Bangun Akses Penghubung & Dongkrak Ekonomi Warga, Lima Jembatan Bakal Direalisasikan 

Daerah145 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news | Guna mempermudah akses penghubung antara dua desa maupun sebagai sarana penunjang ekonomi warga, pemerintah daerah berencana bakal membangun lima titik jembatan baru pada tahun 2026 ini. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala DPUTR Pati melalui Kabid Bina Marga Hasto Utomo pada Jumat (06/03) di ruang kerjanya. (07/03)

Pembangunan jembatan ini adalah bentuk implementasi dari rencana dan program skala prioritas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pati. Selain itu, dengan adanya akses penghubung yang memadai diharapkan dapat menjadi sarana penunjang ekonomi warga.

“Sebanyak lima jembatan di Kabupaten Pati bakal dilakukan renovasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang pada tahun ini. Lokasi yang masuk dalam usulan kondisinya dinilai cukup membahayakan bagi pengguna jalan,” ujar Hasto.

Adapun lima jembatan baru yang menghubungkan antar desa dan kecamatan tersebut, adalah ;

1. Jembatan penghubung antara Desa Beketel-Kayen
2. Jembatan penghubung antara Desa Sukopuluhan-Winong
3. Jembatan penghubung antara Desa Boloagung-Trimulyo
4. Jembatan penghubung antara Desa Blaru-Dadirejo
5. Jembatan yang berada di TPI Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti

Dalam kesempatanya itu, Hasto juga mengatakan bahwa dari lima jembatan tersebut bakal dilakukan pembongkaran total dan akan diganti dengan bangunan baru. Pembongkaran jembatan tersebut menjadi bagian dari program penanganan infrastruktur jalan pada 2026.

“Dalam pembangunan lima jembatan baru tersebut, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6 miliar 1, 8 juta rupiah. Hal ini karena kondisinya tidak memungkinkan untuk dilakukan rehabilitasi atau perawatan, sehingga harus dilakukan pembongkaran dan pembangunan jembatan baru,” imbuhnya.

Disinggung soal kapan pekerjaan tersebut mulai di kerjakan, Kabid Bina Marga Hasto Utomo kembali mengatakan bahwa rencana pembongkaran dan pembangunan jembatan baru ini baru bisa terealisasikan pada pertengahan tahun ini. Hal ini mengingat cuaca dan aliran sungai yang mengalir cukup deras akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi.

“Realisasi tahapan pekerjaan diperkirakan akan dimulai antara April-Juni. Hal ini mengingat bahwa pada bulan ini (Maret) intensitas curah hujan masih cukup tinggi, hal ini dapat mempengaruhi faktor pekerjaan dilapangan,” pungkasnya. (ADV)

 

 

 

 

(Red/Sh)