Bendung Karet Bocor, Ancam Ribuan Hektar Pertanian Disepanjang Sungai Juwana

Daerah3 Dilihat

Pati, www.suarahukum-news.com | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati mulai mengambil langkah untuk menangani kerusakan bendung karet yang berada di Desa Bungasrejo, Kecamatan Jakenan. Kerusakan tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap ketersediaan air bagi ribuan hektare lahan pertanian di sepanjang alur Sungai Juwana. (25/07)

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati telah mengirimkan surat kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana terkait kondisi bendung karet tersebut. Selain itu, laporan juga telah disampaikan kepada sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dan pelaporan terkait kerusakan bendung karet tersebut.

“Kami sudah melaporkan ke gubernur, Pak Bupati juga berkirim surat ke BBWS Pemali Juana terkait Bendung Karet di Bungasrejo. Di mana respons dari Kepala Dinas PU Jawa Tengah menyampaikan bahwa saat ini sedang diusahakan penanganannya,” ujar Ratri, Jumat (23/07).

Menurutnya, kerusakan bendung karet tersebut perlu segera mendapat perhatian karena memiliki kaitan langsung dengan keberlangsungan produksi pertanian. Terlebih, terdapat ribuan hektare lahan pertanian yang berada di sepanjang Sungai Juwana.

“Di sepanjang Sungai Juwana ada pertanaman padi sekitar 4 ribu hektare. Itu ekuivalen dengan 25.600 gabah kering panen. Sehingga kalau tidak diperbaiki bisa mengancam eksistensi hasil pertanian di sepanjang alur Sungai Juwana,” jelasnya.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena sebagian besar lahan pertanian di sepanjang Sungai Juwana saat ini telah memasuki masa tanam, dengan usia tanaman berkisar antara 10 hingga 20 hari.

Pada fase tersebut, tanaman padi membutuhkan ketersediaan air yang cukup untuk mendukung pertumbuhan vegetatif.

“Jadi yang jelas fase vegetatifnya membutuhkan air untuk pertumbuhan,” terang Ratri.

Sambil menunggu proses penanganan dan perbaikan bendung karet, Dispertan Pati juga melakukan pemantauan langsung di lapangan. Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Jakenan diminta memastikan kondisi pertanian tetap terpantau dan produksi tanaman padi dapat berjalan dengan baik.

“Kami baru mengecek ke lapangan untuk situasi di lapangan. Untuk penyuluh, kelompok tani di binaannya masing-masing agar lebih jeli dalam manajemen pengelolaan air,” katanya.

Ratri menambahkan, langkah-langkah darurat juga terus diupayakan untuk menjaga pertumbuhan tanaman padi selama menunggu penanganan kerusakan bendung karet.

“Sehingga dalam menunggu perbaikan ini ada langkah-langkah yang sifatnya darurat untuk penanganan pertumbuhan padinya,”  tandasnya.

Pemkab Pati berharap penanganan terhadap kerusakan Bendung Karet Bungasrejo dapat segera dilakukan oleh pihak yang berwenang, mengingat keberadaannya memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan air bagi sektor pertanian di wilayah Jakenan dan kawasan sepanjang Sungai Juwana.

 

 

(Red/Sh)