Serahkan Sertifikat HM di Kalimantan Utara, Presiden Jokowi kembali Bagikan Sepeda Gratis

Nasional1790 Dilihat

Kalimantan Utara, www.suarahukum-news.com-Ada yang menarik saat Presiden Joko Widodo pada Selasa (21/12) saat menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Gedung Tenis Tertutup Telaga Keramat, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.(22/12).

Setelah menjelaskan tentang manfaat memiliki sertifikat tanah dan juga apresiasi kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) atas kerja keras dalam pengurusan sertifikat, banyak yang mengira Presiden akan mengakhiri sambutannya. Namun ternyata, Presiden meminta masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut untuk mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan dari Presiden.

“Siapa yang hafal Pancasila?,” tanya Presiden. Selanjutnya Nursiah, seorang ibu yang berasal dari Tarakan langsung mengangkat tangannya.

Presiden pun kemudian menunjuk Nursiah yang berada di hadapannya untuk menyebutkan Pancasila. Dengan lancar Nursiah menyebutkan sila pertama hingga kelima.

“Kita ini memiliki 17.000 pulau. Sebutkan 5 saja pulau di Indonesia?,” Presiden kembali melontarkan pertanyaan untuk warga.

Tak selang lama, Muhammad Fadlan Syah yang berasal dari Tarakan menjawab pertanyaan tersebut.

“Yang pertama Pulau Sebatik, yang kedua Pulau Tarakan, yang ketiga Pulau Jawa, yang keempat Pulau Sumatera, yang terakhir Pulau Sadau,” kata Fadlan.

Presiden pun tersenyum mendengar jawaban Fadlan dan membenarkan nama-nama pulau tersebut.

Pertanyaan terakhir yang diajukan Presiden terkait dengan protokol kesehatan. “Kita harus melaksanakan yang namanya 3M. Itu apa saja?,” tanya Presiden.

“Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” jawab Rini Nurmala, seorang ibu dari Tarakan.

Setelah mendengar jawaban tersebut, Presiden memberikan sepeda. “Yang tadi bisa menjawab dengan baik diberi sepeda semuanya,” ucap Presiden.

Siang itu, setelah hampir dua tahun tidak membajgikan sertifikat untuk rakyat secara tatap muka, Presiden kembali membagi-bagikannya sekaligus memberikan sepeda kepada masyarakat yang bisa menjawab pertanyaan Presiden. Bedanya, jika sebelum pandemi yang ditunjuk Presiden naik ke atas panggung, namun kali ini hanya berdiri dari tempatnya dan menjawabnya.

 

 

 

(Red/Sh)