Open House SR Sentra Margo Laras Pati, Chandra; Pendaftar Lampaui Ekpatasi

Daerah23 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Pada peringatan satu tahun Sekolah Rakyat Kabupaten Pati yang digelar melalui kegiatan Open House di Aula Sekolah Rakyat/Sentra Margo Laras Pati, Jumat (19/6/2026), Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa program tersebut telah membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga desil 1.

Pada kegiatan yang juga dihadiri unsur Forkopimda, Kepala DinsosP3AKB Pati, para camat se-Kabupaten Pati, dan para siswa Sekolah Rakyat tersebut, Chandra menyampaikan bahwa perkembangan Sekolah Rakyat Kabupaten Pati telah melampaui ekspektasi.

Ia menilai kualitas layanan pendidikan, fasilitas, hingga pemenuhan kebutuhan dasar siswa berjalan sangat baik sejak program tersebut mulai dijalankan.

“Program ini sangat luar biasa. Tadi saya sudah melihat langsung kelas-kelasnya. Kondisinya bersih, fasilitasnya lengkap, kamar mandinya juga bersih. Anak-anak mendapatkan tiga kali makan dan makanan ringan. Mereka benar-benar merasa seperti di rumah sendiri,” ujar Chandra.

Ia menjelaskan, selain memperoleh pendidikan formal, para siswa juga mendapatkan dukungan pemenuhan gizi dan pembinaan karakter. Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memberikan kesempatan yang setara bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Ini kesempatan yang sangat baik bagi adik-adik kita yang berasal dari desil 1. Mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik seperti anak-anak lainnya,” katanya.

Chandra juga mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat terus meningkat. Hal itu terlihat dari kuota jenjang SMP yang telah terisi penuh sebanyak 190 siswa, serta jenjang SMA yang telah memenuhi kuota sebanyak 90 siswa.

“Untuk tahun ini, jenjang SMP sudah penuh dengan 190 siswa dan SMA juga sudah terpenuhi 90 siswa. Yang masih tersedia saat ini adalah jenjang sekolah dasar dengan sekitar 30 siswa, karena sebagian orang tua masih mempertimbangkan sistem asrama bagi anak-anak usia dini,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menilai kualitas pembelajaran di Sekolah Rakyat tidak kalah dengan sekolah umum lainnya. Selain mengikuti kurikulum formal, para siswa juga mendapatkan penguatan pendidikan agama dan berbagai kegiatan pengembangan diri pada sore hari.

“Anak-anak ini sudah mampu berbahasa Inggris dan bahasa Arab. Pelajaran mereka juga tidak tertinggal dari sekolah-sekolah lain. Bahkan setelah kegiatan belajar formal, mereka masih mendapatkan pembelajaran agama dan aktivitas positif lainnya,” tutur Chandra.

Terkait pengembangan program, Pemerintah Kabupaten Pati terus mempersiapkan operasional Sekolah Rakyat di Tlogowungu. Saat ini progres pembangunan fasilitas tersebut telah mencapai sekitar 85 persen dan akan segera ditinjau kembali untuk memastikan kesiapan penggunaan.

“Nanti hari Selasa kami akan berkunjung ke lokasi di Tlogowungu untuk memastikan kesiapan pembangunan dan menentukan waktu operasionalnya. Tempatnya akan lebih besar dibandingkan yang sekarang,” pungkas Chandra.

Melalui Open House satu tahun Sekolah Rakyat Kabupaten Pati, pemerintah daerah berharap semakin banyak masyarakat memahami manfaat program tersebut sekaligus mendorong pemerataan akses pendidikan yang berkualitas, berkarakter, dan inklusif bagi seluruh anak di Kabupaten Pati.

 

(Red/Sh)