SEBANYAK 101 PESERTA , MENGIKUTI KONTES JERUK PAMELO DI LAPANGAN DESA BAGENG

Sebanyak seratus satu peserta mengikuti kontes jeruk pamelo di lapangan Desa Bageng . Jumat ( 27 / 4 )

Pati , www.suarahukum-news.com – Pelaksanaan serangkaian acara kegiatan kontes jeruk pamelo yang di gelar di lapangan Desa Bageng Kecamatan Gembong Kabupaten Pati pada hari Jumat ( 27 / 4 ) , yang di ikuti lebih kurang 101 ( seratus satu ) peserta dari berbagai desa dan kelompok tani yang ada di wilayah Kecamatan Gembong , dihadiri oleh Bupati Haryanto . ( 28 / 4 )

Dalam Kontes kali ini, memperlombakan varietas buah unggulan Kabupaten Pati yakni jeruk pamelo yang diselenggarakan oleh Kelompok Tani ‘Sumber Rejeki’. Walau baru pertama kali diadakan di Kabupaten Pati, rupanya antusias para petani jeruk pamelo ini sangat besar, yang mana dapat dilihat dengan jumlah peserta kontes mencapai 101 peserta.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengaku mengapresiasi inisiatif masyarakat atau kelompok tani yang mengadakan kontes tersebut.

” Dengan adanya kontes ini, mudah-mudahan dapat mengurangi anggapan yang beredar di luar bahwa jeruk Pamelo bukan produk Pati ,” ujarnya.

Menurut Haryanto, banyak orang luar yang beranggapan bahwa jeruk pamelo berasal dari Kudus. Padahal, Kabupaten Pati memiliki sertifikat khusus yang menunjukkan bahwa jeruk pamelo ialah varietas unggulan asli Pati.

Jeruk pamelo adalah salah satu  produk unggulan khas dari Kabupaten Pati .

” Tidak perlu khawatir. Yang penting kita sosialisasikan dan kembangkan terus produk unggulan ini. Setiap ada pameran, kita ikut saja. Pasti laku ,” imbuh Haryanto.

Secara khusus, Haryanto juga memuji Kecamatan Gembong yang merupakan daerah produsen tanaman jeruk pamelo.

” Memang jeruk pamelo cocoknya di Gembong. Struktur tanahnya mendukung. Oleh karena itu, saya harap nanti produk pertanian ini bisa kita kembangkan terus. Tidak harus lahan yang luas. Tiap rumah bisa menanam lima atau enam pohon, nanti kami bantu menyediakan bibit , ” ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati Haryanto , mengatakan , kalau masyarakat mengalami kesulitan dalam mengembangkan jeruk pamelo, penyuluh pertanian dan kelompok tani dapat dilibatkan untuk melakukan studi pengembangan. Ia mengingatkan, terkait masalah biaya bisa mengandalkan APBD.

” Kita memang harus inovatif. Kalau tidak, bisa ketinggalan. Memang Pati kaya potensi. Masing-masing daerah punya produk unggulan . Tinggal bagaimana kita memanfaatkan dan meningkatkan produksi ,” tegasnya.

Sedangkan Ketua Panitia Sutrisno menambahkan , sebanyak 101 peserta yang mengikuti kontes berasal dari berbagai daerah di Kabupaten Pati.

” Kriteria penjuriannya antara lain adanya biji atau tidak , kelenturan daging buah, dan kadar manisnya. Jurinya dari Dinas Pertanian Kabupaten Pati , PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) Gembong, dan dua orang dari masyarakat umum ,” jelas Sutrisno.

Sutrisno mengatakan, pada mulanya ia dan teman-temannya menginisiasi lomba ini karena masa panen jeruk hampir berakhir. Selain itu , ia juga ingin turut mengenalkan jeruk pamelo sebagai produk unggulan Pati , bukan daerah lain .

( Red / Tin )

COMMENTS