Mustiko Tracak Macan, Jenis Batu Bertuah & Berkodam, Pancarkan Aura Positif & Kewibawaan

Daerah4409 Dilihat

Pati,www.suarahukum-news.com-Memilki ageman (pegangan) suatu benda wujud seperti keris, benda pusaka, batu berkodam atau sejenisnya merupakan kebanggaan tersendiri bagi para pecinta budaya dan adat leluhur, terlebih bagi mereka yang suka nguri-uri kebudayaan lokal khususnya di wilayah Pulau Jawa. Terlebih lagi bagi seorang praktisi supranatural, benda pusaka (ageman) dipercaya menyimpan energi gaib tak kasat mata dan sekaligus dapat bermanfaat sebagai pagar diri dari serangan energi negatif, serta mampu memancarkan aura positif bagi pemiliknya.(16/01).

Mustiko Tracak Macan misalnya, benda ini merupakan salah satu batu bertuah dan berkodam yang paling di buru oleh beberapa praktisi supranatural, terlebih bagi mereka yang memiliki sebuah posisi penting dalam suatu jabatan tertentu. Karena benda ini (mustiko tracak macan) di percaya dihuni oleh sosok kodam berwujud macam putih yang sangat besar dan berwibawa.

“Mustiko tracak macan ini biasanya dihuni oleh kodam berwujud macam putih yang tinggi besar. Pemegang benda ini lebih cenderung banyak berdiam. Namun, sekali berbicara maka orang yang berada di depannya akan bergetar hatinya dan seolah tidak mampu untuk berkata apapun. Hal itu dikarenakan aura kodam tersebut telah menyatu kepada si pemilik benda itu (tracak macan),” ujar salah seorang praktisi supranatural saat di mintai tanggapan tentang mitos batu bertuah dan berkodam jenis mustiko tracak macan, Minggu (16/01).

Adapun menurut mitos dan asal-usulnya, Lanjutnya, Mustiko tracak macan berasal dari gedibal (bahasa jawa. red) atau gumpalan tanah yang ada pada kaki macan pada zaman dahulu (nenek moyang). Kemudian dikarenakan bahwa hewan ini dipercaya memiliki karomah dari Allah Subhanahu Wataala, maka gedibal tersebut akhirnya membatu dan jadilah benda yang di sebut mustiko tracak macan.

“Untuk mendapatkan barang tersebut tidaklah mudah. Karena benda-benda bertuah dan berkodam alami akan memilih orang-orang yang tepat untuk dapat merawatnya. Meskipun bentuknya sederhana seperti itu, namun ketika masih berada di suatu tempat yang masih belum wujud (alam), maka benda tersebut masih di jaga oleh makhluk tak kasat mata,” imbuhnya, sembari menunjukan kantong warna putih kumal dari dalam alamari kuno miliknya.

Setelah menunjukkan kantong kain berwarna putih kumal, selanjutnya praktisi supranatural tersebut membuka dan mengeluarkan beberapa jenis batu bertuah dan berkodam yang ia miliki. Salah satunya adalah Mustiko Tracak Macan.

“Barang ini dulunya saya dapat dari sekitar lokasi Jolotundo, atau lebih tepatnya dari bawah pohon besar sebelah sumur, turut Desa Wonorejo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Lokasi ini dipercaya oleh masyarakat setempat memang terdapat kekuatan tak kasat mata dan dihuni oleh makhluk astral,” jelas pria yang diketahui gemar mengoleksi batu bertuah dan berkodam alami tersebut.

Mustika Tracak Macan, Minggu (16/01/2021).

Waktu itu, kami berempat dengan teman-teman yang memiliki hobi sama. Yakni berburu batu bertuah di lokasi tertentu, terlebih di suatu tempat yang memiliki nilai histori sejarah atau punden.

“Menjelang malam yang bertepatan hari Jumat Kliwon saat itu, angin berhembus sayu seolah menyampaikan pesan bahwa lokasi tersebut terdapat kekuatan energi gaib yang sangat besar. Selanjutnya dengan memanjatkan doa kepada Allah Subhanahu Wataala agar selalu diberikan keselamatan, serta kirim doa kepada arwah leluhur, kemudian energi gaib yang semula terasa kurang bersahabat, berangsur mulai berganti dengan energi gaib yang sangat positif. Hal itu sangat kami rasakan kala itu,” terangnya, sembari menceritakan asal usul dirinya mendapatkan Mustiko Tracak Macan.

Kita disini, kita tidak mendewakan suatu benda apapun, kecuali hanya menyembah kepada Pencipta-Nya (Allah). Benda apapun tidak akan memiliki kekuatan tanpa kehendak dan ijabah Nya (Allah).

“Saya sering berburu benda seperti ini bukan berarti saya mendewakan suatu benda mas, setidaknya saya memahami bahwa Allah diatas segalanya dan benda-benda ini adalah bagian kecil atas Kuasa Nya (Allah) yang ada di bumi,” katanya.

Diakhir wawancara dengan pria yang diketahui gemar berburu benda yang masih alami, dan mengambilnya langsung dari alam, dirinya juga berpesan agar kita semua tidak lupa akan kebesaran sang pencipta alam semesta ini (Allah) serta jangan membuat kerusakan di muka bumi ini.

“Benda seperti ini hanyalah perantara akan kekuatan yang di turunkan oleh Pencipta-Nya (Allah). Jadi, janganlah kurangi iman dan taqwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena Dia (Allah) lah puncak dari segala kekuatan yang ada,” tandasnya.

 

 

 

 

(Red/Tg)