Yeti Kristianti; Sedekah Laut, Wujud Syukur kepada Tuhan Pencipta Alam Semesta

Daerah3068 Dilihat

 

Pati, www.suarahukum-news.com | Sedekah laut yang menjadi kegiatan rutin setiap tahun adalah sebagai bentuk tradisi masyarakat lokal dalam mengucapkan wujud syukur kepada Tuhan YME,  atas hasil laut selama setahun terakhir. Selain itu, tradisi ini juga sebagai sarana berdoa dalam meminta  keselamatan para pelaut atau nelayan yang mencari rejeki di tengah lautan yang luas,(18/05).

Sementara sebagai puncak festival sedekah laut juga diwarnai dengan berbagai hiburan masyarakat, sebagaimana seperti yang dilaksanakan di Desa Bajo dan Desa Bendar, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, pada  Minggu (15/04) kemarin.

Peda kesempatan itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi dari Komisi B, Yeti Kristianti, mengatakan, Sedekah laut adalah ungkapan rasa  syukur dari para nelayan dalam mencari rejeki di tengah lautan.

Selain ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta segala makhluknya itu, kata dia juga bentuk doa agar para nelayan dalam menjalankan usahanya diberi kesehatan dan keselamatan.

“Rangkian tradisi ini adalah wujud pelestarian adat dan budaya dalam memohon keselamatan. Terutama para nelayan yang melaut, agar diberi kelancaran rezeki, serta diberikan hasil tangkapan ikan yang melimpah,” ungkapnya.

Diketahui bahwa, Yeti  Kristianti, Anggota DPR Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Gerindra, asli kelahiran Desa Bendar, Kecamatan Juwana ini, juga mengungkapkan bahwa sedekah laut kali ini berjalan dengan lancar.

“Selama dua tahun ke belakang hanya dilaksanakan secara sederhana, karena dampak Pandemi COVID-19. Alhamdulillah saat ini sudah melandai, sehingga tradisi ini dapat terlaksana dengan baik,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menjelaskan untuk acara sedekah laut di Desa Bendar juga terdapat bermacam hiburan masyarakat lokal. Seperti Ketoprak, Wayang, serta berbagai perlombaan antar RT untuk merekatkan kerukunan antar warga.

“Acara ini diharapkan menjadi budaya yang turun-temurun ke anak cucu. Sehingga, generasi masa depan tidak lupa dengan adat istiadat serta budaya lokal,” ujar Yeti.

Tradisi sedekah laut dapat memberikan makna yang hakiki, sesuai dengan adat budaya dan kepercayaan masing-masing, bahwa hakekat kehidupan ini adalah merawat alam dengan baik.

“Karena, sesungguhnya alam juga akan memberikan imbal balik (Rizki) yang melimpah, jika kita mampu merawat dengan baik alam semesta ini,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

(Red/Rn)