Netralitas & Independensi dari Seorang Calon Ketua Pasopati menjadi Prioritas Utama, Begini sepintas Profil Ahmad Rifa’i

Pati,www.suarahukum-news.com-Sosok Ahmad Rifa’i,M,H, Kepala Desa Dukuhseti Kecamatan Dukuhseti, merupakan salah satu kandidat dari lima (5) nama calon, yang secara resmi telah mendaftarkan diri untuk ikut berlaga di ajang pemilihan Ketua Organisasi Kepala Desa (Pasopati). Hal itu sesuai dengan urutan nama calon (Pasopati) yang tercatat di hari terakhir pendaftaran, Senin Tanggal 13 September 2021 kemarin. Adapun dari lima (5) nama calon tersebut di antaranya adalah; (1) Saman/Kepala Desa Sukobubuk, Kecamatan Margorejo, (2) Sutrisno/Kepala Desa Sumbermulyo, Kecamatan Winong, (3) Pandoyo/Keepala Desa Tegalharjo, Kecamatan Trangkil, (4) Maksum/Kepala Desa Talun, Kecamatan Kayen, dan (5) Ahmad Rifa’i,M.H/Kepala Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti.(15/09).

Ahmad Rifa’i,M.H adalah tergolong kepala desa yang baru menjabat beberapa tahun terakhir (junior), atau lebih tepatnya setelah dirinya dilantik dan menduduki jabatan kepala desa (definitif). Munculnya nama Ahmad Rifa’i di ajang pemilihan ketua Pasopati sendiri tergolong baru (terakhir), yang di usung dari kepala desa angkatan enam lima (65). Setelah memerhatikan dan mempertimbangkan bahwa perlunya sebuah independensi di tubuh organisasi (Pasopati) itu sendiri. Kerena, tanpa sebuah sikap independen dan netralitas, maka tidak menutup kemungkinan, jika organisasi (Pasopati) tersebut dapat di manfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Sehingga dapat mengurangi (netralitas) atas fungsi organisasi itu sendiri.

Diketahui bahwa, Pasopati merupakan organisasi yang di bentuk sebagai wadah silaturahmi antara sesama kepala desa yang ada di Kabupaten Pati. Selain itu, organisasi tersebut juga bertujuan untuk memperjuangkan hak-hak kepala desa sesuai dengan peraturan perundang-undangan sebagaimana yang di amanatkan oleh undang-undang dan peraturan pemerintah yang berlaku.

“Netralitas dan independensi sosok calon ketua Pasopati menjadi prioritas utama. Karena, hal itu dapat mempengaruhi kinerja dan fungsi organisasi kedepan. Jadi, setelah melalui berbagai tahapan kordinasi dan silaturahmi, dari angkatan 65 (enam lima) telah mengusung Ahmad Rifa’i untuk ikut maju diajang pemilihan ketua Pasopati,” kata Bahrun, Kepala Desa Kepohkencono Kecamatan Pucakwangi, saat dikonfirmasi Media ini di kediamannya, Selasa (14/09).

Selain itu, Lanjut Bahrun, Untuk menarik simpatisan, serta dalam mencari dukungan (suara), kami kedepankan ukhuwah silaturahmi dan jauh dari kata (tekanan) paksaan. Karena, jika sesuatu yang diawali dengan sikap egoisme (paksaan) yang tinggi, maka akan berdampak pada jalannya manajemen organisasi yang kurang baik.

“Silaturahmi menjadi prioritas utama dalam kami mencari dukungan suara. Kami juga menekankan kepada para simpatisan dan pendukung agar tidak membuat hal-hal yang justru dapat merugikan nama calon (Ahmad Rifa’i) yang kami usung ini,” imbuh Bahrun.

Sementara itu, Ahmad Purwanto Kepala Desa Kauman Kecamatan Juwana, juga menyampaikan bahwa dirinya bersama tim selalu menjaga harkat martabat organisasi, terlebih pada nama kandidat yang diusungnya.

“Kami selalu menekankan kepada para pendukung dan para simpatisan calon agar selalu menjaga sikap sopan santun dan tutur sapa, terlebih kepada para senior,” ujar Ahmad Purwanto, saat di konfirmasi Media ini melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (14/09).

Sementara itu ditempat terpisah, Salah satu kepala desa di Kecamatan Gunungwungkal juga mengatakan, Untuk teman-teman yang kami akomodir, semuanya satu tujuan, yaitu tetap mendukung dari nama kandidat dari wilayah Pati Utara.

“Terlepas dari apapun, kami dan teman-teman tetap menjunjung tinggi nilai-nilai aspek organisasi dan selalu mengedepankan kepentingan bersama. Ketidak-terikatan Ahmad Rifa’i kepada salah satu organisasi tertentu, serta tidak dalam komando dari siapapun (independen), maka menjadi dasar kami untuk memberikan dukungan (suara) kepada beliau. Karena, jika kandidat memiliki keterikatan atau hubungan tertentu serta masih dalam arahan dari pihak lain, maka, tidak menutup kemungkinan akan berdampak pada posisi (jabatan) yang akan diembannya,” ujar salah satu kepala desa yang ada di Kecamatan Gunungwungkal, Selasa (14/09).

Bukan hanya di Kecamatan Gunungwungkal, beberapa kepala desa yang ada di Kecamatan Cluwak juga mengatakan pendapat yang sama, bahwa netralitas dan independensi seorang calon ketua Pasopati menjadi prioritas utama.

“Kalau calon ketua Pasopati masih dalam kendali dan masih dapat di intervensi/dikendalikan dari pihak lain, maka bagaimana mungkin mampu menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pengayom kepala desa, sementara Pasopati sendiri adalah sebagai pucuk kordinasi dari semua kepala desa yang ada di Kabupaten Pati,” tegas salah satu Kepala Desa di Kecamatan Cluwak. Selasa (14/09).

Sementara itu di Kecamatan Dukuhseti, beberapa kepala desa juga sedang mempertimbangkan atas munculnya salah satu nama kandidat yang akan ikut berlaga di ajang pemilihan Ketua Pasopati.

“Ya, secara kewilayahan, tentunya kami dari Pati Utara tetap mendukung Ahmad Rifa’i, meskipun terdapat kendala di awal, akan tetapi itu semua tidak mengurangi dari tujuan kita untuk membentuk sosok calon ketua yang independen,” ucap salah satu kepala desa di Kecamatan Dukuhseti, Selasa (14/09).

Sedikit Profil dari sosok Ahmad Rifa’i adalah sebagai berikut, pria ini memiliki nama lengkap Ahmad Rifa’i, setelah lulus dari S1 pada Tahun 2018, dirinya bekerja menjadi staff di salah satu kantor swasta, selanjutnya kemudian menjadi Tenaga Ahli, saat ini dirinya juga sedang menyelesaikan gelar S2 dengan mengambil Hukum Tata Negara. Setelah lulus di 2018 selain menjadi TA juga mengajar (Dosen) Fakultas Hukum di salah satu Universitas Swasta di Semarang, kemudian pada Tahun 2019 dirinya ikut maju dalam pemilihan kepala Desa Dukuhseti Kecamatan Dukuseti Kabupaten Pati. Adapun akademisi terkahir adalah bergelar Master Hukum (M.H).

 

 

 

 

(Red/Tg)

Author: suarahukum