PERINGATI HARI WAISAK 2563 BE , DI VIHARA BODHI KALOKA , ” MENCINTAI TANAH AIR INDONESIA “

Peringati hari Waisak 2563 BE ( Buddhis Era ) di Vihara Bodhi Kaloka Desa Karangsari Kecamatan Cluak , dengan teman , ” Mencintai Tanah Air Indonesia “

Pati , www.suarahukum-news.com – Bertempat di Vihara Bodhi Kaloka Desa Karangsari Kecamatan Cluak Kabupaten Pati , Bupati Haryanto kemarin menghadiri Peringatan Waisak 2563 BE ( Buddhis Era ) yang diselenggarakan oleh Keluarga Buddhayana Indonesia ( KBI ) Kabupaten Pati . ( 05 / 5 )

Acara peringatan hari Waisak 2653 yang di selenggarakan di Vihara Bodhi Kaloka turut Desa Karangsari tersebut di hadiri oleh ribuan umat Buddha asal Kabupaten Pati, Kudus , dan Jepara , dalam kesempatan tersebut Bupati Haryanto mengucapkan selamat kepada warga Buddha yang memperingati Trisuci Waisak .

Pada kesempatan tersebut Bupati Haryanto juga secara khusus mengapresiasi tentang tema yang diusung oleh KBI ( Keluarga Buddhayana Indonesia ) dalam perayaan Waisak tahun ini , yakni mengangkat tema ” Mencintai Tanah Air Indonesia ” .

Dalam sambutannya , Bupati Haryanto sedikit Membahas tentang tema tersebut serta mengaitkannya dengan pelaksanaan pesta demokrasi dan upaya menjaga kebersamaan sebagai wujud cinta tanah air ;

” Sebagaimana tema yang diusung, dengan kondisi di mana kita seringkali dipertemukan dengan pesta demokrasi, mulai Pilkades, Pilkada, Pileg, hingga Pilpres, seringkali kita seakan-akan dipisahkan antara satu dengan yang lain. Namun, dengan kedewasaan Bapak-Ibu sekalian, kita patut bersyukur, yang ramai hanya di media sosial. Di kehidupan nyata kita lebih dewasa. Sebab, setiap kali memperingati hari besar keagamaan, kita tidak pernah mengajarkan untuk berseteru ,” tuturnya

Bupati Haryanto juga berharap, dalam peringatan hari waisak dapat ini dapat memberi semangat dan inspirasi agar bangsa Indonesia tidak mudah terpecah belah, lebih-lebih karena perbedaan keyakinan ;

Bupati Haryanto : Soal kebersaman , masyarakat dunia nyata lebih dewasa , ketimbang dunia warganet .

” Kita harus bersatu agar saling mengasihi, tidak bercerai berai. Semangat cinta tanah air harus dimulai dari kita yang ada di bawah ” tandasnya.

Menurut Haryanto, peringatan hari besar keagamaan antara lain dilakukan untuk meneladani nilai kebersamaan dan semangat guyub rukun yang dicontohkan para pendahulu dan para pemuka agama ;

” Semua agama tidak ada yang memberi ajaran yang tidak baik, misalnya memusuhi negara dan mencerai-berai masyarakat. Kalau ada yang seperti itu, dia hanya oknum yang ingin membuat suasana tidak damai. Oleh karena itu, jangan ada anggapan bahwa yang mayoritas menang-menangan dan yang minoritas merasa tertekan. Kita semua mempunyai kesempatan yang sama untuk hidup damai di negara ini ,” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati Haryanto mengungkapkan bahwa , kehadirannya dalam peringatan Waisak di Vihara Bodhi Kaloka , secara tidak langsung merupakan upayanya dalam membina kerukunan antar umat beragama yang ada di Kabupaten Pati ;

” Mudah-mudahan peringatan Waisak bisa meningkatkan kepercayaan kita kepada Yang Maha Kuasa “, imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat ( DPP ) Majelis Buddhayana Indonesia ( MBI ) Amin Untario yang diwakili oleh Wakil Sekretaris Jenderal 1 DPP MBI dalam sambutannya menyampaikan , Waisyak merupakan momentum yang sangat ditunggu umat Buddha di seluruh dunia untuk diperingati dan dirayakan mengingat betapa besarnya makna kehadiran Buddha bagi dunia ;

” Waisyak diperingati bukan sekadar untuk mengingat tiga peristiwa penting , yaitu lahirnya Pangeran Siddharta , Pertapa Gautama mencapai pencerahan sempurna , dan wafatnya Sang Buddha melainkan juga bagaimana kita menyadari bahwa kehadiran manusia agung yang kita sebut Buddha , dengan penuh kasih sayang telah menerangi dunia . Sehingga kita dapat meneladani dengan mempraktikkan apa yang diajarkan Sang Buddha ,” tuturnya

Mencintai Tanah Air Indonesia, lanjutnya, adalah tema Waisak yang diusung Keluarga Buddhayana Indonesia tahun ini. Tema ini bertujuan untuk mengingatkan umat Buddha agar bersama-sama mengembangkan sikap mawas diri, toleransi terhadap agama maupun kebahagiaan orang lain, membagi kebahagiaan, dan menunjukkan cinta kasih kepada semua makhluk ;

” Dalai Lama mengatakan, seorang praktisi agama sejati tidak akan melakukan kekerasan dan intimidasi terhadap warga yang berbeda agama dan keyakinannya . Oleh karenanya, mari kita bertekad dan berlaku baik , menghargai sesama, menumbuhkan cinta kasih , toleransi terhadap sesama umat Buddha dan umat beragama lain , dan hidup dalam keadaan harmonis ,” imbaunya.

Tema peringatan Waisak tahun ini, lanjutnya , ” Sesuai dengan nilai-nilai yang diusung KBI , yakni nonsektarian , inklusivisme , pluralisme , universalisme , dan keyakinan kepada Dharmakaya Sanghyang Adi Buddha ” pungkasnya

 

( Red / Tg )

Author: suarahukum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.