Pati, www.suarahukum-news.com-Pendidikan melalui sistem pembelajaran daring dianggap kurang efektif, mengingat tidak semua wilayah di Kabupaten Pati dapat di jangkau oleh jaringan internet. Terlebih bagi mereka yang memiliki sisi ekonomi di kalangan bawah. Mereka (orang tua murid) harus berusaha untuk membeli Gadget (Handphone Android) untuk dapat mengikuti pelajaran secara daring tersebut. Selain itu, mahalnya paket kuota internet juga menjadi kendala paling dasar bagi sejumlah orang tua (wali murid) dalam menyediakan fasilitas belajar bagi anak-anaknya di rumah.(04/03)
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kabupaten Pati sekaligus politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muslihan kepada Bupati Pati pada saat menyampaikan hasil pelaksanaan kegiatan reses DPRD Pati tahap ketiga dalam rapat Paripurna pada Selasa (2/3/2022) kemarin.
Muslihan menyebut bahwa, pendidikan dalam hal ini pembelajaran daring dianggap masih memberatkan masyarakat karena harus memakai kuota internet yang cukup mahal.
Untuk itu, Pemerintah diminta untuk memberikan solusi dengan layanan internet gratis, agar tidak membebani orang tua murid di masa pandemi, yang diketahui telah berdampak pada sektor ekonomi di negeri ini. Terlebih bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah.
“Pendidikan melalui daring dianggap kurang efektif. Mohon, agar pembelajaran tatap muka diadakan kembali dengan catatan mematuhi protokol kesehatan, serta beberapa persyaratan yang dapat menekan penyebaran Covid-19,” ujar Muslihan saat menyampaikan hasil pelaksanaan kegiatan reses DPRD Pati tahap ketiga dalam rapat Paripurna pada Selasa (2/3/2022) kemarin.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pati wajib memberikan bantuan untuk masyarakat dalam bentuk pelatihan, pemberian kredit untuk bantuan modal kecil, menengah. Karena, para pengusaha sangat membutuhkan solusi khususnya bantuan permodalan.
Kendati demikian dalam reses, Muslihan mengaku di sektor ekonomi pertanian menunjukkan tren yang positif ditandai distribusi pupuk subsidi yang semakin lancar.
“Persediaan pupuk pada musim tanam tercukupi dengan harga terjangkau,” kata Muslihan mewakili Dapil V DPRD Pati saat sidang paripurna kemarin.
Lanjut Muslihan saat reses, bidang sosial budaya juga menjadi sorotan. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati banyak mendapat aduan dari para musisi dan seniman yang belum mendapatkan solusi, karena belum bisa pentas dan tidak bisa mendapatkan penghasilan untuk mencukupi kebutuhan keluarga selama pandemi Covid-19 melanda negeri ini.
“Diharapkan, agar pemerintah juga dapat mengembangkan kearifan lokal dengan memberikan bantuan berupa peralatan kesenian dan pendukungnya, hal itu sebagai upaya perhatian dari pemerintah terhadap para seniman yang juga terdampak akibat wabah nasional ini,” pungkas Politisi dari Partai PPP siang itu.
(Red/Tg)






