Yakuza Bagikan 250 Paket Nasi, Tegaskan Komitmen Jaga Kepedulian &  Kondusivitas Pati

Daerah20 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com |  Semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama ditunjukkan organisasi kemasyarakatan Yakuza di Kabupaten Pati melalui kegiatan Jumat Berkah. Sebanyak 250 paket nasi bungkus dibagikan kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian Yakuza terhadap masyarakat sekaligus bentuk partisipasi sosial para pengurus dan anggota untuk menghadirkan manfaat, meski dilakukan melalui hal sederhana.

Penasehat Yakuza, Widodo, S.H., mengatakan bahwa kegiatan Jumat Berkah tersebut merupakan bentuk kebersamaan antaranggota sekaligus upaya untuk menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan partisipasi antaranggota agar apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat kepada sesama. Meskipun jumlahnya tidak banyak, kami berharap paket nasi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,”  ujar Widodo.

Jumat berkah, Yakuza bagikan 250 paket nasi pada depan Kantor DPRD Pati, (14/08/26).

Menurutnya, berbagi tidak selalu harus dilakukan dalam bentuk yang besar. Kepedulian yang dilakukan secara konsisten, kata dia, justru dapat menjadi bagian dari upaya membangun rasa kebersamaan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Sebagai organisasi kemasyarakatan yang berada di Bumi Mina Tani, Widodo juga menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah dinamika yang terjadi di Kabupaten Pati dalam beberapa hari terakhir.

Ia menegaskan, pengurus dan anggota Yakuza sepakat untuk turut menjaga keamanan, ketertiban, serta kondusivitas wilayah. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, namun harus tetap disampaikan dengan mengedepankan etika, ketertiban, dan tanggung jawab.

“Kami sepakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas Kabupaten Pati. Jangan sampai ada kelompok-kelompok tertentu yang sengaja membuat gaduh dan memperkeruh suasana di daerah yang kita cintai ini,” tegasnya.

Widodo juga menyayangkan apabila ruang yang memiliki nilai penting bagi masyarakat dan pemerintahan, termasuk lingkungan DPRD Pati, diperlakukan tanpa mengindahkan etika dan norma yang berlaku.

Menurutnya, menyampaikan aspirasi maupun kritik terhadap pemerintah merupakan hak setiap warga negara dan bagian penting dari demokrasi. Namun, hak tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dan tidak boleh berujung pada tindakan yang merusak fasilitas, mengganggu ketertiban umum, maupun mencederai nilai-nilai demokrasi itu sendiri.

“Menyampaikan pendapat itu boleh dan sah. Tetapi jangan sampai kemudian merusak demokrasi dengan mengatasnamakan suara rakyat. Aspirasi harus tetap disampaikan secara santun, tertib, bermoral dan beradab,” katanya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat Pati dapat menahan diri serta mengutamakan persatuan dan kepentingan bersama. Perbedaan pandangan, lanjutnya, seharusnya menjadi ruang untuk mencari solusi, bukan alasan untuk menciptakan pertentangan.

“Pati adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga agar tetap aman, nyaman dan kondusif. Kritik tetap diperlukan, tetapi harus dibarengi dengan tanggung jawab dan niat membangun,” pungkasnya.

Kegiatan Jumat Berkah Yakuza pun diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk terus hadir di tengah masyarakat, berbagi manfaat, sekaligus ikut menjaga keharmonisan kehidupan sosial di Kabupaten Pati.

 

(Red/Tg)