Atasi Persoalan Sosial, Plt Chandra Apresiasi Kontribusi Nyata LAZISNU PCNU Pati 

Daerah16 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi kontribusi nyata LAZISNU PCNU Kabupaten Pati dalam menangani persoalan sosial dan memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan dana masyarakat yang transparan dan akuntabel. Apresiasi tersebut disampaikan dalam Laporan Semester 1 LAZISNU PCNU Kabupaten Pati di Ruang Pragolo, Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, Minggu (9/8/2026).

Chandra mengatakan, sinergi LAZISNU dengan Pemerintah Kabupaten Pati telah melahirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya pembangunan klinik kesehatan di Kecamatan Winong yang diwujudkan melalui Gerakan Koin NU.

“Pemkab Pati memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran pengurus LAZISNU yang terus bergandengan tangan dengan pemerintah untuk mengatasi masalah-masalah sosial di Kabupaten Pati,” ujar Chandra.

Menurutnya, laporan semesteran menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan dana masyarakat berjalan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menilai keterbukaan tersebut perlu terus dijaga untuk memperkuat kepercayaan masyarakat.

“Transparansi pengelolaan dana melalui laporan semesteran ini adalah bukti akuntabilitas yang sangat baik,”  katanya.

Chandra juga menyoroti program pemberdayaan ekonomi melalui bantuan kambing bergulir. Program tersebut dinilai dapat mendorong masyarakat kurang mampu agar memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.

“Prinsipnya kita harus memberikan kail, bukan sekadar ikan. Program bantuan kambing bergulir ini melatih tanggung jawab dan kemandirian ekonomi umat,”  tegasnya.

Di sisi lain, Chandra menyampaikan komitmen Pemkab Pati untuk terus mengoptimalkan anggaran perbaikan infrastruktur jalan hingga beberapa tahun ke depan. Pemerintah daerah juga mengajak LAZISNU dan seluruh elemen masyarakat memperkuat gerakan penghijauan, terutama di kawasan Pegunungan Kendeng.

“Papan bunga ucapan hanya bertahan seminggu dan menjadi sampah. Sementara bibit tanaman seperti mangga jauh lebih ekonomis dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta masyarakat,”  ungkap Chandra.

Ia menambahkan, Pemkab Pati telah mengawali langkah tersebut dengan mengimbau penggunaan bibit tanaman produktif sebagai pengganti karangan bunga dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703.

Chandra juga mendorong adanya ruang dialog nonformal antara pemerintah daerah dan keluarga besar NU. Menurutnya, forum tersebut penting untuk membedah berbagai persoalan daerah secara lebih mendalam sekaligus mencari solusi bersama.

“Masalah sosial di Pati memang kompleks. Namun, dengan kebersamaan, gotong royong, dan sinergitas antara pemerintah, LAZISNU, serta keluarga besar NU, insyaallah semua bisa kita selesaikan demi mewujudkan Pati yang lebih maju dan bersinar,”  pungkasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus PCNU Kabupaten Pati, badan otonom, lembaga, mitra perbankan, serta instansi vertikal. Mereka mengikuti penyampaian laporan semester 1 LAZISNU sekaligus penguatan sinergi dalam penanganan persoalan sosial dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pati.

 

(Red/Sh)