Jika Hasil Laborat Positif Covid-19, Kenapa Tidak Ada Penanganan Khusus Untuk Keluarga Almarhum … ???

Jika Hasil Laborat Positif Covid-19, Kenapa Tidak Ada Penanganan Khusus Untuk Keluarga Almarhum … ???

Pati, www.suarahukum-news.com – Lebih dari tujuh hari, almarhum ” SL” salah satu warga Desa Angkatan Lor Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati dimakamkan sesuai dengan standar Prokes pemakaman Covid-19, lantaran menurut hasil pengambilan spesimen pada tanggal 12 Oktober 2020 oleh RSUD Soewondo Pati yang menyatakan bahwa Meninggalnya SL pada tanggal 13 Oktober 2020 diruang Melati, dan menurut Hasil Swab / RT – PCR adalah berstatus ” Positif Covid-19 “, adapun surat pemberitahuan hasil Swab tersebut dikirimkan oleh pihak Rumah Sakit pada tanggal 14 Oktober 2020 kepada pihak keluarga almarhum melalui pemerintah desa setempat. ( 25 / 10 )

” Suami saya ( SL ) kami bawa ke rumah sakit pada hari minggu tanggal 11 Oktober 2020 untuk menjalani perawatan medis, lantaran memiliki riwayat penyakit komplikasi “, ujar SK istri almarhum SL

Sebelum kami ( keluarga) pulang ke kampung , juga sudah melakukan pengecekan kesehatan sesuai standar protokol kesehatan di Kota Batam pada tanggal 06 Oktober 2020, sehingga pada tanggal 07 Oktober 2020 dari Dinas Kesehatan setempat menyatakan hasilnya Non Reaktif, adapun yang memeriksa adalah Rosita Purba, dengan Kode Formulir : 60/F-2/Yan-Med/VI/2020 /Rev-00.

” Pada tanggal 07 Oktober 2020, dari Patrologi Klinik Hasil Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test ( RDT ) oleh Rumah Sakit Camatha Sahidya Kota Batam, Suami saya SL dinyatakan Non Reaktif dan baik-baik saja artinya tidak tanda atau gejala terpapar Covid-19, sehingga dari surat keterangan yang dikeluarkan oleh pihak Rumah Sakit, bisa kami bawa sebagai dasar di perjalanan untuk pulang kampung “, imbuhnya

Disinggung sejauh mana, tindakan dan penanganan untuk keluarga almarhum, karena diketahui bersama bahwa virus corona untuk tingkat penyebaran dan penularannya sangat berbahaya, apalagi bagi mereka yang pernah berhubungan langsung / kontak fisik dengan orang yang dinyatakan Positif Covid-19.

” Sejauh ini kami tidak ada penanganan apa-apa baik untuk sterilisasai lokasi rumah maupun lainnya , kemarin setelah tujuh hari ada petugas dari puskesmas Tambakromo datang kerumah ingin melakukan rapid test kepada keluarga kami, namun apa ya tidak terlambat, harusnya kalau memang ada penanganan itu sejak awal, ini kan sudah berlalu cukup lama mas “, paparnya

Untuk kehidupan bermasyarakat, Lanjutnya , ” Sampai hari ini, ( Kamis, 22 Oktober 2020 ) kami masih menjalani aktivitas seperti biasa, ya berbaur dengan masyarakat pada umumnya, dan orang-orang yang pernah berhubungan atau kontak fisik secara langsung dengan almarhum ( SL ) sampai hari ini juga baik-baik saja, tidak menunjukkan adanya tanda-tanda atau gejala demam atau lainnya, padahal sudah beberapa hari pasca meninggalnya almarhum SL “, imbuh KT dengan nada polos

Sementara itu Kepala Desa Angkatan Lor saat di konfirmasi oleh awak media dikediamanya, telah membenarkan jika salah satu warga nya yang meninggal tersebut sesuai surat pemberitahuan dari pihak Rumah Sakit berstatus positif Covid-19.

” Benar mas, warga kami yang berinisial ” SL ” tersebut dinyatakan Covid-19 oleh RSUD Soewondo Pati, hal itu sesuai dengan surat pemberitahuan yang dikirimkan melalui kantor desa, setelah itu surat tersebut disampaikan oleh perangkat kami kepada keluarga almarhum “, kata Kades Angkatan Lor, Kamis ( 22/10 )

Disinggung soal perlakuan layaknya pasien Covid-19, serta demi memutus rantai penyebaran dan penularan Covid-19 di masyarakat atas kontak langsung dengan keluarga almarhum, pihaknya kembali mengatakan jika beberapa waktu lalu ada petugas kesehatan dari Puskesmas Tambakromo ingin melakukan tes kepada pihak keluarga almarhum namun hal itu belum terjadi lantaran mendapatkan penolakan dari pihak keluarga almarhum.

” Sejauh ini belum ada tindakan apapun yang dilakukan terhadap keluarga almarhum, baik rapid test maupun melakukan isolasi mandiri, atau penyeprotan disenfektan dirumah keluarga almarhum “, imbuhnya

Dilansir dari media online Pati News.Com yang terbit pada tanggal 20 Oktober 2020 dengan judul ” RSUD Soewondo Pati Tepis Isu Mengcovidkan Pasien “, yang pada intinya pihaknya secara tegas menampik isu yang beredar di masyarakat bahwa pihak rumah sakit meng-covid-kan pasien. Hal ini disampaikan langsung oleh Dr Slamet Sutaryo selaku Ketua Tim Covid-19 RSUD Soewondo, pada hari Selasa, 20 Oktober 2020.

” Isu itu tidak benar, karena apa, setiap pasien yang suspek Covid-19 probable ataupun terkonfirmasi masuk IGD itu kami ada dasarnya “, terangnya

Yang menjadi dasar, lanjut dr Slamet Sutaryo, yang pertama adalah rapid test reaktif, kedua rontgen torax atau rontgen paru-paru yang menunjukkan adalah pneumonia atau broncho pneumonia.

Kemudian, yang ketiga hasil laborat. ” Hasil laborat inipun menunjukkan bahwa NLR-nya itu lebih dari 3,1, jadi itulah dasar yang membuat kami memeriksa pasien bahwa itu nanti suspek Covid-19, probable ataupun terkonfirmasi. Jadi, pasien itupun masuk ke ruang isolasi kami dari bagian IGD dan admisi itu sudah ada istilahnya surat pernyataan bersedia dirawat di ruang isolasi “, beber Dr Slamet

” Kalau di Soewondo, itu memang kalau belum ada hasil swab atau PCR positif, kami belum bisa mengatakan itu adalah positif Covid. Kami masih mendiagnosa suspek ataupun probable “, urainya lagi

Setiap pasien yang masuk di ruang isolasi RSUD Soewondo, imbuhnya, wajib dilakukan pemeriksaan swab, kemudian dikirim ke rumah sakit yang mempunyai laborat pemeriksaan swab. Dalam hal ini, RSUD Soewondo bekerjasama dengan RSUD Kartini Jepara, RSUD Kudus, Salatiga, RS Wongsonegoro Semarang, dan RS Karyadi.

Jika pasien meninggal sebelum tes swab (PCR) keluar, maka dalam pemulasaran dan pemakaman tetap menggunakan protokol Covid-19.

” Jadi tidak ada itu kami mengada-ada, bahwa itu mengcovidkan, karena hasil pemeriksaan swab itu adalah kiriman dari rumah sakit yang bisa memeriksa PCR “, sambungnya

Sementara itu, Pirno selaku Plt Direktur RSUD Soewondo menambahkan bahwa pihaknya sudah bekerja semaksimal mungkin dengan tujuan untuk menyelamatkan nyawa pasien.

” Kalau masih ada orang-orang yang kurang percaya dengan kinerja kita, semuanya kita serahkan kepada Yang Kuasa “, imbuhnya

Beserta Tim Covid-19 tingkat Kabupaten, pihaknya telah mengambil rencana strategis, bahwa dalam waktu dekat RSUD Soewondo segera punya alat pemeriksaan laborat PCR/swab .

” Kalau ini nanti sudah operasional, anggapan masyarakat yang kurang pas itu akan segera terjawab “, tandasnya

Ditempat terpisah, Sementara itu, Salah aktivis yang berkantor di Jl.Dr Susanto No 23, saat dimintai tanggapan tentang adanya hal tersebut mengatakan, kita semua percaya bahwa virus corona itu ada, untuk itu sangat disayangkan jika sudah ada penetapan status ( Positif ) namun belum ada tindakan secara intens.

” Sangat disayangkan saja, jika seseorang pasien meninggal di salah satu rumah sakit, kamudian terbit surat pemberitahuan bahwa pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19 serta dimakamkan sesuai standar protokol kesehatan, selayaknya pasien positif Covid-19, namun hingga berhari-hari pasca meninggal nya pasien tersebut belum ada penanganan khusus layaknya orang yang terjangkit Covid-19 , ini sama saja seperti ” dagelan “, ujarnya, Minggu ( 25/10 )

Seperti diketahui bersama betapa mudahnya virus corona ini menyebar dan menular dengan siapapun, apalagi bagi mereka yang pernah berhubungan langsung dengan orang yang dinyatakan positif Covid-19 , ini bukan masalah main-main lo, jika itu benar, apa mau orang sekampung tertular corona semua …..??.

” Seharusnya ini merupakan tanggung jawab yang besar dari instansi terkait setelah menerbitkan surat yang menyatakan positif Covid-19, bukan hanya sekedar surat pemberitahuan saja akan tetapi juga harus diimbangi dengan tindakan dan respon cepat, sesuai dengan prosedur penanganan kasus Covid-19 “, imbuhnya

Hal itu, Lanjutnya,” Untuk memutus penyebaran dan penularan Covid-19 di masyarakat, apalagi dari keluarga almarhum masih berabaur dengan masyarakat umum, apa tidak berbahaya dampaknya pada lingkungan dan masyarakat umum “, tuturnya

Seperti diketahui bersama, bahwa pada saat ini Pemerintah Daerah Kabupaten Pati beserta jajaran sedang gencar-gencarnya untuk mensosialisasikan protokol kesehatan di masyarakat, untuk memutus rantai penyebaran dan penularan Covid-19.

” Jadi, fokus pada seseorang yang di nyatakan positif Covid-19 itu lebih utama, karena dari lingkungan tersebut, dapat timbul klaster atau kasus baru, yang dampaknya cukup berbahaya dan dapat menyebar kepada siapapun “, pungkasnya

 

( Red / Tg )

COMMENTS