Menuai Protes dalam Pertandingan Putra Jombang Vs Persipa Pati, Wasit harus Profesional

Daerah1693 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com-Manager Persipa Pati Dian Dwi Budianto secara tegas dalam Surat resminya telah menyampaikan protes kepada pemimpin pertandingan (wasit) di Babak 16 Besar Liga 3 Indonesia yang dilaksanakan pada hari Minggu (06/03) di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Pasalnya, pengeluaran kartu merah kepada salah satu pemain team Persipa Pati dianggap tanpa melalui kartu kuning sebagai tanda peringatan, mengingat pelanggaran yang dilakukan dianggap tergolong ringan. Bukan hanya itu, wasit pemimpin pertandingan itu juga dianggap tidak fair play dalam menjalankan tugasnya, karena dalam video yang diambil dari siaran live streaming juga menampilkan beberapa pelanggaran dari dari kubu lawan, namun pihak wasit terkesan memberikan leluasa dan dianggap tidak fair.(08/03).

Dalam isi Surat, Nomor: 03.001/PSRPA/III/2022 yang ditujukan kepada Pengawas Pertandingan dan PSSI tersebut, ialah tentang “Protes Pertandingan Putra Jombang Vs Persipa Pati, adapun seputar kronologinya adalah sebagai berikut;

“Peninjauan untuk kartu kuning di menit 16′ dan 38′ untuk pemain kami atas nama Akbar yang terkesan terlalu di paksakan. Karena, tidak ada peringatan dari wasit dan itu merupakan pelanggaran pertama dan kedua yang dilakukan tergolong ringan,” poin pertama dari bunyi Surat Surat, Nomor; 03.001/PSRPA/III/2022 yang ditujukan kepada Pengawas Pertandingan dan PSSI tentang “Protes Pertandingan Putra Jombang Vs Persipa Pati, Minggu (06/03).

Manajer Persipa Pati sampaikan Protes Pertandingan Putra Jombang Vs Persipa Pati, Minggu (06/03).

Selanjutnya dalam protes yang di ajukan oleh Manager Persipa Pati Dian Dwi Budianto juga menyampaikan protes atas insiden yang menimpa pemainnya, dan wasit dianggap tidak fair dalam memimpin pertandingan.

“Kami protes insiden tersebut dan meminta komite wasit untuk menindak dan mengistirahatkan wasit tersebut karena telah memalukan PSSI dan membuat kontroversi yang semakin memperburuk citra PSSI di mata publik. Serta meminta komite wasit untuk bertindak menegakkan aturan sesuai dengan Kode Disiplin PSSI dan Statuta PSSI dalam memberikan hukuman terhadap wasit tersebut,” pinta Surat Surat, Nomor; 03.001/PSRPA/III/2022 yang ditujukan kepada Pengawas Pertandingan dan PSSI tentang “Protes Pertandingan Putra Jombang Vs Persipa Pati, Minggu (06/03).

“Kami sangat kecewa dengan kinerja wasit yang memimpin pertandingan ini, banyak sekali pelanggaran terlihat. Terlihat pemain kami disikut, dibating, dihajar tapi tidak ada pelanggarannya. Ini ada bukti – bukti videonya karena memang di siarkan secara langsung di video.com,” ungkap Dian Dwi Budianto selaku Manager Persipa Pati saat di konfirmasi Media ini, Senin (07/03) melalui sambungan telepon selulernya.

Meski kalah jumlah pemain karena dua dari pemain kami telah mendapat kartu kuning dari pemimpin pertandingan (wasit). Namun, mereka tetap ‘Wani Ngenyel’ dan lebih menguasai jalannya pertandingan. Hasilnya di menit ke-84, M. Rifai berhasil membobol gawang Putra Jombang dengan Skor 1-1 bertahan hingga pertandingan dinyatakan selesai.

“Walaupun hasil kurang memuaskan, namun para pemain sudah berusaha memberikan permainan terbaiknya. Meski hanya bermain dengan 10 pemain. Syukur Alhamdulillah, kita bisa bermain imbang menghadapi tuan rumah. Walau hanya meraih poin 1 para pemain sudah menunjukan performa yang luar biasa,” ucap Dian.

Diketahui, Persipa memperoleh satu poin. Selanjutnya, tim besutan Nazal Mustofa ini akan berhadapan dengan Farmel FC pada tanggal 9 Maret dan Persikota Tangerang pada tanggal 12 Maret di Stadion Joko Samudro Gresik.

Menanggapi hal itu, Sutrisno salah seorang pecinta dan sekaligus pemerhati bola mengatakan bahwa, sudah selayaknya siapapun yang menjadi wasit (pemimpin pertandingan sepakbola) harus bertindak fair dan profesionalitas.

“Kami mungkin tidak mengetahui pasti apakah gaji atau fasilitas yang diberikan oleh PSSI seberapa besar. Namun, kami hanya berharap agar wasit untuk bekerja secara profesional. Jika wasit tidak mengetahui atau tidak menguasai hal – hal dasar peraturan permainan, mengapa pilih wasit tersebut untuk memimpin sebuah pertandingan…?,” ujarnya dengan nada kecewa dan dianggap menambahkan daftar citra negatif di mata dunia pesepak bolaan.

Sementara menanggapi adanya isu dan rumor yang saat ini menyeruak tentang salah satu klub bola yang didanai oleh oknum tertentu dan disinyalir sudah memesan tiket Liga 2 Indonesia, sehingga lawan-lawannya selalu tersingkir dengan tindakan oknum wasit.

“Mengapa anda rela mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk liga sepakbola yang tidak seberapa ini …?. Kalaupun mau terkenal dan menjadi juara, ya harus bertanding secara profesional. Jangan menjadi pecundang dengan menggunakan trik tertentu demi kepentingan pihak-pihak tertentu. Yang menjadi cacat adalah citra PSSI di mata masyarakat, khususnya bagi pecinta sepakbola, karena kredibilitas seorang wasit dipertanyakan dalam memimpin suatu pertandingan,” tandasnya.

 

 

(Red/Tg )