Tak Ada Penolakan Dewan, Bupati Harapkan Semua Legowo Sikapi Rekomendasi Pansel Sekda

Pati, www.suarahukum-news.com-Menanggapi sejumlah pihak yang mempertanyakan mekanisme pelaksanaan seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah, Bupati Pati Haryanto ikut buka suara.(12/09).

“Pansel tentu tidak akan gegabah memberi rekomendasi. Ada dokumentasinya sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Maka kalau ada pihak yang kurang percaya, berpikir negatif, tolong itu dihilangkan”, tegas Bupati saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (10/9).

Lebih lanjut Haryanto justru menekankan pentingnya upaya untuk mengawal kinerja Sekda yang nanti akan terpilih.

“Daripada sibuk dukung mendukung dengan membangun opini yang belum tentu benar, saya pikir akan jauh lebih bermanfaat bila energinya ini nanti dioptimalkan untuk mengawasi kinerja Sekda yang bakal terpilih”, imbuhnya.

Pihaknya selaku kepala daerah pun mengaku selama ini sering bertemu dengan pimpinan DPRD.

“Dan sejauh ini belum pernah ada yang menyampaikan penolakan terhadap hasil yang disampaikan panitia seleksi”, imbuhnya.

Meski demikian, Haryanto menyadari bahwa teknis pelaksanaan maupun penentuan hasil rekruitmen calon Sekda, bukan ranahnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada para kompetitor yang belum berhasil, untuk dapat legowo, serta menyadari bahwa semua ada tahapan dan mekanismenya.

“Selaku PNS harus menjunjung loyalitas, integritas, dan melaksanakan tugas yang saat ini dipercayakan oleh pejabat pembina kepegawaian daerah. Jadi, jangan bikin gaduh suasana”, tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, semua tahapan seleksi telah dilalui oleh Calon Sekda, mulai dari uji kompetensi, rekam jejak, tes kesehatan, penulisan makalah, hingga uji gagasan dan wawancara.

“Maka bila ada peserta yang dinyatakan tidak lolos, itu memang sudah melewati mekanisme yang ada. Intinya, semua tahapan seleksi sudah sesuai aturan dan ketentuan”, tegas Haryanto.

Hingga berita ini diturunkan, dari tujuh peserta yang melamar posisi Sekretaris Daerah, kini tersisa 3 peserta yang lolos dengan nilai tertinggi.

Adapun ketiga nama yang lolos ialah Jumani, Teguh Widyatmoko, dan Wahyu Setyawati.

Jumani sendiri saat ini menjabat sebagai Inspektur Kabupaten Pati, sedangkan Teguh Widyatmoko ialah Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM. Adapun Wahyu Setyowati, kini masih menjadi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM.

Bupati berharap, siapapun yang menjadi Sekda, nantinya dapat mempertahankan kinerja Sekda sebelumnya bahkan malah ditingkatkan. “Serta dapat lebih baik dalam berkoordinasi dengan OPD maupun unsur – unsur lintas sektoral”, harapnya.

Lebih lanjut Haryanto menekankan bahwa PNS itu punya pola karier, dan untuk mencapai jenjang Sekda tentu tidak mudah.

“Harus melewati tes administrasi, assessment, uji gagasan, pembuatan makalah, hingga penelusuran rekam jejak. Jadi semua tahapan seleksi ada dokementasinya, yang pasti juga dapat dipertanggungjawabkan, terukur dan bisa diyakini serta diterima oleh semua pihak. Jadi kurang pas kalau kita hanya berargumen berdasarkan asumsi, apalagi sampai menggiring opini negatif ke salah satu calon”, paparnya.

Haryanto pun berani menjamin bahwa semua calon Sekda yang lolos seleksi dijamin tidak ada yang ikut organisasi terlarang.

“Tak hanya yang lolos seleksi saja, bahkan ASN lain pun saya jamin tak ada yang ikut organisasi terlarang”, tegasnya.

Kemudian, Bupati juga berpesan agar momentum seleksi Sekda ini menjadi ajang mawas diri bagi semua pihak.

“Diri kita sendiri ini belum tentu baik maka janganlah terburu-buru menilai keburukan yang ada pada orang lain. Dan yang perlu diingat adalah bahwa masing-masing dari diri kita ini belum tentu pintar maka janganlah tergesa-gesa menganggap orang lain bodoh”, tutur Bupati.

Di akhir wawancara, orang nomor satu di Pemkab Pati ini berpesan agar semua pihak tetap fokus pada upaya penurunan kasus Covid-19. “Pati baru saja landai kasusnya. Jangan sampai kita lengah, apalagi sampai ikut menyibukkan diri pada kegiatan-kegiatan ataupun upaya-upaya yang justru memunculkan keresahan di masyarakat”, pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

 

(Red/Sh)

Author: suarahukum