Plt Bupati Pati Tegaskan Komitmen Kesetaraan Pendidikan, Sekolah Rakyat Diharapkan Cetak Generasi Emas

Nasional89 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com |  Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati dalam mendukung kesetaraan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat. Program tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik sekaligus memutus keterbatasan ekonomi melalui pendidikan.

Komitmen itu disampaikan Chandra saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat Pati, Sabtu (17/10/2026). Di hadapan para siswa, ia berpesan agar kesempatan pendidikan yang telah diperoleh dimanfaatkan secara sungguh-sungguh untuk meraih cita-cita dan membangun masa depan.

“Kesempatan tidak datang dua kali. Gunakan kesempatan ini dengan baik untuk satu tujuan, yaitu meraih cita-cita kalian,” tegas Chandra.

Menurutnya, Sekolah Rakyat bukan sekadar memberikan akses pembelajaran akademik, melainkan juga menghadirkan pendidikan yang menyeluruh melalui pembentukan karakter, penanaman akhlak, pembiasaan ibadah bersama, serta pemenuhan kebutuhan dasar siswa, termasuk makan tiga kali sehari dan dua kali makanan selingan.

Dukungan tersebut menjadi bekal penting bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat tumbuh, berkembang, dan belajar secara optimal tanpa terbebani keterbatasan ekonomi keluarga.

“Kalian yang sudah di sini adalah anak-anak pilihan dari ribuan anak di Kabupaten Pati,” ujarnya.

 

Bukan Sekadar Prestasi Akademik, Akhlak dan Kemandirian Jadi Prioritas

 

Chandra menegaskan, keberhasilan Sekolah Rakyat tidak boleh hanya diukur dari capaian akademik. Pembentukan karakter, kedisiplinan, akhlak, dan kemandirian harus menjadi bagian penting dari proses pendidikan sehingga para siswa tumbuh menjadi generasi yang cerdas sekaligus berintegritas.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru yang terus menjalankan tugas mendidik di tengah berbagai keterbatasan. Dedikasi para tenaga pendidik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun lingkungan belajar yang mampu mendorong perkembangan siswa.

Bahkan, Chandra memberikan tantangan kepada para siswa agar mampu menunjukkan prestasi dan perubahan positif ketika Sekolah Rakyat memasuki tahun kedua.

“Tahun depan, saat sekolah ini memasuki ulang tahun kedua, saya tantang kalian untuk menunjukkan prestasi. Buktikan bahwa kalian mampu menjadi anak-anak yang membanggakan,” tandasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar kesempatan pendidikan yang telah diberikan benar-benar menghasilkan kemajuan, baik dalam kemampuan belajar maupun pembentukan kepribadian siswa.

 

Pemkab Pati Siapkan Pendampingan dan Dukung Keberlanjutan Program

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Pemkab Pati akan melibatkan Dinas Sosial dalam proses rekrutmen siswa pada tahun berikutnya, bersama Program Keluarga Harapan (PKH). Pendampingan secara berkala juga akan dilakukan untuk memantau perkembangan siswa serta memastikan manfaat program dapat dirasakan secara optimal.

Chandra menegaskan, kesempatan memperoleh pendidikan yang layak merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat kurang mampu. Karena itu, pemerintah daerah memandang Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya untuk memperluas kesempatan belajar sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Pati.

“Kesempatan pendidikan ini sangat kami butuhkan untuk masyarakat Kabupaten Pati yang kurang mampu. Kami ingin anak-anak dari keluarga kurang mampu punya kesempatan belajar yang sama dengan anak-anak lain. Saya kira Sekolah Rakyat ini akan melahirkan generasi emas Kabupaten Pati,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendukung perkembangan anak. Melalui kegiatan Open House, para orang tua mendapat kesempatan melihat secara langsung perubahan yang dialami anak-anak mereka selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat, terutama dalam aspek kemandirian.

Sementara itu, terkait peluang penambahan kuota siswa, Chandra menjelaskan bahwa kewenangan tersebut berada pada Dinas Sosial. Oleh karena itu, kebutuhan penambahan kuota perlu dikoordinasikan melalui instansi yang berwenang sesuai mekanisme yang berlaku.

Kegiatan Open House Sekolah Rakyat Pati turut dihadiri perwakilan Universitas Pertahanan, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati, Kepala Sentra Margolaras, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Tlogowungu, unsur Forkopimcam Tlogowungu, serta para tamu undangan.

Melalui dukungan pemerintah daerah, pendampingan yang berkelanjutan, dan komitmen para tenaga pendidik, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengembangkan potensi, meraih cita-cita, dan memperoleh masa depan yang lebih baik.

Pendidikan tidak boleh menjadi hak istimewa bagi mereka yang berkecukupan. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan berkembang dan belajar yang sama untuk meraih cita-cita dan masa depan yang lebih cerah.

 

(Red/Tg)