung Muria sebelah Timur atau lebih tepatnya Jl. Tlogowungu-Gunung Wungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, saat dikunjungi di kediamanya sedikit berbagi cerita tentang asal-usul dirinya mendapatkan batu dari langit (Meteoroid) yang cukup fenomenal dan langka.

“Saat itu, saya sedang melakukan penelusuran di tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah di era peradaban disekitar lereng Gunung Muria. Hal tersebut sebagai dasar kami untuk mengetahui jejak nenak moyang dimasa lampau, sebagai penambah ilmu pengetahuan untuk anak-cucu kelak. Serta untuk mengetahui secara langsung kondisi alam dan lingkungan sekitar,” ujarnya, Kamis (12/05) malam.

Disinggung soal, Energi  Batu Meteoroid yang dimilikinya, dirinya kembali mengatakan, dengan kandungan dan karakter batu yang sudah menjadi ketentuan kodrat alam, batu ini cukup menarik, serta memiliki keanehan secara nyata bila kita pegang dan kita rasakan secara seksama. Hal ini terlepas dari kepercayaan apapun dan sudut pandang manapun. Lantaran, itu semua dapat terjadi karena kandungan material yang ada didalam Batu Meteoroid, sehingga dapat menghasilkan sesuatu di luar nalar. Akan tetapi, jika diteliti oleh pakarnya (arkeologi dan sains) barulah dapat dijelaskan secara akademisnya.

“Bahkan, di dalam Al-Qur’an juga ada beberapa Ayat yang menjelaskan mengenai Meteor. Beberapa diantaranya yaitu di dalam Surat Ash-Shaffat Ayat 10, Al Jin Ayat 8, dan Al-Hijr Ayat 18. Serta, masih ada beberapa Hadist dan Tafsir lain yang menjelaskan tentang Batu Meteor ini,” imbuhnya, sembari mengeluarkan kotak kecil yang berisi batu Meteoroid berwarna Biru-Hijau.

Jika dipegang, Lanjutnya, oleh orang yang sedang kurang enak badan atau oleh orang yang sedang memiliki energi negatif, maka batu ini terasa hangat. Namun, jika orang yang memegang batu Meteoroid ini adalah dalam kondisi sehat dan tidak memiliki energi negatif, maka batu itu tidak terasa hangat, justru malah terasa dingin seperti es.

“Namun, itu semua hanyalah sebagian kecil dari kebesaran Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta (Allah). Terlepas dari kepercayaan dan sudut pandang manapun, yang menyebabkan batu Meteoroid menjadi bahan buruan adalah kandungan, karakter serta sifat batunya, yang merupakan sifat batuan murni yang turun langsung dari langit,” tandasnya.

 

 

(Red/Sh)