Plt. Chandra Siapkan Solusi Permanen Dalam Mengatasi Dampak Kekeringan Dk. Lemahbang

Daerah336 Dilihat

Pati, www.suarahukumnews.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mulai menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi persoalan kekeringan yang setiap tahun melanda sejumlah wilayah. Salah satunya di Dusun Lemahbang, Desa Sinomwidodo, Kecamatan Tambakromo, yang selama musim kemarau mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih. (08/09)

Tidak sekadar mengandalkan dropping air menggunakan truk tangki, Pemkab Pati menargetkan pembangunan bak penampungan dan jaringan perpipaan dari sumber mata air Banyumpang menuju permukiman warga Dusun Lemahbang mulai direalisasikan bulan depan.

Komitmen tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat meninjau langsung penyaluran bantuan air bersih di wilayah tersebut, Selasa (8/9/2026).

“Insya Allah untuk Dusun Lemahbang ini bulan depan kita realisasikan pembuatan bak penampungan dan pipa distribusi dari sumber mata air Banyumpang untuk kita alirkan ke Dusun Lemahbang. Pokoknya diatasi biar tidak kekeringan lagi,” tegas Chandra.

Menurutnya, sumber mata air Banyumpang sebelumnya pernah dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih, terutama ketika musim kemarau. Karena itu, pemerintah daerah kini mendorong perbaikan dan optimalisasi sumber tersebut agar dapat kembali dimanfaatkan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Rencana penanganan tersebut akan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). Pelaksanaan pekerjaan nantinya dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati dengan berkoordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati.

Namun, sebelum pelaksanaan kegiatan, pemerintah daerah akan terlebih dahulu menetapkan Surat Keputusan (SK) Bupati mengenai status tanggap bencana kekeringan sebagai dasar penanganan lebih lanjut.

 

Tak Ingin Warga Terus Bergantung Truk Tangki

Chandra menegaskan, persoalan kekeringan tidak dapat diselesaikan hanya dengan pola penanganan darurat berupa distribusi bantuan air bersih setiap musim kemarau.

Menurutnya, dropping air memang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan warga dalam kondisi mendesak. Namun, langkah tersebut harus diikuti dengan pembangunan infrastruktur air bersih yang mampu memberikan solusi jangka panjang.

“Jadi, tidak hanya kita tiap tahun harus mengirimkan truk tangki. Kami akan mencari sumber-sumber air di wilayah-wilayah terdekat dengan desa-desa yang terdampak kekeringan ini,” jelas Chandra saat menyampaikan perkembangan penanganan kekeringan, Senin (7/9/2026).

Pemkab Pati kini mulai melakukan pemetaan terhadap potensi sumber air di wilayah yang selama ini menjadi titik rawan kekeringan. Sumber-sumber tersebut akan dikaji untuk kemudian dikembangkan menjadi bagian dari sistem penyediaan air bersih bagi masyarakat.

Selain optimalisasi sumber mata air, pemerintah daerah juga menyiapkan pembangunan sumur dalam serta pemanfaatan teknologi pengolahan air di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan kekeringan cukup tinggi.

 

Target Tiga hingga Empat Tahun

Penanganan kekeringan tersebut tidak berhenti pada satu wilayah. Pemkab Pati menargetkan adanya penanganan secara bertahap di berbagai desa yang selama ini menjadi langganan kekeringan.

“Dalam tiga sampai empat tahun ke depan, desa-desa yang berpotensi mengalami kekeringan kita upayakan tidak lagi kekurangan air bersih,”  tegas Chandra.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Pemkab Pati juga menyiapkan penganggaran teknologi pengolahan air pada 2027. Program tersebut ditargetkan dapat menjangkau sekitar 20 desa setiap tahun, sehingga penanganan kekeringan dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan kekeringan perlu ditangani melalui pendekatan yang lebih komprehensif. Bantuan air bersih tetap menjadi solusi darurat, tetapi pembangunan sumber air dan jaringan distribusi menjadi bagian penting agar masyarakat tidak terus berada dalam siklus ketergantungan terhadap dropping air setiap musim kemarau.

Sementara itu, penyaluran bantuan air bersih di Dusun Lemahbang turut melibatkan BPBD dan DPUTR Kabupaten Pati sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.

Dengan rencana optimalisasi sumber mata air Banyumpang dan pembangunan jaringan perpipaan, Pemkab Pati berharap masyarakat Dusun Lemahbang ke depan memiliki akses air bersih yang lebih dekat, mudah, dan berkelanjutan.

“Pemerintah tidak ingin kekeringan hanya dijawab dengan datangnya truk tangki setiap musim kemarau. Targetnya jelas: membangun sistem air bersih yang mampu menjadi solusi, bukan sekadar pertolongan sementara,” pungkasnya.

 

(Red/Tg)