Pati, www.suarahukum-news.com | Sebanyak 38 Kelompok Kerja yang tergabung didalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Tani Makmur Desa Maitan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Sabtu (17/12) pagi, telah melaksanakan rangkaian kegiatan penanaman pohon jenis kayu keras secara serentak. Kegiatan penghijauan hutan kendeng ini, juga turut dihadiri dari sejumlah aktivis lingkungan hidup dan para pegiat sosial di kota yang memiliki slogan Bumi Mina Tani.(17/12)
Hadir pula dari beberapa perwakilan OPD dan Muspika Tambakromo dan BPBD Kabupaten Pati. Antusias para anggota (KTH Tani Makmur) terlihat sejak hari Jumat (16/12) l pagi hingga petang, dengan agenda pengiriman bibit buah-buahan kepada para ketua kelompok, untuk selanjutnya diberikan kepada para penggarap lahan, khususnya dikawasan perhutanan Bumi Kendeng, turut Desa Maitan, yang diketahui masuk dalam wilayah kerja KPH Tambakromo.
Pj Bupati Pati yang diwakili oleh Asisten 2, Nasikun, dalam sambutannya juga menyampaikan pesan dan himbauan kepada segenap masyarakat setempat, agar dalam penanaman pohon ini, juga harus disertai dengan perawatan yang baik. Sehingga, pohon tersebut dapat tumbuh dan bermanfaat kepada anak cucu kelak.
“Semoga di tempat lain pun dapat dilakukan hal semacam ini. Karena memang banyak orang menyebut bahwa tanaman jagung dapat menyebabkan banjir. Namun pada kesempatan kali ini menjadi bukti, bahwa tanaman jagung bisa berdampingan dengan tanaman keras, seperti buah-buahan ini,” ujar Pj Bupati yang disampaikan langsung oleh Asisten 2, Nasikun. Sabtu (17/12).

Menurutnya, lanjut Nasikun, penghijauan bisa dilakukan juga dengan menanam tanaman keras seperti buah-buahan. Sehingga, dikemudian hari dapat dimanfaatkan oleh warga yang merawatnya.
“Semoga, bibit buah-buahan yang sudah ditanam ini, mampu menjadi daerah tangkapan air hujan, dan mampu menjadi filter resapan air. Sehingga dapat mengurangi daerah rawan kebencanaan, seperti tanah longsor dan banjir bandang, khususnya untuk wilayah yang berada di dataran rendah,” imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Maitan dalam sambutannya juga mengatakan, jika semangat anggota dan pengurus dapat terlihat sejak kemarin (Jumat,16/12). Kegotongroyongan dan guyup rukun seolah menjadi momen tersendiri bagi warga kami untuk ikut menghijaukan bumi Kendeng.
“Setidaknya, ada 6 armada yang kita perbantukan untuk mengirimkan bibit buah-buahan ini ke lokasi tanam, sesuai data yang dimiliki oleh pengurus KTH Tani Makmur,” ujar Padmo, Kepala Desa Maitan, Sabtu (17/12) pagi ini.

Namun, lanjut Padmo, untuk lokasi penanaman secara seremonial kita fokuskan di lokasi Blok Blekutuk. Pemilihan lokasi ini, merupakan bentuk kesepakatan dari hasil musyawarah oleh para pengurus KTH Tani Makmur bersama dengan segenap Ketua Kelompok yang mewakili dari para pesanggem beberapa waktu lalu.
“Selain akses jalan, kondisi lingkungan juga menjadi faktor pertimbangan. Pasalnya, dilokasi ini (blok blekutuk) masih minim tanaman keras. Lantaran, masih didominasi dengan tanaman jagung,” imbuhnya.
Sementara ditempat yang sama, Supriyanto selaku Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Tani Makmur juga menyebut, jika penanaman pohon secara serentak sebanyak 50 ribu ini, merupakan bentuk kepedulian KTH Tani Makmur terhadap pegunungan Kendeng dan sekaligus sebagai upaya kami dalam mendukung program pemerintah untuk menghijaukan hutan kembali.
“Selain dari membeli sendiri dengan menggunakan kas yang dimiliki oleh Koperasi Masyarakat Perhutanan Sosial Miatan di bawah naungan KTH Tani Makmur sebanyak 50 ribu bibit. Alhamdulillah ada juga bantuan dari BPBD Kabupaten Pati. Sementara untuk untuk jenis bibit yang kita siapkan adalah seperti pohon petai, jengkol, durian, alpukat, kopi robusta dan kedondong,” kata Supriyanto.
Baca juga : >>>>> https://suarahukum-news.com/hijaukan-bumi-kendeng-kth-tani-makmur-maitan-bakal-tanam-50-ribu-pohon-ini-jadwalnya/
Jadi, masih kata Supriyanto, selain bertujuan untuk melakukan penghijauan di kawasan perhutanan, diharapkan mampu memberikan manfaat bagi para petani kawasan hutan, melalui hasil buah-buahan. Sehingga, dapat mendongkrak nilai ekonomi di masyarakat.
Pada kesempatan itu, Supriyanto juga berharap, dengan dilakukannya penanaman pohon jenis kayu keras ini, diharapkan dapat memulihkan kondisi hutan yang saat ini cukup memprihatinkan.
“Jika target kita dalam menghijaukan kawasan perhutanan ini berhasil, maka, jarak 5 tahun kedepan setidaknya mampu memberikan respon positif dalam menanggulangi terjadinya rawan kebencanaan. Seperti banjir bandang dan tanah longsor,” papar Supriyanto.
Program menghijaukan hutan di kawasan pegunungan Kendeng ini juga diperlukan sinergitas bersama dari seluruh elemen masyarakat. Karena, bentangan hutan yang ada dikawasan pegunungan Kendeng ini cukup luas. Jika penghijauan ini disambung dengan desa-desa di kawasan Kendeng, saya percaya dalam 5-10 tahun mendatang insyaallah hutan kembali menghijau, dan mampu memberikan kontribusi yang positif bagi orang banyak.
“Semoga, penanaman pohon jenis buah-buahan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang berkelanjutan. Dan mampu memberikan manfaat ekonomi dikemudian hari,” tandasnya.
(Red/Tg)






